Terduga Pencemaran Lingkungan Yang Dilakukan PT. Injatama Coal Mining, Pembuangan Batu Bara Atas Perintah Nakhoda

Kapolda : Brigjen Pol. Drs. Coki Manurung, SH, M.Hum

TRANSFORMASINEWS.COM, BENGKULU. Polda Bengkulu sepertinya langsung menindaklanjuti laporan sejumlah aktivis lingkungan Kamis (16/8) terkait dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT. Injatama Coal Mining di kawasan laut wilayah Kabupaten Bengkulu Utara. Terbukti, kemarin Polda Bengkulu melakukan pemanggilan terhadap tiga Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di kapal yang diduga membuang batu bara seberat 500 ton beberapa waktu lalu.

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs. Coki Manurung, SH, M.Hum melalui Direktur Direktorat Reskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol Drs. Herman mengatakan, mereka memang memanggil dan memeriksa tiga saksi dari ABK terkait laporan dugaan pencemaran laut yang dilakukan Injatama. Ini untuk mengetahui secara pasti apakah memang PT. Injatama melakukan pengerusakan lingkungan laut atau tidak. Termasuk apakah ada modus lain dari aksi pembuangan batu bara secara sengaja tersebut ke dalam laut lepas di Bengkulu Utara.

Namun, tambah Herman, dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan terhadap tiga ABK tersebut, bahwa nakhoda kapal memerintahkan pembuangan batu bara bukan atas perintah perusahaan dalam hal ini PT. INjatama, melainkan inisiatif sendiri. Kalau soal SOP muatan atau angkutan, inilai memang sudah sesuai dengan peraturan.

‘’Batu bara yang dibuang tersebut, menurut keterangan mereka (saksi diperiksa, red) karena nahkoda mengetahui kondisi kapal terancam karam,’’ imbuh Herman.

Salah satu ABK yang diperiksa, Daksota yang sempat ditanyai RB mengatakan, bahwa mereka membuang batu bara tersebut sesuai dengan perintah salah satu perwira kapal. ‘’Ya bukan sengaja kami buang. Tapi ada perintah dari perwira kapal karena kondisi kapal yang terancam karam,’’ singkat Daksota sembari berlalu.

Sebelumnya, Kamis (16/8) lalu sejumlah aktivitas lingkungan serta lembaga masyarakat lainnya mendatangi Polda Bengkulu. Ini dalam rangka melaporkan dugaan pembuangan 500 ton Batu Bara Ke Pantai Muara Sungai Ketahun oleh PT. Injatama Coal Mining. Para aktivis dan sejumlah masyarakat yang menamakan diri Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kejahatan Lingkungan Hidup (KMSAKLH) Bengkulu ini melaporkan untuk beberapa dugaan kejahatan lingkungan yang dilakukan perusahan batubara yang beroperasi di Kabupaten Bengkulu Utara tersebut.

Diantaranya tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, tidak menerapkan kaidah pertambangan yang baik, tidak mematuhi batas daya dukung lingkungan dan tidak menjamin penerapan standar baku mutu lingkungan sesuai dengan karakteristik suatu daerah. Serta tidak menjaga dan merusak kelestarian fungsi dan daya dukung sumber daya air yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sumber: Harianrakyatbengkulu (dtk)

Editor: Nurmuhammad

Posted by: Admin Transformasinews.com