Talisman Energi dan Pacipic Oil Penjual Gas Bagian Negara ke PDPDE Diperiksa Kejati Sumsel

Dok. www.republika.co.id

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Jaksa Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel, Selasa (10/12/2019) memeriksa pihak dari PT Talisman

Energi dan PT Pacipic Oil sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi jual beli gas bagian negara di Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE).

Demikian dikatakan Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman Selasa (10/12/2019).

Menurutnya, pemeriksaan kempat saksi dari PT Talisman Energi tersebut dilakukan Jaksa Penyidik di ruang pemeriksaan Kejati Sumsel.

“PT Talisman Energi dan PT Pacific Oil merupakan perusahaan yang menjual gas ke PT PDPDE, untuk itu Jaksa Penyidik memeriksa keempat saksi dari perusahaan tesebut,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, pemeriksaan kepada para saksi tersebut merupakan rangkaian kegiatan penyidikan yang dilakukan Jaksa Penyidik dalam perkara ini.

“Jadi dalam tahap penyidikan yang dilakukan ini, Jaksa memeriksa sejumlah saksi untuk diambil keterangannya dan juga mencari barang bukti,” katanya.

Disingung terkait jadwal pemeriksaan pejabat Pemprov yang diagendakan juga akan diperiksa sebagai saksi? Diungkapkannya jika sejauh ini belum dijadwalkan untuk pemeriksaan tersebut.

“Balum ada jadwalnya, sejauh ini baru empat saksi dari perusahaan yang menjual  gas ke PT PDPDE yang diperiksa,” tandasnya.

Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Talisman Energi dan Pacipic Oil memberikan Participacing Interest  (PI) berupa Hak Penjualan Gas Bagian Negara 15 MMSCFD dengan komposisi 50% PHE, 25% Talisman dan 25% Pacipoc Oil.

Menjadi bermasalah ketika hak jual gas bagian negara berdasarkan Perjanjian Jual Beli Gas antara Pemprov Sumsel atau PDPDE dengan KKS Jambi Merang berubah menjadi Hak Penjualan fihak swasta yaitu PT PDPDE Gas.

Perubahan atau Pengalihan ini hanya berdasarkan kuasa jual dari Dirut PDPDE ke PT PDPDE Gas tanpa merubah perjanjian Jual Beli Gas atau PI antara Pemprov Sumsel dengan KKS Jambi Merang yang di wakili PHE, Talisman dan Pacipic Oil.

Selain itu Participacing Interest ini tidak melibatkan Pemkab Banyuasin yang di wakili PT Petro Muba selaku pemangku wilayah. Dimana harusnya Petro Muba mendapat bagian 20% dari keuntungan atau diduga  pada kisaran nominal Rp. 140 milyar. 

Diberitakan sebelumnya, terdapat dua pejabat Pemprov Sumsel yang mangkir atau tidak menghadiri panggilan dari Kejati Sumsel. Kedua saksi tersebut yakni; ‘Apran Joni’ dan ‘Nasrun Umar’.

Saksi ini tidak menghadiri panggilan sesuai jadwal yang sudah ditentukan jaksa penyidik, dimana untuk ‘Apran Joni’ tidak menghadiri pemanggilan pada Selasa (3/12/2019). Sedangkan ‘Nasrun Umar’ tidak menghadiri panggilan Kejati Sumsel pada Kamis (5/12/2019).

“Adapun saksi yang tidak hadir untuk kami periksa yakni ‘Apran Joni’ dan ‘Nasrun Umar’ yang keduanya selaku pejabat Pemprov Sumsel,” ungkap Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto saat itu.

Masih dikatakan Hendri Yanto, di PT PDPDE  ‘Apran Joni’ dan ‘Nasrun Umar’

Sekedar mengingatkan, dalam dugaan kasus ini Senin lalu (14/10/2019), Kejati Sumsel juga melakukan pemeriksaan terhadap Mudai Madang sebagai saksi.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman saat itu mengatakan, pemeriksaan Mudai Madang merupakan pemeriksaan yang kedua kalinya dilakukan oleh jaksa penyidik, lantaran sebelumnya Muadi Madang sudah pernah diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus ini.

Dijelaskan Khaidirman, dugaan kasus ini terjadi bermula saat PT DKLN yang merupakan perusahaan milik Mudai Madang menjalin kerja sama dengan PT PDPDE terkait jual beli gas bumi. Dalam kerjasama tersebut, PT DKLN dan PT PDPDE membentuk perusahaan konsorsium yakni bernama PT PDPDE Gas.

“Nah, perusahaan Konsorsium PT PDPDE Gas yang dibentuk inilah dijadikan sebagai perusahaan yang melakukan aktivitas jual beli gas bumi. Dimana dalam pelaksanaan jual beli gas tersebut, ternyata dilakukan tidak sesuai ketentuan sehingga PT PDPDE yang merupakan BUMD Pemprov Sumsel mengalami kerugian negara,” terangnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Mudai Madang usai diperiksa Kejati Sumsel sebagai saksi,Jumat lalu (5/4/2019) mengatakan, jika dirinya tidak diperiksa oleh jaksa Kejati Sumsel melainkan kedatangannya ke Kejati hanya untuk bersilaturahmi membahas turnamen bola voli.

“Saya tidak diperiksa, saya datang di Kejati hanya untuk ngobrol dan silaturahmi terkait rencana turnamen bola voli yang akan diadakan oleh mereka. Jadi, saya tidak diperiksa,” ungkap Mudai Madang saat itu sembari berjalan menuju mobil yang ditumpanginya.

Terpisah, Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto ketika itu menegaskan, jika kedatangan Mudai Madang di Kejati Sumsel guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait dugaan kasus korupsi gas PT PDPDE.

“Mudai Madang kami periksa terkait dugaan kasus gas. Dari itu kami melakukan pemeriksaan kepadanya,” ungkap kala itu.

Maaf, ada beberapa kalimat/kata dalam berita berjudul “Pihak PT. Talisman Energi Pembeli Gas PDPDE Diperiksa Kejati Sumsel” yang menimbulkan pemahaman salah “dengan ini telah kami perbaikki dengan judul “Talisman Energi dan Pacipic Oil Penjual Gas bagian negara ke PDPDE Diperiksa Kejati Sumsel” (Redaksi)

Sumber: koransn.com (ded)

Editor: A.Aroni

Posted by: Admin