Kasus Covid-19 Tinggi, MAKI Sentil Pemprov dan Pemkot Palembang

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG

Sumatera Selatan salah satu peringkat atas sebaran Covid-19 di Indonesia. Dan berdasarkan data minggu ini, Kota Palembang peringkat pertama sebaran Covid-19 di Sumsel.

Kota Palembang yang positif Covid-19 sebanyak 11.876 orang. Kemudian Kabupaten Musi Rawas 195 orang. Selanjutnya Kabupaten Muratara positif 205 orang.

Disusul kemudian oleh Kabupaten Musi Banyuasin terpapar positif Covid-19 sebanyak 225 orang. Dilanjutkan Kabupaten Banyuasin 188 orang.

Kemudian Kabupaten OI positif 175 orang, Kabupaten OKI positif 210 orang, OKU Induk positif 165 orang, OKU Timur positif 215 orang, OKU Selatan positif 210 orang, Muara Enim positif 250 orang, Empat Lawang positif 132, Lahat positif 125 orang, Kabupaten PALI positif 175 orang, Kota Lubuk Linggau Positif 207 orang, Kota Prabumulih positif 270 orang dan Kota Pagar Alam positif 319 orang.

Kementerian Kesehatan RI memperkirakan akan terjadi ledakan yang sangat luar biasa bilamana pemerintah daerah tak patuhi himbauan pemerintah pusat.

Pemprov Sumsel selaku perwakilan Pemerintah pusat harusnya pro aktif dalam antisipasi penyebaran Covid-19.

Contohnya pelarangan dan penutupan objek wisata Benteng Kuto besak, dimana setelah ada himbauan masyarakat melalui media, pemprov dan pemkot sibuk menutup tempat wisata itu namun kerumunan masa sudah terjadi sampai H+4.

MAKI Sumsel yang selaku organisasi pegiat anti korupsi seharusnya tidak sampai menghimbau masalah kerumunan karena bukan bidangnya.

“Namun, karena tiada yang peduli maka, MAKI Sumsel angkat bicara perihal hal yang urgent ini. Ini masalah hidup mati masyarakat yang kurang mengerti betapa bahayanya bila terpapar Covid-19. Namun, yang kita sayangkan pemerintah daerah terkesan lamban dalam menutup tempat umum yang menjadi sumber kerumunan masa,” ujar Deputy MAKI Sumsel Feri Kurniawan dalam siaran persnya, Senin (17/05/21).

Tempat-tempat wisata dibuka bebas tanpa ada kepedulian Polpp.

“Misalnya kerumunan masa di BKB dan Danau Tanjung Senai di Ogan Ilir seakan Covid-19 ini sudah berakhir,” sindirnya.

Dirinya tidak begitu yakin jika kepala daerah kurang peduli, namun SKPD terkait lah yang seolah-seolah lepas tanggung jawab.

“Masyarakat itu belum jauh pemikirannya terkait bahayanya Covid-19 apalagi hanya segelintir yang telah divaksin oleh pemerintah.

“Untuk itulah kiranya pemerintah daerah lebih peduli dengan kondisi masyarakat yang sudah menderita ini dan janganlah tidak peduli dengan nyawa mereka,” pintanya.

MAKI

About B S W

"Orang yang mengerti itu mudah untuk memaafkan" by B431

View all posts by B S W →