Siap-siap Pejabat Pemprov Sumsel Diperiksa Kejati Terkait Dugaan Korupsi Jual Beli Gas PT PDPDE

Gedung Kejati Sumsel. (foto-ferdinand/koransn)

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Kasi Penyidikan Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel, Hendri Yanto, Rabu (27/11/2019) mengatakan, hingga kini penyidikan dugaan kasus korupsi jual beli gas PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) masih terus berlanjut.

Menurutnya, bahkan dalam tahap penyidikan ini minggu depan pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pejabat Pemprov Sumsel. Dimana dalam pemeriksaan tersebut para pejabat yang dipanggil akan diambil keterangnya sebagai saksi.

“Jadi kami masih melakukan penyidikan dugaan kasus ini, dan pada Senin depan di bulan Desember 2019 ini, para saksi dari pejabat Pemprov akan kami lakukan pemeriksaan di Kejati Sumsel,” katanya.

Masih dikatakan Hendri Yanto, sejumlah pejabat Pemprov Sumsel yang akan diperiksa tersebut merupakan pihak pengawas dari PT PDPDE.

“Karena mereka merupakan pihak pengawas di PT PDPDE, makanya dalam dugaan kasus ini para pejabat Pemprov tersebut akan kami periksa sebagai saksi,” tegasnya.

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Khaidirman sebelumnya telah mengungkapkan, jika Kejati Sumsel beberapa waktu yang lalu telah menaikan status penyelidikan dugaan kasus jual beli gas PT PDPDE ini ke tahap penyidikan.

“Namun meskipun sudah penyidikan, tapi belum ada tersangka yang ditetapkan. Untuk itulah hingga kini Jaksa Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel masih terus melakukan rangkaian kegiatan penyidikan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam dugaan kasus ini, Senin (11/11/2019) Kejati Sumsel telah memeriksa Direktur Utama PT PDPDE, Arif Kadarsyah senagai saksi. Dalam pemeriksaan tersebut, Arif Kadarsyah dicecar 20 pertanyaan oleh Jaksa Pidana Khusus Kejati Sumsel terkait dugaan kasus korupsi jual beli gas yang diduga terjadi di PT PDPDE.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman melalui Kasubsi Humas, M Fadli Habibi saat itu membenarkan, jika Direktur Utama PT PDPDE, Arif Kadarsyah memenuhi panggilan Jaksa Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT PDPDE.

“Sekitar pukul 13.00 WIB, Direktur Utama PT PDPDE, Arif Kadarsyah hadir di Kejati Sumsel dan menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Pemeriksaan dilakukan hingga pukul 16.00 WIB lebih, dan dalam pemeriksaan tersebut Direktur Utama PT PDPDE diajukan 20 pertanyan oleh jaksa penyidik seputaran dugaan kasus korupsi jual beli gas,” ungkapnya saat itu.

Masih dikatakannya, pemeriksaan kepada Direktur Utama PT PDPDE merupakan serangkaian kegiatan penyidikan yang dilakukan oleh Jaksa Penyidik Pidana Khusus untuk mengungkap calon tersangka dalam dugaan kasus ini.

“Saat ini dugaan kasus tersebut kan sudah tahap penyidikan. Karena itulah Jaksa Penyidik Pidana Khusus memeriksa saksi guna mengungkap tersangkanya,” ujarnya.

Sebelumnya, Senin (4/11/2019) Kejati Sumsel juga telah memeriksa Direktur Operasional PT PDPDE, Nono Suratno.
“Nono Suratno selaku Direktur Operasional PT PDPDE hadir dalam pemeriksaan, yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi di ruang penyidik Jaksa Pidsus di Gedung Kejati Sumsel,” ungkap Kasi Penkum Kejati Sumsel Khaidirman saat itu.

Sekedar mengingatkan, pada Senin lalu (14/10/2019), Kejati Sumsel juga melakukan pemeriksaan terhadap Mudai Madang sebagai saksi. Pada pemeriksaan tersebut, Mudai Madang dicecar pertanyaan selama dua jam oleh Jaksa Penyidik Pidsus Kejati Sumsel.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman kala itu mengatakan, pemeriksaan Mudai Madang merupakan pemeriksana yang kedua kalinya dilakukan oleh jaksa penyidik lantaran sebelumnya Muadi Madang sudah pernah diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus ini.

“Dalam pemeriksaan Mudai Madang diperiksa sebagai saksi selama 2 jam, yakni dari pukul 01.30 WIB hingga pukul 03.30 WIB. Dalam pemeriksaan tersebut ada 20 pertanyaan yang diajukan jaksa penyidik kepada yang bersangkutan,” katanya.

Dijelaskannya, dugaan kasus ini terjadi bermula saat PT DKLN yang merupakan perusahaan milik Mudai Madang menjalin kerja sama dengan PT PDPDE, terkait jual beli gas bumi. Dalam kerjasama tersebut, PT DKLN dan PT PDPDE membentuk perusahaan konsorsium, yakni bernama PT PDPDE Gas.

“Nah, perusahaan konsorsium PT PDPDE Gas yang dibentuk inilah dijadikan sebagai perusahaan yang melakukan aktivitas jual beli gas bumi. Dimana dalam pelaksanaan jual beli gas tersebut, ternyata dilakukan tidak sesuai ketentuan hingga PT PDPDE yang merupakan BUMD Pemprov Sumsel mengalami kerugian negara,” terangnya.

Diketahui, pemeriksaan Mudai Madang yang pertama sebagai saksi dilakukan,Jumat lalu (5/4/2019). Ketika usai menjalani pemeriksaan di Kejati Sumsel, kala itu Mudai Madang mengatakan, jika dirinya tidak diperiksa oleh jaksa Kejati Sumsel, melainkan kedatangannya ke Kejadi hanya untuk bersilaturahmi membahas turnamen bola voli.

“Saya tidak diperiksa, saya datang di Kejati hanya untuk ngobrol dan silaturahmi terkait rencana turnamen bola voli yang akan diadakan oleh mereka. Jadi, saya tidak diperiksa,” ungkap Mudai Madang saat itu sembari berjalan menuju mobil yang ditumpanginya.

Terpisah, Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto ketika itu menegaskan, jika kedatangan Mudai Madang di Kejati Sumsel guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait dugaan kasus korupsi gas PT PDPDE.

“Mudai Madang kami periksa terkait dugaan kasus gas. Dari itu kami melakukan pemeriksaan kepadanya,” ungkap Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel saat itu.

Sumber: koransn.com (ded)

Posted by :Admin