Kejati Sumsel, Kasus Masjid Raya Sriwijaya Jakabarin Naik Ketahap Penyidikan

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG –Kasi Penyidikan Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel, Hendri Yanto, Senin (18/1) menegaskan, jika dalam waktu dekat pihaknya akan menaikan status penyelidikan dugaan pidana dalam proyek pembagunan Masjid Sriwijaya yang berlokasi di Jakabring ke tahap penyidikan.

Menurutnya, namun untuk menaikan perkara tersebut ke penyidikan tentunya harus dilakukan sesuai tahapan. Dimana nantinya akan dilakukan
ekspose perkara terlebih dahulu.

“Untuk perkara dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya nanti akan duluan kita naikan ke penyidikan. Akan tetapi, kita tunggu dulu ekspose perkaranya,” ungkapnya.

Dijelaskannya, jika dalam perkara ini pihaknya mengusut dugaan pidana korupsi terkait anggaran pembagunan Masjid Sriwijaya tahun 2015 dan tahun 2017.

“Jadi, pada perkara ini tahun 2015 dan tahun 2017 lalu Pemprov Sumsel memberikan dana hibah untuk pembagunan Masjid Sriwijaya, inilah yang kini sedang kami lakukan penyelidikan,” terangnya.

Dilanjutkannya, selama proses penyelidikan pihaknya juga telah mengambil keterangan kepada sejumlah pihak untuk mengklarifikasi dugaan pidana korupsi yang diduga terjadi dalam pembangunan masjid tersebut.

“Sebelumnya sudah ada sejumlah pihak yang telah kita panggil dan diambil keterangannya. Sedangkan untuk saat ini belum ada agenda pemeriksaan lagi, namun untuk proses penyelidikan tetap kita lakukan,” tandasnya.

Sementara Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Zet Tadung Allo sebelumnya juga telah menjelaskan, jika  Jaksa Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait proyek pembagunan Masjid Sriwijaya yang pembangunannya sempat mangkrak. Seperti yang dilansir media koransn.com.

Dijelaskannya, perkara mengkraknya pembagunan Masjid Sriwijaya awalnya ditangani oleh Intel Kejati Sumsel. Kemudian beluma lama ini barulah penanganan perkara tersebut dilimpahkan ke Jaksa Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel.

“Dilimpahkannya penanganan perkara tersebut dari Intel ke Kejati karena Intel berkesimpulan agar perkara tersebut diselidiki oleh kita selaku Bidang Tindak Pidana Khusus. Oleh karena itu saat ini kita masih mendalami penyelidikan untuk mengungkap apakah ada atau tidak ada tindak pidana korupsinya. Jadi, untuk hasilnya kita masih tunggu proses penyelidikan yang kini sedang kami lakukan,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, dalam proses penyelidikan tersebut pihaknya telah memanggil sejumlah pihak untuk dilakukan klarifikasi.

“Tujuan klarifikasi kepada sejumlah pihak dilakukan bertujuan untuk memastikan dugaan pidana korupsinya. Mudah-mudahan kita dapat mengungkap dugaan pidanannya dan menuntaskan perkara tersebut. Sebab, kita tidak mau adanya pembangunan di Sumsel yang mangkrak hingga menimbulkan kerugian negara,” tegasnya.  (KoranSN-ded/aar)