Intip Yuk! Potret Daerah Perbatasan PALI-Banyuasin Bak Harta Karun Yang Belum Tergali

TRANSFORMASINEWS.COM- Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bisa dikatakan salah satu jantungnya Sumatera Selatan. Pasalnya daerah yang kental menggunakan akhiran huruf E ini ternyata diapit oleh sejumlah kabupaten/kota di Sumsel.

Mulai dari Kota Prabumulih, Musi Rawas, Muara Enim, Musi Banyuasin hingga Kabupaten Banyuasin Loh!!!.

Dengan sederet fakta tersebut, hal yang wajar bukan, jika Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru mencanangkan Kabupaten PALI daerahnya segitiga emas di Sumatera Selatan. Gebrekan tersebut ditandai dengan telah dimulainya pembangunan akses jalan Kabupaten PALI yang menghubungkan Kabupaten Musi Rawas.

“Bukan hal yang mustahil jika kelak Kabupaten PALI akan jadi pusat bisnis kedua setelah Kota Palembang,” ujar Herman Deru dalam sebuah momen peringatan HUT Kabupaten PALI ke-9.

Petikan statement gubernur tersebut mengingatkan alam bawa sadar penulis. ” Hal yang tak mungkin asal omdo (omong doank) dari seorang pemimpin yang visioner, kenyang akan mindset dan track recordnya”. Herman Deru nampak sadar betul, jika Kabupaten PALI tidak hanya kaya akan sumber daya alam akan tetapi memiliki berbagai potensi yang jika dikembangkan dan dioptimalkan, maka akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bumi Sriwijaya, karena letaknya yang strategis.

Perbatasan Kabupaten PALI-Banyuasin

View yang indah adalah salah satu kesan penulis saat tepat berada di pinggiran sungai Musi daerah perbatasan Kabupaten PALI-Banyuasin. Ditemani secangkir kopi duduk di sebuah warung yang menghadap ke sungai, penulis menyaksikan sendiri kesibukan perahu motor yang silih berganti melayani warga yang akan melakukan penyebrangan.

“Andai saja ada sebuah jembatan. Begitu hidupnya kawasan ini,” pikir penulis seraya nyerumput kopi menikmati desiran angin sepoi-sepoi.

Kawasan perbatasan Kabupaten PALI-Banyuasin sendiri dipisahkan oleh sungai Musi. Untuk sampai diperbatasan anda bisa melalui jalan dari Desa Prambatan Kecamatan Abab menuju perkebunan sawit milik PT Golden Blossom Sumatera. Dengan membayar ongkos angkut perahu motor Rp10 ribu, kita sudah menginjakkan kaki di wilayah tetangga, yakni Kabupaten Banyuasin, tepatnya di Desa Penandingan, Kecamatan Rantau Bayur.

Mode transformasi sungai menjadi satu-satunya akses bagi warga Banyuasin menuju Kabupaten PALI begitu juga sebaliknya

Di wilayah perbatasan ini, juga terdapat dermaga bongkar muat batubara, yakni PT EPI dan Servo Lintas Raya (PT Titan).

Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Dr Ir H Heri Amalindo MM., sempat pernah mengutarakan ketertarikannya akan potensi wilayah perbatasan PALI-Banyuasin.

“Bayangkan jika nanti terdapat pelabuhan di sana. Prambatan akan jadi kawasan industri. Akses infrastruktur PALI tembus Musi Rawas bagus. Orang bawa sayur dari Pagaralam lain akan lewat kita karena akses yang begitu dekat. Berbagai perusahaan industri akan berdiri di sana. Sudah berapa menyerap tenaga kerja,” Curhatnya dalam sebuah kesempatan bincang-bincang penulis beberapa tahun lalu.

Diberbagai kesempatan, Pemimpin PALI dua periode itu pernah menegaskan, jika membangun Kabupaten PALI tidak bisa ia lakukan sendiri.

“Membangun PALI ini tidak bisa saya sendiri butuh kerjasama kita semua,” ujarnya.

Disclaimer: Artikel ini adalah Opini analysis ditulis oleh Redaktur Transformasinews.com Budi Suwarno, S.H. Penulis adalah pemerhati kebijakan Publik dan aktif membuat tulisan-tulisan opini yang konstruktif.

About Admin Transformasinews

"Orang yang mengerti itu mudah untuk memaafkan"

View all posts by Admin Transformasinews →