Kepala Diknas Muara Enim Diperiksa

thumb_464852_11134529092014_Kepala_Kejari_Muara_Enim
KEPALA KEJARI MUARA ENIM ADHYAKSA DARMA YULIANO /RMOL

TRANSFORMASINEWS,MUARA ENIM- Penyidik Kejaksaan negeri Muara Enim telah menjadwalkan  pemanggilan Kepala Dinas Pendikan Muara Enim Hamirul Han.

Pemanggilan orang nomor satu di Diknas Muara Enim ini, menyusul  telah lebih dulu ditetapkannya, dua orang pejabat dibawahnya sebagai tersangka yakni, Y (kepala bidang) dan Zn (kepala seksi).

Kepala Kejari Muara Enim Adhyaksa Darma Yuliano membenarkan akan melakukan pemeriksaan Kepala Diknas Muara Enim.

“Ya, kita telah kirimkan surat panggilannya, Rabu (1/10) lalu. Sedangkan untuk pemeriksaannya dijadwalkan Rabu nanti (8/10),”kata Adhyaksa Darma Yuliano kepada media pagi ini,Jumat (3/10).

Adhyaksa menerangkan, Kepala Diknas Muara Enim dipanggil penyidik untuk dimintai keterangannya sebagai saksi untuk tersangka Y dan Zn.

Diakui Adhyaksa, Kepala Diknas Muara Enim kapasitasnya sebagai pimpinan dari kedua tersangka Y dan Zn.

“Jadi, keterangannya (Kadiknas) sangat diperlukan penyidik. Seberapa jauh dia mengetahui bawahannya itu,  Y dan Zn,” terang Adhyaksa.

Namun yang jelas lanjut Adhyaksa, pihaknya akan terus mengembangkan penyidikan kasus ini  hingga tuntas. Bahkan, dia tidak menampik akan ada tersangka baru lagi.

Mengenai, pemanggilan 62 kepala sekolah yang menerima bansos TIK, hingga hari ini, penyidik telah melakukan pemeriksaan setengahnya.

“Senin dan Selasa nanti, penyidik masih melanjutkan pemeriksaan kembali kepala sekolah tersebut,” ulasnya.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Kejari Muara Enim telah menetapkan dua orang tersangka dari pejabat dDiknas Muara Enim, yakni pejabat Y dan pejabat Zn, sedangkan dari pihak swasta, empat orang tersangka yakni, W, Mhp, A, dan S.

Penetapan tersangka itu terkait, dugaan penyimpangan dalam bantuan Sosial Teknolgi Informasi dan Komputer (TIK) untuk e-learning Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran 2014  sebesar 3.348.000.000.

SUMBER:RMOL

Leave a Reply

Your email address will not be published.