Tak Ada Salahnya KPK Tanyakan 11 Pekerjaan Tak Selesai Ini ke Bupati Bengkulu Selatan

TRANSFORMASINEWS.COM, BENGKULUSejak Bupati Bengkulu Selatan dijadikan tersangka atas dugaan tindakan pidana korupsi suap terkait proyek di Pemerintahan Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun Anggaran 2018, media menilai, perlu ada penindakan kembali atas sebelas pekerjaan pembangunan jalan pada Dinas Umum yang dikabarkan tidak dapat selesai.

Sehingga perlu ditanyakan juga kepada Bupati Bengkulu Selatan, kenapa sebelas pekerjaan pembangunan jalan tersebut tidak dapat selesai.

Meski terjadi pada Tahun Anggaran 2016, namun publik mendorong aparat hukum maupun lembaga independen Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) untuk menyeledikinya juga. Sebab, anggaran yang dikeluarkan untuk membiyai belanja jalan, irigasi, dan jaringan tidak sedikit, yaitu sebanyak Rp. 38.487.459.614.

Di mana dari dokumen yang dimiliki Klikanggaran.com diketahui, sebelas pekerjaan pembangunan jalan yang tidak selesai tersebut adalah sebagai berikut :

Pertama, pekerjaaan jalan Perumnas Pintu Langit – Pematang Panjang Kec. Kota Manna dengan nilai sebesar Rp. 5.536.248.000 dan dikerjakan oleh PT SJP.

Kedua, pekerjaan jalan Trans Mela’o Kec. Kota Manna dengan nilai sebesar Rp. 5.450.284.000 dan dikerjakan oleh PT SJP.

Ketiga, pekerjaan Ds Padang Lebar -Pintu Layang Kec. Pino dengan nilai sebesar Rp. 5.509.684.000 dan dikerjakan oleh PT PKA.

Keempat, pekerjaan jalan Ds Bintasan – Telago Dalam – Cinto Mandi Kec. Pino Raya dengan nilai sebesar Rp. 5.505.640.000 dan dikerjakan oleh PT PKA.

Kelima, pekerjaan jalan DS Simpang Pino – Kantor Camat Ulu Manna Kec. Ulu Manna dengan nilai sebesar Rp. 4.725.316.000 dan dikerjakan oleh PT PKA.

Keenam, pekerjaan jalan Trans Karang Cayo Kec. Pino Raya dengan nilai sebesar Rp. 6.148.067.000 dan dikerjakan oleh PT SJP.

Ketujuh, pekerjaan jalan Mandi Anging – Tj Menang Kec. Pino dengan nilai sebesar Rp. 3.827.598.000 dan dikerjakan oleh CV RTS.

Kedelapan, pekerjaan jalan Ds Mandi Angin – Tanjung Eran Kec. Pino dengan nilai sebesar Rp. 2.747.859.000 dan dikerjakan oleh PT HPB.

Kesembilan, pekerjaan jalan Ds Gunung Ayu Kec. Seginim dengan nilai sebesar Rp. 3,671.068.000 dan dikerjakan oleh CV RTS.

Keselupuh, pekerjaan jalan Ds Padang Jawi – Matai Kec. Bunga Masa dengan nilai sebesar Rp. 5.498.305.000 dan dikerjakan oleh PT SJP.

Terakhir pekerjaan jalan Ds. Lawang Agung CS Kec. Kedurang dengan nilai sebesar Rp. 3.106. 532.000 dan dikerjakan oleh PT RPB.

Masing-masing pelaksanaan pekerjaan tersebut terdapat masalah, sehingga mengakibatkan nilai hasil pekerjaan sebelas kegiatan tersebut tidak dapat diyakini ketepatannya. Dan, pemerintah daerah juga dikabarkan kehilangan potensi pendapatan dari klaim jaminan pelaksanaan apabila Dinas PU melaksanakan prosedur dengan tepat minimal sebesar Rp. 274.915.250 atas pekerjaan yang tidak terlaksana di atas.

Maka tidak ada salahnya KPK maupun aparat hukum untuk mempertanyakan, mumpung Bupati Bengkulu Selatan masih menjadi tahanan selama 20 hari bersama ketiga orang tersangka lainnya yang ikut dalam kasus dugaan korupsi suap tersebut.

Sumber: Klikanggaran.com 

Posted by: Admin Transformasinews.com