DEWAN PERS SEGERA TERTIBKAN WARTAWAN ABAL-ABAL

Pemred Transformasi dan Ketua Dewan Pers
Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dan Pemred Transformasi Amrizal Aroni, Saat acara “Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Masa Pers dalam Meliput isu-isu Terorisme” FORUM KOORDINASI PENCEGAHAN TERORISME (FKPT) SUMSEL 27/10/2016. Dok.Foto Transformasinews.com

TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA. Dewan Pers menggandeng Kesekjenan DPR RI untuk melakukan penertiban media-media online yang melakukan peliputan di komplek parlemen. Dalam rangka menghindari praktik media massa palsu.

“Kami juga minta bantuan dari Sekjen DPR untuk membersihkan wartawan abal-abal di lingkungan parlemen. Mulai 9 Februari kami sudah meminta Kesekjenan untuk melindungi parlemen dari praktik media abal-abal,” jelas Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/1).

Menurutnya, mulai 7 Februari 2017, Dewan Pers melakukan verifikasi terhadap seluruh media massa berbasis online yang ada di Indonesia. Dari 4.300 media online yang ada, baru tercatat sekitar 200 media yang terdaftar di Dewan Pers.

“Kami akan adakan standar kompetensi wartawan,”kata Yosep.

Nantinya, dari proses verifikasi, wartawan yang tidak memiliki kemampuan jurnalistik tidak lagi diizinkan untuk bekerja di media massa. Terkait banyaknya pihak-pihak yang mengaku sebagai jurnalis atau wartawan abal-abal.

“Ini kejadian di Bima, loper koran menjadi pemred. Ini kejadian di DPR, banyak wartawan abal-abal mengatasnamakan dari lembaga,” tegas Yosep.

Sumber: Rmol[wah]

Posted by: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.