Diduga Buruknya Kinerja Dinas PU Cipta Karya Sumsel?

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Pada tahun anggaran 2016 Dinas PU Cipta Karya yang saat ini berubah nomenklatur menjadi Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman telah menganggarkan belanja sebesar Rp.137.423.273.635 dengan realisasi per 31 Desember 2016 sebesar Rp.92.879.797.003 atau 67,59% dari anggaran.

Dari realisasi tersebut, di antaranya merupakan realisasi belanja modal dan realisasi belanja barang yang akan diserahkan kepada masyarakat atau pihak ketiga. Yaitu berupa kegiatan pekerjaan fisik sebesar Rp.63.978.592.721,00.

Adapun rekapitulasi belanja tersebut yakni:

– Belanja modal peralatan dan mesin dari anggaran Rp.803.100.000 terealisasi Rp.438.125.000 atau 54,55%.

– Belanja modal gedung dan bangunan Rp.20.274.750.000 terealisasi Rp.11.270.702.160 atau 55,59%.

– Belanja modal aset lainnya Rp.44.284.000 realisasi 0 atau 0%.

– Belanja barang yang akan diserahkan pada masyarakat Rp.70.536.433.000 terealisasi Rp.50.121.289.661 atau 71,06%.

– Belanja barang yang akan diserahkan pada pihak ketiga Rp.9.853.900.000 terealisasi Rp.2.148.475.900 atau 21,80%.

Jumlah Rp.101.512.467.000 terealisasi Rp.63.978.592.721 atau 63,03%.

Dari penjelasan di atas terlihat kesan, buruknya kinerja Dinas PU Cipta Karya Sumsel, yang tandai dengan minimnya serapan anggaran. Yaitu hanya sebesar 63,03% dari total anggaran.

Selain itu, yang bikin publik Sumsel geram adalah, terdapat pekerjaan pada realisasi belanja modal berupa pekerjaan timbunan dan realisasi belanja barang yang akan diserahkan pada masyarakat atau pihak ketiga berindikasi menguap. Atau, berpotensi mengalami kebocoran berupa pekerjaan jalan lingkungan sebesar Rp.3.110.709.426,81.

Sumber:  klikanggaran.com

Posted By: Admin Transformasinews.com