Duet Kepala Daerah Jadi Penantang Tangguh Herman Deru? Berikut Prediksi Otak Atik Pasangan Cagub Sumsel 2024

TRANSFORMASINEWS.COM-Pilkada serentak Sumsel 2024 bisa dibilang tensinya sudah mulai menaik. Hal ini tidak terlepas dari manuver sejumlah figur yang digadang-gadang akan maju dalam bursa pencalonan Pilgub Sumsel 2024 mendatang.

Adapun beberapa figur yang mulai terang-terangan menyatakan akan meramaikan kontestasi Pilkada Sumsel 2024 seperti eks Walikota Palembang dua periode, Eddy Santana Putra, Mantan Wagub Sumsel, H Ishak Makki, Bupati PALI, H Heri Amalindo.

Banyak pihak memprediksi perhelatan Pilkada Sumsel 2024 akan menjadi ajang pertarungan yang sengit. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya para bupati/walikota yang lompat menuju perebutan kursi Sumsel 1.
Namun, sejauh ini hanya Bupati PALI, H Heri Amalindo yang terang-terangan menyatakan akan maju di Pilkada Sumsel 2024. Bahkan, Heri saat ini terus agresif dan semakin intens melakukan silaturahmi dengan sejumlah pihak dan masyarakat.

Salah satu politisi yang juga Pimpinan partai besar di Sumsel memberikan kisa kisinya.

“HD-CU merujuk ke Herman Deru-Cik Ujang. HA-PA (Heri Amalindo-Popo Ali), MY-PS (Mawardi Yahya-Pranata Sohe),” tulisnya dalam sebuah diskusi salah satu grup WhatsApp.

Sementara itu, pengamat politik Sumsel, Fatkurohman S.sos., menilai Atmosfer Pilgub Sumsel 2024 mirip dengan Pilgub 2008 saat itu petahana Syahrial Oesman ditantang oleh Bupati Musi Banyuasin Alex Noerdin. Pilkada 2008 dan 2024 bisa dikatakan petahana sama-sama tidak menjabat lagi.

“Jika 2008, SO harus mundur oleh aturan dan digantikan oleh Pelaksana Tugas (Plt), sementara 2024 petahana HD habis masa jabatan digantikan oleh Penjabat (Pj),” ujar Fatkurohman saat dihubungi Transformasinews.com, Minggu, 5 Februari 2023.

Menurut Fatkurohman, kondisi ini tentu bakal berpengaruh terhadap Pilgub Sumsel termasuk posisi penjabat yang akan ditunjuk Mendagri mendatang.

Sementara terkait calon, Golkar di Sumsel sejak era Pilkada langsung selalu punya tradisi mengusung kandidat gubernur. Jika ini masih tetap konsisten maka bisa dikatakan bisa lebih dua pasang.

“Poros pertama Nasdem dengan Cagub Herman Deru, Poros kedua PDIP dengan Cagub Heri Amalindo, kemudian poros ke-3 Golkar serta termasuk peluang poros ke-4 bisa motori Demokrat ataupun Gerindra”. ulasnya.

Kemudian, perlu dilihat juga dinamika pilpres. Jadwal pilpres juga sangat berdekatan dengan pilkada serentak apalagi jika terjadi dua putaran tahapan pilkada serentak akan bersinggungan.

“Maka kemungkinan koalisi pilpres juga akan turun ke daerah. Jika ini terjadi bisa saja kemungkinan lebih dari dua pasang,” timpalnya.

“Jika mengacu dinimaka saat ini terkait pilpres maka akan muncul koalisi Nasdem, Demokrat, PKS. Kemudian koalisi Gerindra-PKB dan, Koalisi Golkar, PAN, PPP serta PDIP,” urainya.

Penulis: Budi Suwarno SH

About Admin Transformasinews

"Orang yang mengerti itu mudah untuk memaafkan"

View all posts by Admin Transformasinews →