Sidang Dugaan Korupsi Kredit Bank Sumsel Babel Ditunda, Hakim Dinas Luar Kota

Ketua Tim JPU Kejati Sumsel, Adi Purnama. (foto-ferdinand/koransn)

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG –  Persidangan dugaan kasus korupsi kredit modal kerja Bank Sumsel Babel (BSB) dengan terdakwa Ir Augustinus Judianto, Kamis (31/10/2019) ditunda. Penundaan sidang tersebut lantaran salah satu hakim yang memimpin sidang tersebut ada yang sedang bertugas ke luar kota.

Sebelum ditunda, sidang yang dihadiri Tim JPU dan terdakwa Augustinus Judianto beserta kuasa hukumnya tersebut sempat dibuka beberapa menit. Setelah itu sidang ditutup karena ditunda, sehingga persidangan akan kembali dilanjutkan pada Kamis 7 November 2019 mendatang.

Ketua Tim Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Adi Purnama mengungkapkan, adapun agenda sidang yang ditunda tersebut yakni jawaban pihaknya selaku JPU terkait eksepsi (keberataan dakwaan) dari kuasa hukum terdakwa.

“Karena ada hakim yang berhalangan hadir maka sidang ditunda pada Kamis depan. Dengan ditundanya sidang tersebut, untuk jawaban kami terkait eksepsi kuasa hukum terdakwa akan kami bacakan pada sidang kamis depan,” ungkapnya.

Sementara Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Khidirman mengungkapkan, ditundanya persidangan dugaan kasus korupsi kredit modal kerja Bank Sumsel Babel dengan terdakwa Ir Augustinus Judianto yang digelar di Pengadilan Tipikor Palembang lantaran ada salah satu hakim yang sedang bertugas di luar kota.

“Karena ada salah satu hakim yang sedang bertugas di luar kota makanya sidang yang telah diagenakan tersebut ditunda, dan akan dilanjutkan pada kamis mendatang,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam persidangan dengan agenda dakwaan yang digelar, Kamis kemarin (17/10/2019) di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, terdakwa Ir Augustinus Judianto selaku Komisaris dan juga pemilik saham PT Gatramas Internusa didakwa JPU Kejati Sumsel dengan Pasal 2 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Berdasarkan Pasal 2 dan Pasal 3 tersebut, adapun ancaman terdakwa dalam dugaan kasus ini yakni minimal 1 tahun dan 4 tahun penjara,” tegas Ketua Tim JPU Kejati Sumsel, Adi Purnama kala itu.

Diungkapkannya, dugaan kasus ini terjadi bermula saat terdakwa Augustinus Judianto bertemu Direktur Utama Bank Sumsel Babel yang saat itu dijabat oleh Muhammad Adil dalam suatu acara yang digelar di kawasan Jenderal Sudirman Palembang.

“Pada acara tersebut terdakwa Augustinus Judianto berkenalan dengan Muhammad Adil. Kemudian terdakwa menanyakan terkait pinjaman kredit modal usaha sehingga saat itu Muhammad Adil menawarkan terdakwa fasilitas kredit modal usaha Bank Sumsel Babel,” ujarnya.

Menurutnya, tak lama dari pertemuan tersebut terdakwa mengajukan pinjaman kredit modal kerja ke Bank Sumsel Babel sesuai tawaran fasilitas kredit, yang disampaikan oleh Muhammad Adil kepada terdakwa saat pertama kali mereka berkenalan.

“Dalam pengajuan pinjaman kredit ini, terdakwa Augustinus Judianto dan Direktur PT Gatramas Internusa Hery Gunawan menjaminkan agunan berupa mesin bor untuk tambang minyak jenis Top Drive Brand Tesco USA Type 500 HC750 Hidraulic Top Drive Sistem dan dua bidang tanah kepada pegawai Bank Sumsel Babel. Setelah menyerahkan agunan tersebut kemudian sekitar tanggal 28 Mei 2014 terdakwa melakukan tandatangan perjanjian kontrak (PK) dengan pihak Bank Sumsel Babel, yang ketika itu dilakukan di lantai 8 Kantor Pusat Bank Sumsel Babel di Palembang,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, setelah dilakukan PK tersebut akhirnya PT Gatramas Internusa mendapat bantuan kredit modal usaha dari Bank Sumsel Babel senilai Rp. 15 miliar, yang penyaluran kredit tersebut dilakukan dua tahap.

“Namun setelah menerima bantuan kredit modal kerja, ternyata terdakwa tidak melakukan pembayaran cicilan kredit. Bahkan saat PT Gatramas mendapatkan pekerjaan sebagai sub kontraktor dalam pembangunan Pabrik PT Pusri 2 B di Palembang, Muhammad Adil yang saat itu menjabat Direktur Utama Bank Sumsel Babel melakukan komunikasi dengan terdakwa melaui telepon guna mempertanyakan pembayaran cicilan pokok hutang kredit yang belum dibayarkan,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, usai komunikasi tersebut lalu di tahun 2015 terdakwa Augustinus Judianto bersama Direktur PT Gatramas Internusa, Hery Gunawan (telah meninggal dunia) melakukan pertemuan dengan pihak Bank Sumsel Babel guna membahas tunggakan hutang kredit yang belum dibayarkan.

“Dalam pertemuan tersebut terdakwa menyampaikan meminta waktu hingga tahun 2016 untuk membayarkan semua tunggakan hutang kredit. Adapun alasan terdakwa belum dapat membayarkan hutang kredit tersebut lantaran masih menunggu pembayaran dari sejumlah proyek yang dikerjakan oleh PT Gatramas Internusa,” terangnya.

Menurutnya, lalu di tahun 2017 ternyata PT Gatramas Internusa dinyatakan pailit hingga terdakwa tidak dapat membayarkan semua hutang pokok dan bunga dari kredit modal usaha yang diberikan oleh Bank Sumsel Babel.

“Nah, berdasarkan penyelidikan Kejati Sumsel dari kejadian tersebut, ternyata sejak awal agunan yang diajukan terdakwa, yakni berupa mesin bor untuk tambang minyak jenis Top Drive Brand Tesco USA Type 500 HC750 Hidraulic Top Drive Sistem dan dua bidang tanah yang diserahkan kepada Bank Sumsel Babel tidak sesuai dengan nilai kontrak kredit sehingga dalam dugaan kasus ini negara mengalami kerugian senilai Rp. 13 miliar lebih,” terang JPU saat itu. 

Sumber: koransn.com (ded)

Editoar: A.Aroni

Posted by: Admin