Kejati Terus Mengusut Dugaan Korupsi Hibah Sumsel 2014 ke KONI

Aspidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Zet Tadung Allo

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Jaksa Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel hingga kini masih terus mengusut dugaan kasus korupsi terkait dana Hibah Sumsel tahun 2014 yang diberikan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel.

Hal tersebut diungkapkan Kasi Penyidikan Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel, Hendri Yanto, Senin (18/1/2021).

“Jadi untuk dugaan kasus danah hibah ke KONI masih kami lakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, dalam penyelidikan tersebut nanti pihaknya akan mengangendakan sejumlah pihak untuk diklarifikasi.

“Kalau sejauh ini belum ada pihak yang diagendakan untuk diundang ke Kejati guna dimintai keterangan dalam rangka klarifikasi. Tapi perkara tersebut masih kami selidiki,” tandasnya.

Sementara Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Zet Tadung Allo sebelumnya menegaskan, jika pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan dugaan korupasi dana Hibah Sumsel tahun 2014 yang diberikan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel.  Seperti yang dilansir media koransn.com.

Dijelaskannya, untuk hibah dan Bansos Sumsel tahun 2014 lalu sebenarnya banyak pihak terkait yang menerima hibah tersebut. Akan tetapi dari sejumlah penerima hibah hanya KONI yang dilakukan penyelidikan oleh pihaknya lantaran diduga ada tidak pidana korupsinya.

“Penerima hibah dan Bansos tahun 2014 ini kan banyak dan berbagai macam. Namun yang sedang kita lakukan penyelidikan yakni dana hibah yang diberikan kepada KONI,” katanya.

Dilanjutkannya, sedangkan untuk perkara dugaan korupsi hibah dan Bansos tahun 2013 hingga kini perkara tersebut masih dilakukan penyidikan oleh Kejagung RI.

“Untuk hibah dan Bansos 2013 sudah tahap penyidikan dan ditangani oleh Kejagung. Sementara kita menangani perkara hibah dan Bansos 2014 yang diberikan kepada KONI, dan kini tahapnya masih penyelidikan belum penyidikan,” pungkasnya. (KoranSN-ded/aar)