Sidang OTT Bupati Muara Enim, Hakim Semprot Ahmad Yani Lalu Terdiam Dan Menunduk di Persidangan

Bupati Muara Enim, Ahmad Yani (kemeja putih memegang mic) saat memberikan keterangan saksi di persidangan. (foto-antaranews)

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Bupati Muara Enim, Ahmad Yani disemprot Majelis Hakim dalam persidangan saat Ahmad Yani menjadi saksi dugaan kasus suap 16 paket proyek dana aspirasi DPRD Muara Enim tahun 2019 dengan terdakwa Robi Okta Fahlefi di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang.

Dalam persidangan, Ahmad Yani yang juga merupakan tersangka dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, disemprot oleh Hakim Junaidah SH MH lantaran dinilai tidak jujur saat memberikan keterangan saksi.

Pada sidang tersebut, awalnya Hakim mengkonfrontir keterangan Ahmad Yani dengan saksi A Elfin MZ Muchtar (tersangka berkas terpisah) selaku Kabid Pembangunan Jalan dan PPK di Dinas PUPR Muara Enim terkait pemberian uang fee yang diterima oleh Ahmad Yani dari terdakwa Robi, yang penyerahaan uangnya melalui saksi A Elfin MZ Muchtar.

“Saksi A Elfin MZ Muchtar, fee proyek dari terdakwa Robi diketahui oleh saksi Ahmad Yani selaku Bupati kan?,” tanya Hakim, Selasa malam (3/12/2019).

Dikatakan A Elfin MZ Muchtar, jika saksi Ahmad Yani mengetahui fee tersebut. Sebab sebelum terjadinya OTT KPK, ia diperintahkan oleh Ahmad Yani meminta fee kepada terdakwa Robi.

“Pak Ahmad Yani yang memerintah saya meminta dan mengambil fee proyek dari terdakwa. Saya melakukan itu karena perintah Pak Ahmad Yani harus satu pintu, yakni melalui saya,” ungkap saksi A Elfin MZ Muchtar.

Mendengar keterangan saksi A Elfin MZ Muchtar kemudian Hakim mengajukan pertanyaan kepada saksi Ahmad Yani.

“Bener itu kan saksi Ahmad Yani,” tanya Hakim kepada Ahmad Yani.

“Tidak ada itu,” jawab Ahmad Yani dalam persidangan.

Lalu, Hakim kembali mengajukan pertanyaan kepada saksi A Elfin MZ Muchtar terkait uang fee 16 paket proyek dana aspirasi DPRD Muara Enim tahun 2019 yang diterima Ahmad Yani.

“Bagaimana dengan fee, Bupati Ahmad Yani menerimanya kan? Coba jelaskan saksi A Elfin MZ Muchtar,” kata Hakim kepada saksi A Elfin MZ Muchtar.

Dikatakan A Elfin MZ Muchtar, jika saksi Ahmad Yani menerima sejumlah uang fee dari Roby yang semua uang fee tersebut diantarkannya langsung kepada Bupati Ahmad Yani.

“Pak Ahmad Yani menerima fee itu, sebab uangnya saya yang memberikannnya langsung kepadanya, misalnya seperti kardus berisi uang yang saya antarkan ke rumah bupati di kawasan Pakjo Palembang,” terang saksi A Elfin MZ Muchtar menjawab pertanyaan Hakim.

“Bagaima itu saksi Ahmad Yani, saksi menerima fee itu kan?,” tegas Hakim bertanya kepada Ahmad Yani.

“Tidak ada itu,” ujar Ahmad Yani.

Jawaban Ahmad Yani yang selalu mengaku tidak ada, padahal di persidangan sejumlah saksi termasuk terdakwa Robi telah mengungkapkan jika Ahmad Yani menerima fee dalam proyek tersebut membuat Hakim Junaidah SH MH kembali mengajukan pertanyaan dengan nada yang tinggi kepada Ahmad Yani.

“Saksi Ahmad Yani, apakah saksi menerima pemberian sepatu dari terdakwa Robi, sebab sebelumnya di persidangan ini kami telah memeriksa sejumlah saksi,” tanya Hakim dengan nada tinggi.

Ahmad Yani pun menjawab jika dirinya tidak terlalu ingat atas pemberian sepatu tersebut.

“Lupa saya,” kata Ahmad Yani.

Mendengar jawaban saksi membuat Majelis Hakim menyemprot Ahmad Yani di persidangan.

“Saksi Ahmad Yani, saudara ini setiap ditanya tidak tahu dan lupa. Nanti pas keluar dari ruang sidang ini saudara malahan lupa dengan istri kamu. Saudara harusnya jujur dalam persidangan,” tegas Hakim.

Selanjutnya Hakim pun kembali mempertanyakan terkait 16 proyek yang didapatkan oleh terdakwa Robi.

“Semua proyek itu dimenangkan Robi, karena saksi selaku bupati yang memesanya kan? Jawab dengan jujur, karena sebelumnya saksi-saksi sudah kami periksa,” tegas Hakim kembali bertanya.

“Tidak ada itu, termasuk kardus yang katanya saya terima, itu juga tidak ada,” ungkap Ahmad Yani.

Mendengar jawaban Ahmad Yani membuat Hakim bertanya kembali kepada Ahmad Yani.

“Jadi apa isi kardus itu, pempek!,” tegas Hakim.

Sontak perkataan Hakim langsung membuat Ahmad Yani terdiam dan menunduk di persidangan.

Sumber: koransn.com (ded)

Editor: A.Aroni

Posted by: Admin