Dugaan Korupsi Kredit Bank Sumselbabel Senilai Rp.15 M TSKnya Sudah Ditahan Kejati Sumsel

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel kini telah menaikan status penyelidikan dugaan korupsi kegiatan pemberian fasilitas kredit modal kerja Bank Sumsel Babel ke penyidikan. Bahkan Kejati Sumsel juga telah menahan tersangka dalam dugaan kasus ini.

Demikian ditegaskan Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khidirman kepada Suara Nusantara, Minggu (29/9/2019).

Menurut Khidirman, dinaikannya status penyidikan perkara ini, diduga dalam pemberian fasilitas kredit modal kerja dari Bank Sumsel Babel kepada perusahaan berinisial PT GI senilai Rp 15 miliar, terjadi dugaan kerugian negara.

Baca Juga :   Harnojoyo: Ziarah Kubro Wisata Religi di Bumi Sriwijaya

“Penanganan dugaan kasus ini sudah dinaikan menjadi penyidikan. Bahkan belum lama ini, tersangka dari pihak perusahaan sudah kami lakukan penahanan,” tegasnya.

Masih dikatakan Khidirman, penetapan dan penahanan tersangka tersebut dilakukan setelah sebelumnya Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Sumsel telah melakukan penyelidikan terkait kredit modal kerja Bank Sumsel Babel tersebut.

“Nah, dari hasil penyelidikan inilah kami menaikan status penyelidikan menjadi penyidikan. Sebab saat ini dalam dugaan kasus tersebut, Kejati Sumsel telah menetapkan tersangka dan melakukan penahanan kepada tersangka tersebut,” terangnya.

Lanjut Khidirman, penetapan dan penahanan tersangka dalam dugaan kasus ini dilakukan setelah Kejati Sumsel menerbitkan surat perintah penyidikan dengan Nomor SPDIK: PRINT-02/N.6/FD.1/08/2019 tanggal 07 Agustus 2019.

Baca Juga :   Kasus Suap Kabupaten Banyuasin, Zulfikar: Fee Proyek Sudah Biasa

“Jadi dugaan kasus tindak pidana korupsi kegiatan dalam pemberian fasilitas kredit modal kerja Bank Sumsel Babel saat ini sudah kami naikan ke tahap penyidikan,” tutupnya.

Terpisah, Sekretaris Bank Sumsel Babel, Faisol Sinin saat dimintai konfirmasi dan tanggapan terkait dugaan kasus tersebut dan telah ditahannya satu tersangka oleh Kejati Sumsel enggan berkomentar banyak.

“Kami masih mengikuti perkembangannya,” ujar Faisol Sinin.

Sumber: koransn.com (ded)

Editor: A.Aroni

Posted by: Admin