Ada 213 Orang yang Tertipu Akan Lolos PNS di Musi Rawas

lsm-laki-dan-wartawan-ketika-menyerahkan-uang-sogok
LSM LAKI dan wartawan di Prabumulih ketika menyerahkan uang sogok dibungkus koran, Selasa (28/10/2014). FOTO:TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON /LIUSTRASI

TRANSFORMASINEWS, MUSIRAWAS – Mardjoni mengaku percaya terhadap T, pensiunan pegawai BKN yang dia kenal setahun yang lalu di Jakarta. Ketika itu Mardjoni sedang galau karena anaknya, yang pada akhir 2013 lalu mengikuti tes CPNS di formasi Hukum Pemkab Sarolangun, tidak lulus.

Mardjoni mengakui itulah awal dia mengenal T. Dia pergi ke kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) Republik Indonesia guna meloloskan langkah anaknya tersebut diterima sebagai abdi negara. (Baca: Mardjoni Terlanjur Kirim Rp 3 Miliar)

Sesampainya di Jakarta, dia pun bertemu T yang pada saat itu masih sebagai staf dan mengaku pula sebagai koordinator di BKN Pusat. Mardjoni menceritakan maksud kedatangannya untuk mencari tahu bagaimana cara meluluskan anaknya. Bak gayung bersambut, T pun lantas menawarkan diri bahwa bisa mengeluarkan surat keterangan (SK) sebagai PNS apabila ada orang yang mau, bahkan nantinya akan ditempatkan di instansi yang telah ditentukan.

Untuk lebih meyakinkan lagi, T mengungkapkan bahwa sejumlah peserta yang akan menjadi PNS tidak perlu melakukan tes atau mengikuti seleksi penerimaan CPNS. Hanya cukup dengan melampirkan berbagai dokumen, seperti ijazah.

Akhirnya, niat Mardjoni untuk meluluskan anaknya sebagai PNS pun diurungkan, dia lebih memilih mencari orang seperti yang ditawarkan T untuk menjadi PNS, tentunya dengan iming-iming uang bagi hasil apabila berhasil mengumpulkan sejumlah orang.

Tidak butuh waktu lama sesampainya di Jambi, dirinya mencari sejumlah orang yang hendak menjadi PNS tanpa mengikuti tes, bahkan dengan bermodalkan yang menjelaskan bahwa pada tahun 2013 dia pernah menduduki jabatan sebagai Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sarolangun terhadap korbannya sehingga percaya.

Banyak Peminat

Sebanyak 213 korban sampai tahun 2014 yang percaya dengan ucapannya dan telah menyetorkan uang. “Dari setiap orang yang menyetor uang, 10 persen saya mendapatkan keuntungan, untuk meyakini sejumlah rekrutan saya mengatakan kalau gol (terima) saya setorkan, tapi kalau tidak lulus saya pulangkan kembali duitnya,” kata pria yang terakhir menjabat sebagai Sekdis Perhubungan Sarolangun sebelum dimutasi sebagai Staf BKD.

Mardjoni sudah mengumpulkan uang sebanyak Rp 3 miliar langsung menyetorkan uang tersebut kepada T dengan cara transfer dan ada yang diantar langsung ke Jakarta. Dari 216 orang menjadi korban, sebagian ada yang belum menyerahkan uang lunas.

“T berjanji nanti tanggal 8 November ini pengumuman calon yang direkrut untuk menjadi PNS, tapi belum tanggalnya saya sudah dilaporkan tentang penipuan dan akhirnya tertangkap,” ungkapnya.

Namun, uang yang berhasil dikumpulkan dia bersama rekannya Arios dan telah disetorkan kepada T, dia belum menerima cipratan fee yang telah dijanjikan sebanyak 10 persen dari uang yang disetorkan.

Mardjoni membantah telah melakukan penipuan. Dia bersikeras sejumlah nama yang sudah dicatat telah divalidasi cap BKN. “Bukti cap validasinya ada, jadi nama-nama yang sudah diketik dan diprint di beri cap oleh T dan dipastikan mereka menerima SK PNS,” katanya.
Diakuinya, selama menjadi Sekretaris BKD, memang belum pernah mendengar adanya penerimaan PNS melalui jalur khusus tanpa tes, mengingat beban sebagai orangtua yang anaknya tidak lulus PNS, berbagai cara dia lakukan agar bisa melihat anaknya berseragam Korpri.

“Saya percaya saja dengan T, karena bisa meluluskan orang sebagai PNS, tapi saya berani bersumpah duit yang saya kumpulkan belum sepeser pun saya cicip,” pungkasnya.

Sedangkan menurut penuturan Arios, dia diajak mencari orang yang akan dijanjikan lulus sebagai PNS tanpa mengikuti tes. Alhasil salah satu kerabatnya pun direkrut. Kerabatnya inilah yang kemudian membongkar prakrik penipuan dengan cara melaporkannya ke polisi.

Arios yang tergiur dengan janji Mardjoni apabila mencari orang yang ingin menjadi PNS, akan diberikan uang sebanyak Rp 10 juta sampai Rp 25 juta. “Saya kenal dengan Mardjoni memang sudah lama, dan dia yang menghubungi untuk mencarikan orang yang ingin menjadi PNS lewat jalur khusus, apabila mendapatkan orang yang mau, ya saya dijanjikan duit,” katanya.

Sumber: (TRIBUNSUMSEL.COM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.