DPRD Muara Enim Ngotot Gelar Pilwabup, Massa Demo Kemendagri, Pemilihan Tidak Relevan Lagi

TRANSFORMASINEWS.COM-DPRD Muara Enim sepertinya masih ngotot menggelar Pilwabup sisa masa jabatan Periode 2018-2023.

Hal itu ditandai, pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim yang siap menganggarkan sendiri anggaran untuk Pilwabup jika Pemkab tidak memiliki anggaran.

Di sisi lain, sejumlah element masyarakat terus menyuarakan penolakan pemilihan Wabup Muara Enim sisa masa jabatan 2018-2023. Mereka, menilai Pilwabup tersebut syarat akan kepentingan dan tidak relevan lagi, mengingat jabatan Bupati dan Wakil Bupati Periode 2018-2023 menyisakan sekitar 10 Bulan lagi.

Bahkan, puluhan massa rela menggelar orasi damai di Kemendagri, Rabu, 31 Agustus 2022.

Puluhan massa tersebut meminta membatalkan pemilihan Wakil Bupati Muara Enim karena dinilai melanggar aturan serta terkesan dipaksakan.

Ada beberapa tuntutan dari para massa, yakni (1) Mendagri Tolak Rencana Pemilihan Wakil Bupati Kabupaten Muara Enim karena kurang  dari 18 Bulan sampai akhir Periode 2023.

(2) Mendagri Harus Gagalkan Pemilihan Wakil Bupati Muara Enim Karena Menyalahi Aturan.
(3) Jangan Biarkan DPRD Muara Enim Melanggar Undang-Undang.
(4) DPRD Muara Enim Jangan Gegabah Memilih Wakil Bupati Muara Enim Tanpa Dasar Hukum. (5) Pasal 176 Ayat 4 Sudah Jelas Melarang Pemilihan Wakil Bupati Kurang Dari 18 Bulan. (6) Pemilihan Wakil Bupati Muara Enim Dipaksakan dan Sangat Tidak Tepat.

Japri S.Sos., salah satu tokoh masyarakat Gelumbang Raya yang juga mantan Anggota DPRD Dapil III Muara Enim, mengungkapkan bahwa hal ini tentunya sudah bertentangan Jika DPRD Muara Enim memaksakan kehendaknya untuk menggelar Pilwabup Muara Enim.

“Dan semua sudah jelas tidak relevan lagi untuk diadakan Pilwabup di Parlemen tingkat II tersebut, namun jika masih dipaksakan Pilwabup, artinya akan cacat hukum.

Dia menyarankan, lebih baik DPRD Muara Enim Fokus dengan pembenahan karena pengalaman negatif masa lalu yang menjerat para anggota DPRD Muara Enim saat itu, bisa dijadikan pelajaran dalam meraih simpati masyarakat.

“Ya, sangat mendukung aksi unjuk rasa menolak serta menggugat Pilwabup Muara Enim hingga 2023 Karena selain waktunya mepet, dan juga kita nilai lebih banyak moderatnya ketimbang berkahnya ,”ungkap Japri.

Dikatakan Japri, bahwa aksi Ormas di Jakarta sangat pihaknya apresiasi. “Karena mereka juga putra daerah Muara Enim yang peduli dengan bangkitnya Muara Enim. Serta sekarang ini Muara Enim yang lagi tengah giat-giatnya bangkit dan juga telah berjalan kondusif,” bebernya. (Junaidi/Joglo)

About Admin Transformasinews

"Orang yang mengerti itu mudah untuk memaafkan"

View all posts by Admin Transformasinews →