Prov Sumsel Bangun PLTS Jakabaring Sport City Di Duga Diatas Lahan Bersengketa

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Kota Palembang dan Jakarta, telah mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Games ke XVIII pada tahun 2018.

Berbeda dengan penyelenggaraan kegiatan pesta olahraga yang lain, Indonesia sebagai negara tuan rumah, terutama juga Provinsi Sumatera Selatan, menginginkan agar pelaksanaan Asian Games kali ini menjadi ajang pesta olahraga yang lebih hijau dan berwawasan lingkungan.

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS di Jakabaring dengan kapasitas 1.6 mega watt atau 1,6 MW adalah salah satu jawaban dari pihak penyelenggara Asian Games untuk membuat pesta olahraga yang diikuti 45 negara ini lebih berwawasan lingkungan sekaligus sebagai upaya Palembang untuk ikut mencegah perubahan iklim.

Proyek pembangunan PLTS ini adalah salah satu dari kegiatan Joint Crediting Mechanism (JCM) kerjasama antara pihak Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang dalam pembangunan rendah karbon untuk pencegahan perubahan iklim.

Kerjasama JCM sudah berlangsung selama hampir 4 tahun ini memiliki pola berupa insentif pendanaan berupa grant (hibah), adanya transfer teknologi, dan disertainya pengembangan kapasitas untuk penurunan emisi.

Proyek instalasi PLTS di Kawasan Kompleks Jakabaring, Palembang, merupakan satu dari 30 proyek yang berada dalam lingkup skema JCM.

Proyek PLTS Jakabaring ini adalah salah satu dari 30 proyek JCM yang diimplementasikan di Indonesia.
Hingga saat ini nilai total investasi atas pelaksanaan JCM antara pemerintah Jepang dan Indonesia mencapai 150 juta USD dengan 113 juta USD berasal dari investasi pihak swasta Jepang dan Indonesia dan 37 juta USD merupakan subsidi yang disampaikan oleh pemerintah Jepang.

Proyek JCM yang kemudian diimplementasikan di Palembang yang saat ini telah menyelesaikan tahap awalnya, yaitu pematangan lahan.
Setelah pematangan lahan kemudian akan dilakukan konstruksi dan pemasangan PLTS untuk kemudian dikoneksi dengan jaringan Iistrik PLN.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 695/KPTS/I/2015 tanggal 28 September 2015 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan PLTS Kapasitas 2 MW di Kawasan Jakabaring Kota Palembang telah menetapkan lokasi pembangunan PLTS kapasitas 2 MW di atas tanah milih Pemprov Sumsel dengan luas 5 Ha yang meliputi persil nomor 1614, 1615, 1616, 1619, 1620, 1621, 1622 dan 1623.

Sehubungan dengan keputusan tersebut, Dinas PU Cipta Karya telah menganggarkan kegiatan Penimbunan Lahan PLTS Jakabaring Sport City sebesar Rp2.793.000.000,00 pada ABPD TA 2016.

Selanjutnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum menyampaikan surat Nomor 800/045/DPU.CK/2016 tanggal 19 Januari 2016 perihal pengajuan alokasi dana tambahan pada APBD Dinas PU Cipta Karya TA 2016 untuk penimbunan lahan pembangunan PLTS Jakabaring 2 MW.

Namun, karena adanya efisiensi anggaran maka pada APBD perubahan, maka anggaran kegiatan Penimbunan Lahan PLTS Jakabaring 2 MW turun menjadi sebesar Rp933.000.000,00.

Selanjutnya Dinas PU Cipta Karya Prov Sumsel melaksanakan pekerjaan penimbunan lahan PLTS Jakabaring Sport City melalui dua surat perjanjian pekerjaan yaitu pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT TRA berdasarkan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor 232/SPPP-PLTS/DPU.CK-TPB/2016 tanggal 30 Mei 2016 dengan nilai kontrak sebesar Rp.2.727.584.000,00 dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 150 hari kalender atau selambat-lambatnya berakhir tanggal 26 Oktober 2016.

Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV DMJ berdasarkan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor 690/380/SPK/DPU.CK-TPB/2016 tanggal 1 Desember 2016 dengan nilai kontrak sebesar Rp.872.208.000,00 dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah selama 30 hari kalender atau selambat-lambatnya berakhir tanggal 30 Desember 2016.

Berdasarkan dokumen kontrak tersebut di atas, rincian Pekerjaan Penimbunan Lahan PLTS Jakabaring Sport City pada TA 2016 adalah sebagai berikut. Tabel 15 Rincian Pekerjaan Penimbunan Lahan PLTS Jakabaring Sport City Sesuai Atas pekerjaan tersebut,.

Dinas PU Cipta Karya telah melakukan pembayaran uang muka 20% atas pelaksanaan pekerjaan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor 232/SPPP-PLTS/DPU.CK-TPB/2016 tanggal 30 Mei 2016 yaitu sebesar Rp545.516.800,00 melalui SP2D Nomor 06176/SP2D/1.03.03.01/2016 tanggal 9 November 2016.

Pembayaran tersebut dilakukan berdasarkan usulan dari PT TRA kepada KPA melalui surat Nomor 030/TRA/VI/2016 tanggal 29 Juni 2016 perihal permohonan uang muka. Sedangkan untuk Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor 232/SPPPPLTS/DPU.CK-TPB/2016 belum dilakukan pembayaran baik uang muka maupun prestasi pekerjaan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik secara uji petik pada areal penimbunan PLTS Jakabaring Sport City yang dilakukan Tim BPK bersama-sama PPTK dan rekanan pelaksana tanggal 28 April 2017 menunjukkan bahwa pekerjaan atas Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor 232/SPPP-PLTS/DPU.CK-TPB/2016 tanggal 30 Mei 2016 belum selesai dikerjakan dengan progress fisik dilapangan yaitu sebesar 7,04% dari nilai kontrak atau sebesar Rp.192.153.330,69.

Pekerjaan yang telah dikerjakan hanya sebatas penimbunan lahan masuk lokasi PLTS dengan jumlah kubikasi sesuai dengan kontrak yaitu sebanyak 1.575 m3. Sedangkan pekerjaan timbunan tanah biasa sebanyak 23.234,25 m3 belum dikerjakan sama sekali oleh rekanan pelaksana.

Selanjutnya untuk pekerjaan timbunan atas Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor 690/380/SPK/DPU.CKTPB/2016 tanggal 1 Desember 2016 belum dikerjakan oleh rekanan pelaksana dengan progres pekerjaan sebesar 0,00%.

Adapun rekapitulasi progres fisik pekerjaan berdasarkan hasil pemeriksaan adalah sebagai berikut.Dengan demikian terdapat kelebihan pembayaran atas pembayaran uang muka yang telah dibayarkan oleh Dinas PU Cipta Karya yaitu sebesar Rp.353.363.469,31 (Rp.545.516.800,00 – Rp.192.153.330,69).

Sampai dengan pemeriksaan berakhir belum ada pengembalian atas sisa uang muka yang telah dibayarkan kepada PT TRA. Selain itu, Dinas PU Cipta Karya juga belum melakukan penghentian atas kontrak yang tidak dapat diselesaikan tersebut sehingga belum ada kejelasan status atas pekerjaan tersebut.

PPTK kegiatan menjelaskan bahwa pekerjaan penimbunan lahan PLTS Jakabaring Sport City tidak dapat diselesaikan karena adanya sengketa lahan dari masyarakat sekitar lokasi pekerjaan timbunan sehingga pihak penyedia tidak dapat melanjutkan pekerjaan penimbunan.

Permasalahan sengketa lahan tersebut sudah disampaikan kepada Dinas PU Cipta Karya melalui surat CV CGM tanggal 22 Juli 2016 yang menjelaskan bahwa terdapat kendala terkait lahan yang akan dikerjakan sehingga pekerjaan tersebut sementara waktu ditunda terlebih dahulu.

Selanjutnya, PT TRA melalui Surat Nomor 157/TRA/X/2016 tanggal 11 Oktober 2016 juga menyampaikan permohonan kepada Dinas PU Cipta Karya untuk dapat menyelesaikan sengketa lahan pada pekerjaan penimbunan lahan PLTS. Namun, sampai dengan pemeriksaan berakhir status atas sengketa lahan tersebut belum diselesaikan.

Laporan: Tim Redaksi

Sumber:  BPK-RI 

Editor: Nurmuhammad

Posted by: Admin Transformasinews.com