Jalan Batas Bengkulu – Sumsel Terlantar Puluhan Tahun

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Sebagai masukan terhadap Gubernur  bahwa masih ada jalan Sepanjang 7 Km Jalan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, ruas Sp. Campang – Ujan Mas – Batas Provinsi Bengkulu Kabupaten OKU Selatan yang dibangun tahun 2001 lalu hingga saat ini dibiarkan terlantar dan tidak bisa lagi dilalui kenderaan Roda Empat.

Dipihak lain, Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan dalam 2 tahun anggaran terakhir ini justru menghabiskan dana Ratusan Miliar rupiah untuk membangun Jalan Non Status dan Jalan Kabupaten/Kota
Ditengah-tengah suasana peringatan ke- 75 Indonesia Merdeka, sejumlah warga dan tokoh masyarakat asal Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan menyoroti ketimpangan pembangunan Jalan Provinsi yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Diantaranya Ir. H. Surkani Mastulen, MM salah seorang pelaku sejarah yang terlibat langsung membuka Jalan Ujan Mas – Batas Bengkulu pada tahun 2001 lalu. Surkani Mastulen yang juga mantan Kepala Dinas PU Pengairan (Sekarang Dinas PSDA-red) Provinsi Sumatera Selatan menceritakan, pembukaan jalan tembus OKU Selatan – Bengkulu itu membutuhkan perjuangan yang panjang karena harus melewati Hutan Lindung Mekakau. 

“Jalan tersebut baru bisa dibangun setelah ada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri dalam hal ini Menteri Kehutanan, Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri)”, papar Surkani yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas PU Bina Marga di Kabupaten OKU sebelum dimekarkan menjadi 3 Kabupaten.

Waktu itu Gubernur Sumsel Pak Rosihan Arsyad, Kepala Dinas PU Bina Marga Sumsel Pak Taris Abdullah Hasibuan, Bupati OKU pak Syahrial Oesman dan pak Edy Yusuf Wakil Bupati.

Dan kebetulan pula ketika itu Walikota Bengkulu pak Chalik Effendy yang berasal dari Pulau Beringin Kabupaten OKU Selatan dan Gubernur Bengkulu pak Hasan Zen, jadi koordinasi antara Pemprov Sumsel dan Pemprov Bengkulu lebih cepat. Ditambah lagi Pak Ali Marwan Hanan yang merupakan putra daerah OKU Selatan Menteri Koperasi.

Setelah badan jalan yang melewati hutan Lindung dibangun tahun 2001 lalu, pada tahun 2003 – 2004 dibangun Jembatan Rangka Baja Air Tembok di Desa Sadau Jaya Kecamatan Sungai Are Kabupaten OKU Selatan yang saat ini masih terlantar.

“Jalan sepanjang 7 Km itu nyaris putus, jadi jangankan dilalui kenderaan Roda Empat, kenderaan Roda Dua pun sangat sulit melintas karena badan jalan sudah longsor dan pengikikisan”, jelas Surkani sembari menunjukkan bukti – bukti foto jalan yang diabadikannya langsung pada tahun 2019 lalu.

Kondisi jalan provinsi Sumsel tersebut sangat berbanding terbalik dengan jalan di perbatasan Provinsi Sumsel – Bengkulu, Tanjung Aman Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu sudah aspal mulus sejak tahun 2001 lalu.

“Seharusnya Pemerintah Provinsi Sumsel memprioritaskan Pembangunan Jalan yang menjadi tanggung jawabnya ini”, kata Surkani seraya berharap sebelum peringatan HUT Kemerdekaan RI ke – 76 tahun 2021 mendatang jalan sepanjang 7 Km tersebut sudah mulus.

RUAS JALAN PROVINSI DI KABUPATEN OKU SELATAN:

No NO. RUAS NAMA RUAS JALAN PANJANG RUAS JALAN (Km) AWAL RUAS AKHIR RUAS
1 064 SP. Martapura – Muara Dua 24,790 S4.44982 E104.19131 S4.53380.E104.07195
2 065 Muara Dua – Kota Batu – Bts. Provinsi Lampung 59,400 S4.44982.E104.19131 S4.90731.E104.01436
3 066 Muara Dua – Sp. Haji 11,000 S4.53377.E104.07169 S4.53782.E103.99360
4 067 Sp. Haji – Simpang Campang 35,039 S4.53782.E103.99349 S4.51015 E103.76687
5 068 Sp. Campang – Ujan Mas – Batas Provinsi Bengkulu 61,000 S4.51011.E103.76684 S4.51151 E103.43903
TOTAL PANJANG 191,229

Dipihak lain salah seorang warga Muara Dua Kab. OKU Selatan  Ir. A. Sudirman, MM mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten OKU Selatan membenarkan jika akses jalan Provinsi Sumsel  menuju Provinsi Bengkulu melalui Ruas Jalan Muara Dua – Sp. Haji – Sp. Campang – Sungai Are – Ujan Mas – Air Tembok (Batas Sumsel – Bengkulu) masih kondisi tanah merah.

“Mudah-mudahan  ketimpangan pembangunan ini menjadi perhatian pihak Eksekutif dan Legislatif khususnya di Sumsel”, harap  Sudirman yang kini sebagai  Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten  OKU Selatan

Sementara itu  Deputy Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel)  Ir. Feri Kurniawan yang dimintai tanggapannya masih adanya Jalan Provinsi Sumsel yang nyaris putus dan tidak bisa dilalui kenderaan Roda Empat, nampak kaget.

“Ah yang benar saja, bagaimana mungkin itu terjadi  sebab  dalam 2 tahun ini  Dinas PU Bina Marga Sumsel justru sudah sibuk membangun Jalan Non Status, Jalan Kabupaten/Kota termasuk meningkatkan  Ruas Jalan Provinsi yang masih cukup bagus”, kata Feri Kurniawan didampingi  Boni Budi Yanto Kepala Perwakilan  LSM BARETA dan Muchtar Maduron Ketua LSM BKI Sumatera Selatan

Feri  menambahkan dirinya bersama KOALISI MEDIA DAN LSM PEMANTAU PENGADAAN baru saja  berkeliling memantau sejumlah Jalan Kabupaten/Kota yang dikerjakan oleh Dinas PU Bina Marga Sumsel sembari menunjukkan bukti – bukti foto termasuk Hasil Audit BPK RI . “Permasalahan ini akan segera kita laporkan ke Gubernur “, kata Feri.

Tingkatkan Kontribusi, Rohidin & Herman Deru Sepakat Perkuat Konektivitas dan Komoditas

Disisi lain Sumatera menjadi kontributor kedua pertumbuhan ekonomi nasional. Kontribusinya mencapai lebih dari 21 persen. Peran Pulau Sumatera yang terdiri dari 10 provinsi ini, sepakat untuk memperkuat konektivitas dan komoditas.

Selain potensi pesisir barat Sumatera sebagai jalur alternatif Selat Malaka yang semakin padat, provinsi di Sumatera juga memperkuat konektivitas antar wilayah. Seperti yang dilakukan antara Bengkulu dan Sumatera Selatan.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat silaturahmi bersama Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, peran Sumatera dalam pertumbuhan ekonomi nasional sangat strategis untuk ditingkatkan lantaran potensi segala sumber daya dan posisi geografisnya yang strategis. Karena itu, seluruh wilayah mempercepat progres proyek strategis nasional, melakukan penguatan konektivitas dan meningkatkan produktivitas serta daya saing dan mutu komoditas.

“Kita akan membuka jalur baru Bengkulu Sumsel dari Kabupaten Seluma ke Empat Lawang sepanjang 49 kilometer, kemudian peningkatan ruas jalan yang menghubungkan Kaur dengan OKU Selatan lewat Muara Sahung. Ini sangat potensial karena di Kaur ada Pelabuhan Linau yang siap menjadi jalur distribusi komoditas dari OKU Selatan,” papar Rohidin saat di Griya Agung Palembang, Kamis 25 Juni 2020 sepertihalnya Dikutif dari bengkuluprov.go.id.

Penguatan konektivitas, lanjut Rohidin, juga dilakukan untuk menghubungkan Bengkulu – Jambi melalui dua ruas jalan baru. Menghubungkan wilayah-wilayah tersebut, menurutnya akan memperkuat peran Sumbagsel di Sumatera dan kontribusi pembangunan nasional.

“Tidak melulu soal ekonomi, namun ruas jalan baru ini sebagai jalur evakuasi bencana,” ujar Rohidin.

Sepakat dengan Gubernur Rohidin, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan Sumsel dan Bengkulu merupakan satu rumpun yang tak bisa dipisahkan. Kendati secara administratif Bengkulu merupakan provinsi tetangga.

“Dengan konektivitas, kita akan semakin kuat dan menyatu. Kita ini satu rumpun termasuk komoditas-komoditas yang dihasilkan. Bisa saja produksinya di Sumsel hilirisasinya di Bengkulu atau sebaliknya, tidak ada kata lain, kuncinya silaturahmi,” terang Herman Deru yang sepakat dengan Rohidin dan meminta organisasi perangkat daerah menindaklanjuti.

Sumsel dan Bengkulu, kata Herman Deru, harus bekerja sama dan bersyukur. Bengkulu miliki potensi Pulau Baai yang nanti terkoneksi dengan tol trans Sumatera yang saat ini progresnya tengah berlangsung.

“Jalur baru yang diajukan pak gubernur ini adalah kumpulan dari kepentingan masyarakat-masyarakat sekitar untuk beraktivitas ekonomi, yakni mengkoneksikan antara Empat Lawang dengan Seluma. 49 Kilometer itu yang melawati Bukit Dingin cuma 2 kilometer. Jalur ini untuk kepentingan evakuasi atau keselamatan bagi jiwa warga kita,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru berharap pengerjaan jalan tersebut bisa dikerjakan oleh TNI AD. “Kalau pak Kasdam bersedia atas ijin Panglima TNI ini bila perlu Tripartit nanti. Pemerintah Sumsel, Pemerintah Bengkulu dan TNI AD kita untuk membuka ini. Kareno kalo tentro yang gawekan, ini akan lebih cepat,” kelakar Herman Deru.

Ini pun, sejalan dengan program yang dirancang Pemprov Bengkulu. Pembukaan ruas jalan yang mengkoneksikan Bengkulu Jambi dan Bengkulu Sumsel akan dikerjasamakan melalui program TMMD berskala besar.

Untuk diketahui, Bengkulu Sumsel saat ini terhubung melalui 2 ruas jalan provinsi yakni melalui Kepahiang – Empat Lawang dan Bengkulu Selatan – Pagar Alam. Jalan nasional yang menghubungkan Bengkulu – Lubuklinggau melalui Rejang Lebong.

(Tim/MC Pemprov Bengkulu)

Editor: A.Aroni