Triwulan III 2020, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tunjukkan Perbaikan

TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA

Perekonomian Indonesia menunjukkan perbaikan yang signifikan pada triwulan III 2020. Titik balik atau turning point pemulihan ekonomi di triwulan III 2020 ini juga tercermin dari data ekonomi yang menunjukkan adanya perbaikan di berbagai sektor.

“Pada triwulan III 2020, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar -3,49% (YoY); membaik dari triwulan sebelumnya yang sebesar -5,32% (YoY). Hal ini menunjukkan proses pemulihan ekonomi dan pembalikan arah (turning point) dari aktivitas-aktivitas ekonomi nasional menunjukkan ke arah zona positif.

“Seluruh komponen pertumbuhan ekonomi, baik dari sisi pengeluaran mengalami peningkatan, maupun dari sisi produksi. Perbaikan kinerja perekonomian didorong oleh peran stimulus fiskal atau peran dari instrumen APBN di dalam penanganan pandemi Covid-19 dan program pemulihan ekonomi nasional,” papar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada Press Statement Menteri Keuangan terkait Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan III yang diselenggarakan secara daring belum lama ini.

Sementara itu, penyerapan belanja negara mengalami akselerasi atau peningkatan pada triwulan III, yakni tumbuh 15,5% hingga akhir September (periode Q3). Hal ini terutama ditopang oleh realisasi bantuan sosial dan dukungan untuk dunia usaha, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Rilis BPS juga mengonfirmasi bahwa percepatan realisasi belanja negara yang meningkat sangat pesat pada Q3 telah membantu peningkatan pertumbuhan konsumsi Pemerintah yang mengalami pertumbuhan positif sebesar 9,8% (YoY). Angka pertumbuhan 9,8% dari konsumsi pemerintah meningkat sangat tajam apabila dibandingkan triwulan II yang mengalami negatif -6,9%, turning pointnya melebihi 17%,” papar Menkeu.

Konsumsi rumah tangga juga menunjukkan tren perbaikan di triwulan III, yang sebelumnya -5,5%, menjadi -4,0% di triwulan III. Hal tersebut didukung oleh belanja pemerintah dalam rangka perlindungan sosial yang meningkat sangat tajam. Perbaikan ekonomi domestik diharapkan akan terjadi secara bertahap. Pemerintah dan Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi fiskal dan moneter untuk pemulihan ekonomi nasional.

“Berbagai kebijakan, baik pada sisi fiskal yang dengan terus menerus melakukan upaya pemulihan melalui insentif dari sisi perpajakan, belanja negara, baik dari pusat dan daerah, dan dukungan dari pembiayaan diharapkan akan terus mendorong berbagai kegiatan sektoral dan di daerah. Pemerintah akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, serta Lembaga Penjamin Simpanan, untuk memastikan sektor keuangan dapat terjaga stabilitasnya dan bisa mendukung pemulihan ekonomi,” jelas Menkeu.

Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2020 secara keseluruhan maupun program PEN sudah mengalami akselerasi yang signifikan dan diharapkan terus meningkat di bulan November dan Desember 2020. Pemerintah Indonesia terus mendorong momentum pemulihan ekonomi ini dengan berbagai kebijakan yang ada.

“Penyerapan belanja APBN 2020 dan program PEN terus akan diakselerasi untuk menangani masalah kesehatan akibat Covid-19. Program untuk menjaga daya beli masyarakat akan diteruskan, juga dukungan bagi aktivitas dunia usaha. Untuk memastikan agar tren pemulihan ekonomi yang menunjukkan pembalikan nyata bisa terus berjalan, kita berharap masyarakat terus melakukan disiplin di dalam protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Pemerintah tetap akan menjalankan 3T yaitu testing, tracing, dan treatment di dalam mendukung pengendalian penyebaran Covid-19,” tandas Menkeu.

Kemenkeu

About B. Suwarno

"Orang yang mengerti itu mudah untuk memaafkan" by B431

View all posts by B. Suwarno →