Ungkap Tersangka Dugaan Korupsi PT PDPDE, Kejati Sumsel Masih Tunggu Audit Kerugian Negara

Arief Kadarsah Direktur PDPDE. Dok.Foto: Transformasinews.com

 

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Kejati Sumsel masih menunggu hasil audit kerugian negara untuk mengungkap tersangka dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE).

Demikian ditegaskan Kasi Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel, Hendri Yanto, Kamis (9/1/2020).

“Hingga saat ini audit kerugian negara dalam dugaan kasus PT PDPDE belum keluar dari BPK, dan kami masih menunggunya,” ungkapnya saat ditemui di Kejati Sumsel.

Walapun demikian dirinya menegaskan, jika hingga kini proses penyidikan masih terus dilakukan oleh Jaksa Penyidik Pidsus Kejati Sumsel.

“Jadi, kami masih terus melakukan proses penyidikan terkait dugaan kasus ini,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam perjalanan dugaan kasus ini sudah banyak saksi yang telah diperiksa Jaksa Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel. Para saksi tersebut, diantaranya saksi dari sejumlah pejabat dan mantan pejabat Pemprov Sumsel, saksi dari pihak PT PDPDE, serta saksi dari pihak swasta.

Kasi Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel, Hendri Yanto sebelumnya juga mengungkapkan, adapun saksi dari Pemprov Sumsel yang sudah diperiksa pihaknya, diantaranya ‘AJ’ dan ‘NU’. Selain itu pihaknya pun telah memeriksa saksi dari mantan pejabat Pemrov Sumsel yakni ‘MS’.

“Untuk ‘AJ’ dan ‘NU’ pemeriksaan keduanya sebagai saksi dilakukan, Kamis (12/12/2019). Sedangkan ‘MS’ diperiksa di hari sebelumnya yakni, Senin (9/12/2019). Para saksi ini diperiksa untuk diambil keterangan sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT PDPDE. Hal ini dikarenakan, para saksi tersebut merupakan pihak pengawas di perusahaan PT PDPDE,” ungkapnya kala itu.

Untuk diketahui, dalam dugaan kasus ini pada Rabu (11/12/2019) Direktur PT PDPDE Gas yang merupakan perusahaan konsorsium dari PT PDPDE, Yasser Arafat juga telah diperiksa oleh jaksa penyidik sebagai saksi.

Selain itu dihari sebelumnya, yakni Selasa (10/12/2019) Kejati Sumsel juga telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi dari PT Talisman Energi.

“PT Talisman Energi ini merupakan perusahaan yang membeli gas dari PT PDPDE, untuk itu jaksa penyidik memeriksa keempat saksi dari perusahaan tesebut,” ujar Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman saat itu.

Bukan hanya itu, pada Senin (14/10/2019), Kejati Sumsel juga telah melakukan pemeriksaan kepada Mudai Madang sebagai saksi dalam dugaan kasus ini.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman kala itu mengatakan, pemeriksaan Mudai Madang merupakan pemeriksaan kedua kalinya lantaran sebelumnya Muadi Madang sudah pernah diperiksa sebagai saksi.

Dijelaskannya, jika dugaan kasus ini terjadi bermula saat PT DKLN yang merupakan perusahaan milik Mudai Madang menjalin kerja sama dengan PT PDPDE terkait jual beli gas bumi. Dalam kerjasama tersebut, PT DKLN dan PT PDPDE membentuk perusahaan konsorsium yakni bernama PT PDPDE Gas.

“Perusahaan Konsorsium PT PDPDE Gas yang dibentuk inilah dijadikan sebagai perusahaan yang melakukan aktivitas jual beli gas bumi. Dimana dalam pelaksanaan jual beli gas tersebut, ternyata dilakukan tidak sesuai ketentuan sehingga PT PDPDE yang merupakan BUMD Pemprov Sumsel mengalami kerugian negara,” terangnya.

Sekedar mengingatkan, pemeriksaan Mudai Madang yang pertama sebagai saksi dilakukan Jaksa Penyidik Pidus Kejati Sumsel pada Jumat (5/4/2019).

Ketika usai menjalani pemeriksaan saat itu Mudai Madang mengatakan, jika dirinya tidak diperiksa oleh Jaksa Kejati Sumsel melainkan kedatangannya hanya untuk bersilaturahmi membahas turnamen bola voli.

“Saya tidak diperiksa, saya datang di Kejati hanya untuk ngobrol dan silaturahmi terkait rencana turnamen bola voli yang akan diadakan oleh mereka. Jadi, saya tidak diperiksa,” ungkap Mudai Madang saat itu sembari berjalan menuju mobil yang ditumpanginya.

Terpisah, Kasi Penyidik Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto ketika itu menegaskan, kedatangan Mudai Madang di Kejati Sumsel guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait dugaan kasus korupsi gas PT PDPDE.

“Mudai Madang kami periksa terkait dugaan kasus gas. Dari itu kami melakukan pemeriksaan kepadanya,” ungkap Hendri Yanto kala itu.

Sumber: koransn.com (ded)

Posted by: Admin