Giliran LSM Dan Ormas Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Hibah Sumsel 2013

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Jaksa Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung RI, Rabu (23/10) memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan kasus korupsi hibah Sumsel tahun 2013. Kali ini adapun saksi yang diperiksa, yakni dari sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) dan juga LSM.

Pemeriksaan tersebut merupakan pemeriksaan lanjutan, dimana dihari sebelum, Selasa (22/10/2019) Jaksa Penyidik Kejagung telah meemerisa saksi dari mantan anggota DPRD Sumsel periode 2009-2014, yaitu RA Anita Noeringhati, Holda, Sakim, Asbulah dan Rasyidi.

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Khidirman membenarkan, jika sampai saat ini Jaksa Penyidik Pidsus Kejagung RI masih melakukan pemeriksaan saksi dugaan kasus dana hibah Sumsel tahun 2013 di Kejati Sumsel.

“Sesuai jadwal pemeriksaan jika Jaksa Penyidik Pidsus Kejagung RI masih melakukan pemeriksaan saksi di ruang pemeriksaan yang berada di lantai 6 Gedung Kejati Sumsel,” katanya.

Menurutnya, dirinya tidak mengetahui persis siapa saja yang diperiksa. Namun diantaranya ada pihak dari Ormas dan LSM.

“Kalau siapa-siapa saja yang diperiksa kami tidak tahu, karena pemeriksaan ini dilakukan langsung oleh Kejagung RI, kami dari Kejati Sumsel hanya memfasilitasi tempat pemeriksaan saja,” ungkapnya.

Sementara pantauan di lapangan, tampak sekitar pukul 10.00 WIB empat orang saksi dari Ormas dan LSM masuk ke dalam Gedung Kejati Sumsel. Kemudian sekitar pukul 16.00 WIB, keempatnya keluar dari Gedung Kejati.

Salah satu dari empat orang yang terlihat keluar dari Gedung Kejati tersebut mengakui, jika Jaksa Kejagung RI melakukan pemeriksaan saksi dari Ormas.

“Aku ngerewangi kawan yang diperiksa saksi terkait hibah 2013, dan kami dari Ormas, untuk jumlah saksi yang diperiksa Kejagung tidak banyak, ada sekitar tiga atau empat orang. Mungkin besok (hari ini), banyak saksi lainnya yang juga akan diperiksa Kejagung di Kejati Sumsel,” katanya sembari memegang map dan dengan langkah cepat menuju mobil minibus warna putih yang dikemudikannya seorang diri.

Sedangkan saksi lainnya dari LSM juga mengakui jika kedatangannya di Kejati Sumsel guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh Jaksa Kejagung.

“Ya, tadi diperiksa jadi saksi. Pemeriksaannya di lantai atas,” singkatnya dengan langkah cepat bergegas meninggalkan Gedung Kejati Sumsel.

Diberitakan sebelumnya, Selasa (22/10/2019) Jaksa Penyidik Pidsus Kejagung RI telah memeriksa sejumlah mantan anggota DPRD Sumsel periode 2009-2014 di Kejati Sumsel.

RA Anita Noeringhati selaku mantan anggota DPRD Sumsel yang diperiksa sebagai saksi saat itu mengatakan, kedatangannya di Kejati Sumsel guna memberikan keterangan sebagai saksi terkait dugaan kasus hibah Sumsel tahun 2013.

“Tadi saya diminta keterangan oleh jaksa dari Kejagung terkait dana hibah tahun 2013. Karena hibah ini kan dugaan kasus yang lama, yang akan diungkap lagi. Makanya saya diminta memberikan keterangan, akan tetapi pertanyaan yang diajukan sama dengan yang lama. Jadi keterangan saya juga sama saat saya diperiksa pada tanggal 1 Maret 2016 lalu dan tanggal 20 Oktober 2016,” terangnya.

Diungkapkannya, dalam pemeriksaan tersebut dirinya hanya diperiksa sebentar dan diajukan 20 pertanyaan terkait dirinya selaku anggota DPRD Sumsel yang juga saat itu menjabat di Badan Anggaran (Banggar).

“Sebenarnya pemeriksaannya sebentar ya, tapi karena komputer penyidik agak lemot jadi harus menunggu. Dalam pemeriksaan tersebut, saya diajukan pertanyaan seputaran saat saya menjabat anggota DPRD yang ketika itu mendapat dana aspirasi serta terkait Banggar. Alhamdulillah, data saya lengkap jadi saya bisa membuktikannya,” terangnya.

Dilanjutkannya, jika saat diperiksa oleh Jaksa Kejagung dirinya melihat satu berkas, dimana di dalam berkas tersebut belum ada tersangka yang ditetapkan.

“Tadi saya lihat ada satu berkas namun diberkas tersebut belum ada nama tersangkanya. Sedangkan untuk mantan anggota DPRD Sumsel yang diperiksa, selain saya ada juga Ibu Holda, Sakim, Asbulah dan Rasyidi. Tapi untuk Ibu Holda pemeriksaannya cepat, karena komputernya tidak lemot jadi Ibu Holda duluan selesai diperiksa,” ungkapnya.

Sedangkan Rasyidi yang juga mantan anggota DPRD Sumsel periode 2009-2014 mengungkapkannya, jika kedatangaannya ke Kejati Sumsel untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi dana hibah Sumsel tahun 2013.

“Sama yang seperti dulu, saya diperiksa sebagai saksi dugaan kasus korupsi dana hibah Sumsel. Dalam pemeriksaan tersebut, pertanyaan yang diajukan Jaksa Kejagung sama dengan yang dulu-dulu,” ucapnya sembari berjalan menunju mobil yang dikendarainya.

Sementara Sakim selaku mantan anggota DPRD Sumsel periode 2009-2014 yang ketika itu juga terlihat datang ke Kejati Sumsel juga mengakui jika kedatangannya untuk memberikan keterangan saksi terkait dugaan kasus dana hibah Sumsel tahun 2013.

“Saya diperiksa Kejagung sebagai saksi, dan pertanyaan jaksa dalam pemeriksaan tersebut sama seperti tahun lalu, tidak ada tambahan pertannyaan. Terkait adanya pemeriksaan ini, ya kita serahkan saja sama hukum,” ujarnya singkat.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumsel, Sugeng Purnomo saat itu membenarkan jika Jaksa Penyidik Pidana Khusus Kejagung RI memeriksa sejumlah saksi dalam dugaan kasus korupsi dana hibah Sumsel tahun 2013 di Kejati Sumsel.

“Penyelidikan dana hibah ini kan berlanjut, makanya teman-teman dari penyidik Kejagung melapor ke saya jika mereka melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap para saksi-saksi di Kejati ini,” ungkapnya.

Masih dikatakan Kajati, dalam pemeriksaan lanjutan tersebut Kejagung RI mengumpulkan bahan-bahan dan data serta keterangan dari para saksi, yang tujuannya untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

“Pemeriksaan para saksi ini merupakan domainnya Kejagung RI, jadi kami tidak tahu siapa saja yang diperiksa. Namun yang saya ketahui, jika pemeriksaan tersebut dilakukan sampai selesai di minggu ini. Sedangkan kalau untuk jumlah saksi yang diperiksa lebih dari satu oarang,” tandas Kajati saat itu.

Seperti diketahui, dalam perkara ini Kejagung RI sebelumya telah menetapkan dua tersangka yang kini telah menjadi terpidana usai divonis Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Klas I A Palembang. Keduanya yakni; mantan Kepala BPKAD Sumsel, Laonma PL Tobing yang divonis hakim 5 tahun penjara dan mantan Kepala Badan Kesbang Pol Sumsel,  divonis hakim 4 tahun 6 bulan.

Namun keduanya menngajukan kasasi dantelah mendapat ketetapan hukum tetap mantan Kepala BPKAD Sumsel, Laonma PL Tobing diputuskan menjadi 7 tahun 6 bulan sedangkan mantan Kepala Badan Kesbang Pol Sumsel menjadi hukuman 1 tahun 10 bulan.

Sumber:KoranSN (ded)

Editor: A.Aroni

Posted by: Admin