Deputy MAKI Sumbagsel: Menanti Penetapan tersangka Kejati Sumsel Ibarat Penantian Tak Pasti

Feri Kurniawan Deputy MAKI Sumbagsel. Dok.Foto Amrizal Aroni Transformasinews.com

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – “Semakin banyak pemberitaan tentang kasus korupsi yg di tangani Kejati Sumsel namun belum juga ada yang ditetapkan sebagai tersangka”, ucap Deputy MAKI Sumsel “Feri Kurniawan” saat bincang – bincang dengan pegiat anti korupsi itu.

“Patut di apresiasi langkah Kejaksaan tinggi Sumsel yang menindak lanjuti semua kasus pidana korupsi di Sumsel namun akan jadi Bumerang bila hanya sebatas pemanggilan saksi”, ucap Feri kembali.

“Kasus yang marak di pemberitaan saat ini seperti PDPDE dengan potensi kerugian negara mencapai 1 (satu) trilyun, Bansos Koni Sumsel dg aliran dana Rp. 280 milyar, Dugaan korupsi Masjid dengan potensi kerugian negara lebih dari Rp. 50 milyar sangat enak untuk dibaca”, timpal Deputy MAKI Sumsel.

“Belum lagi dugaan korupsi dengan potensi kerugian negara puluhan milyar seperti PLTS Jakabaring, Patralog, Replanting Muba dan kasus korupsi yg sudah terbit sprindik sangat enak untuk dibaca”, Kata Feri Deputy selanjutnya.

“Hampir setiap hari media on line dan harian di Sumsel menyajikan berita korupsi di halaman depan dengan pernyataan – pernyataan dari Kejati Sumsel yang menyejukkan hati dan memberi harapan besar akan penegakkan hukum di Sumatera Selatan”, Ucap Feri Deputy MAKI Sumsel sambil menghisap rokoknya dalam sekali.

“Namun ibarat pungguk merindukan bulan di siang hari, belum ada satupun perkara korupsi yang menetapkan tersangka padahal sudah berbulan – bulan di muat di media bahkan ada yang sudah lebih dari satu tahun namun sang tersangka belum juga datang”, ucap Deputy MAKI dengan mimik muka tertawa kecil.

“Seperti perkara korupsi PDPDE pada penjualan gas negara dengan potensi kerugian negara hampir 1 (satu) trilyun kata Aspidsus Kejati Sumsel, sudah dari sept 2019 dan sampai sekarang menunggu audit BPK RI yang tak kunjung selesai di hitung”, timpal Deputy MAKI Sumsel.

“Tapi inilah Indonesiaku semua serba sopan santun dan penuh pengertian untuk perkara tindak pidana korupsi karena tidak di pungkiri bahwa korupsi menjadi salah satu roda penggerak ekonomi dengan keinginan belanja koruptor yang sedemikian besar dan sifat konsumtifnya”, pungkas Feri Kurniawan Deputy MAKI Sumsel. (Fk/Redaksi)