Hibah Masjid Sriwijaya, Diskresi Yang Membentur Aturan Perundangan

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG

Pernyataan ahli yang mengatakan, kerugian negara karena pelaksanaan pembangunan diprotes keras oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Sumatera Selatan.

Menurut MAKI, ahli yang dimintai pendapat harusnya melihat terlebih perjanjian antara Yayasan wakaf dengan kontraktor pelaksana sebelum berpendapat.

“Pernyataan ini membentuk opini yang menyatakan, proses penganggaran dan pencairan telah sesuai prosedur padahal sangat jelas ada aturan yang dilanggar”, kata Feri, Deputy MAKI Sumsel, Kamis (27/05/21).

MAKI berharap, agar para ahli jangan asal bunyi karena akan menjadikan proses hukum tidak lagi objektif.

“Pernyataan Ketua TAPD yang menyatakan, hibah untuk Yayasan Masjid Sriwijaya berdasarkan kesepakatan sudah memberikan sinyal pelanggaran aturan Kemendagri No. 32 dan 39 terkait pemberian dana hibah, karena hibah menyangkut uang negara bukan uang pribadi”, kata Feri lebih lanjut.

Penerima hibah belum mempertanggungjawabkan penggunaan dana seperti yang diharuskan dalam Permendagri 32 serta perubahannya No. 39. Dan ini artinya semua kerugian negara tanggung renteng dan tanggungjawab Yayasan Wakaf Sriwijaya.

Terkait prosedur pemberian hibah yang dibahas pada tahun anggaran sebelumnya, pihak MAKI mempertanyakan, apakah sudah memenuhi prosedur dan apakah pencairannya tidak melewati waktu, sehingga bisa dipertanggungjawabkan oleh penerima hibah

Persetujan hibah harus melalui proses di eksekutif dan legislatif. Dan bila menyimpang, maka harus dinyatakan melanggar pasal 2 dan pasal 3 Undang – undang Tipikor, karena Ormas atau Yayasan belum 3 (tiga) tahun terdaftar di Pemprov Sumsel sebagai syarat administrasi, bisa menjerat Kaban Kesbangpol Sumsel ke jeruji besi.

“Apalagi kalau hibah berdasarkan kesepakan dan disposisi pencairan, serta dicairkan akhir tahun apa tidak sangat melanggar aturan”, kata Feri kembali.

“Tanya unsur pimpinan DPRD Sumsel, banggar, Komisi 3 (tiga) apa persetujuan hibah Masjid sesuai ndak dengan Permendagri, karena di rapat paripurnalah barang ini jadi dan apakah dievaluasi oleh Mendagri hibah itu”, Feri mengakhiri.

About B S W

"Orang yang mengerti itu mudah untuk memaafkan" by B431

View all posts by B S W →