Forum 7 LSM Dan ORMAS Gelar Aksi Demo Tuntut HK Diproses Hukum

LSM INDOMAN
Puluhan warga yang tergabung dalam tujuh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan ORMAS di Kota Baturaja Kabupaten OKU, menggelar aksi demo damai mulai titik kumpul di pekarangan Kantor DPRD OKU menuju Toko milik HK, kemarin (11/3). Foto:Palembang Ekpres

TRANSFORMASINEWS, BATURAJA. Puluhan warga yang tergabung dalam tujuh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan ORMAS  di Kota Baturaja Kabupaten OKU, menggelar aksi demo damai mulai titik kumpul di pekarangan Kantor DPRD OKU menuju Toko milik HK, kemarin (11/3).

Aksi demo damai tersebut dilakukan para pendemo lantaran menuntut pihak aparatur kepolisian untuk segera menuntaskan kasus penipuan tanah yang diduga melibatkan seorang oknum ketua Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghwa Indonesia (PSMTI) Kabupaten OKU.

Menurut  Subianto Ketua LSM-INDOMAN OKU dan  Edi Nurbudi  dari LSM GEMURUH yang tergabung dalam Forum 7 LSM dan ORMAS, oknum ketu PSMTI tersebut sama sekali tak memiliki lahan tanah seluas 2 hektare seperti yang disampaikannya saat Imlek di OKU, 23 Februari 2015 lalu.

Dalam gelaran aksi demo damai tersebut, tujuh forum LSM dan ORMAS tersebut mengungkapkan, kalau oknum Ketua PSMTI Kabupaten OKU berinisial HK diduga telah membohongi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU dalam hal ini Bupati OKU termasuk masyarakat di Kecamatan Baturaja Barat, karena yang bersangkutan mengaku memiliki lahan tanah seluas 2 hektar yang nantinya akan dihibahkan pihak PSMTI untuk dijadikan lokasi pembangunan kantor Kecamatan Baturaja Barat serta Mapolsek Baturaja Barat.

Masih menurut Subianto, akibat ulah oknum Ketua PSMTI ini, sampai saat ini realisasi rencana pembangunan kedua kantor pemerintah tersebut sampai saat ini belum ada kepastian.

Dikarenakan, letak lokasi tanah sebagai lahan tukar guling terhadap lahan tanah yang saat ini ditempati oleh kantor Kecamatan Baturaja Barat dan Kantor Polsek Baturaja Barat tidak kunjung terealisasi.

“Kami atas nama masyarakat di Kecamatan Baturaja Barat yang tergabung dalam forum tujuh LSM dan ORMAS  meminta agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas soal Kebohongan Publik ini. Karena kami sebelumnya telah menyampaikan laporan pengaduan secara tertulis pada tanggal 30 Desember 2015 lalu guna memperjelas kepastian hukum atas kasus ini dan Polres OKU belum ada tanggapan sehingga kami melaporkan secara tertulis ke Kapolda Sumsel tertanggal 3 Pebruari  2016 atas nama 7 LSM dan ORMAS,” kata subianto salah satu anggota forum 7 LSM dan ORMAS  saat menggelar aksi demo.

Sementara, Kabag Ops Polres OKU, Kompol MP Nasution SH saat menyaksikan jalannya demo mengatakan, pihaknya memang telah menerima laporan yang disampaikan pihak forum tujuh LSM san ORMAS.

Dikatakan Nasution, saat ini laporan yang disampaikan tersebut tengah dipelajari oleh pihak penyidik.

“Kalau laporannya telah kita teriman tentunya akan segera dipelajari oleh pihak penyidik. Tapi, untuk aksi demo yang saat ini dilakukan, kami tidak mengetahui secara persis arah dan tujuannya,” singkatnya.

Sumber: PE/YEN

Editor: Amrizal Ar

Posted by: Amrizal Aroni

Leave a Reply

Your email address will not be published.