Warga Satu Kampung Diminta Buka Rekening Oleh Kelompok Sendikat Pembobol Bank

Suasana penangkapan para tersangka di Tulung Selapan OKI. (Foto-Istimewa)

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Para pelaku kasus pengambilalihan akun rekening nasabah bank asal Tulung Selapan Ogan Komering Ilir (OKI), dalam melancarkan aksinya meminta warga kampung sekitar membuat rekening untuk tempat penampungan uang hasil kejahatan.

Dikutip dari Antaranews.com dan dilansir koransn.com. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mabes Polri Jakarta, Senin (5/10/2020) mengatakan, para pelaku membuat rekening-rekening penampungan dengan memanfaatkan warga kampung sekitar.

“Hampir satu kampung diminta membuka rekening, dan dia ada tim yang jadi penunjuk, atau dia yang jalan yang memberikan iming-iming biar masyarakat sekitar buka rekening. Ini yang digunakan rekening penampungan,” kata Argo.

Masih dikatakan Argo, dalam kasus ini ada 10 pelaku yang ditangkap di wilayah Tulung Selapan OKI, 10 orang pelaku masing-masing berinisial AY, JL, GS, K, J, RP, KS, CP, PA, dan AH.

Diberitakan sebelumnya, tersangka sindikat pembobol rekening nasabah perbankan ditangkap Bareskrim Mabes Polri, Sabtu pagi (3/10/2020) di Desa Lebung Gajah Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

“Mereka semua warga Desa Lebung Gajah Tulung Selapan OKI. Namun ditangkap di rumah masing–masing tanpa perlawanan berarti,” ungkap Kapolres OKI.

Katanya, sejak lama jaringan ini telah menjadi target operasi dan setelah dilakukan pengintaian, petugas gabungan segera mendatangi lokasi tersebut.

Kata dia, personel diturunkan ada 100 orang dan satu pleton Brimob dengan peralatan lengkap, sehingga para tersangka tidak bisa melawan.

“Dengan kekuatan penuh, personel yang dikerahkan adalah gabungan dari Mabes Polri, Polda Sumsel, serta back-up dari anggota Polres OKI. Dalam penangkapan itu juga diamankan beberapa barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana,” terang dia merinci.

Dilanjutkannya, Polres OKI hanya memback-up saja, sehingga untuk barang bukti tidak diketahui persis apa saja yang disita, yang pasti ada kaitannya dengan tindak pidana. Namun salah satunya sepeda motor dan brangkas yang berisikan uang tunai.

Motif para pelaku dalam melancarkan aksinya yakni melakukan pelacakan nomor rekening yang hendak dibobol. Kemudian para tersangka ini mempunyai sistem untuk mengacak nomer rekening yang kira–kira dapat dibobol, setelah didapati target maka pelaku segera menguras rekening tersebut.

“Mereka melakukan tindakan dari rumah, dan rata–rata korbannya berada di Jakarta. Mereka pikir dengan tindak pidana seperti ini tidak bisa dilacak dan ditangkap petugas karena lokasi jauh, tetapi buktinya sudah beberapa kali penangkapan seperti ini dilaksanakan,” pungkas dia. (Antara/iso/koransn.com)

Berita tersebut sudah tayang di: http://koransn.com/sindikat-bobol-bank-tulung-selapan-minta-warga-satu-kampung-buka-rekening-untuk-tampung-uang/4/