PPP Djan Merasa Dizalimi

Djan Faridz — Dok. Pribadi

TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA. KONFLIK yang melanda Partai Persatuan Pembangunan kian memanas setelah penyer­buan dan perusakan Kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro No 60, Menteng, Jakarta Pusat, 16 Juli 2017 sekitar pukul 01.30 WIB, yang diduga dipimpin putra pejabat tinggi negara.

Pada 20 Oktober 2015, Mahkamah Agung mengabulkan gugatan PPP kubu Djan Faridz dengan putusan MA Nomor 504K/TUN/2015. Putusan itu pada pokoknya membatalkan SK Menkum dan HAM No M.HH-07.AH.11.01 Tahun 2014, tanggal 28 Oktober 2014, yang mengesahkan kepengurusan PPP kubu Romahurmuziy (Romi). Namun, Kemenkum dan HAM malah mengeluarkan SK No M.HH-06.AH.11.01 Tahun 2016, yang kembali mengesahkan kepengurusan kubu Romi.

“Hak asasi kami sebagai partai Islam tertua di Indonesia sudah dicederai SK tersebut. Atas dasar ketidakadilan yang kami terima, serta pemaksaan kehendak Kemenkum dan HAM, kami akan melakukan langkah hukum sesuai perundang­an yang berlaku,” tegas Djan Faridz di kantor kuasa hukumnya, Arsyad Arsyad & Co, Law Office, Jakarta, kemarin.

Untuk mengembalikan muruah partai yang mengusung moto ‘Islam Agamaku, Ka’bah Kiblatku, dan PPP Partaiku’ tersebut, pihak Djan memohon dukungan kepada ulama dan umat supaya membantu konsolidasi partai menjelang Pilpres 2019.

“Pemerintah seyogianya mengerti kesulitan kami saat kami bersilaturahim dengan ulama dan umat, mereka selalu bertanya kepada kami mengapa partai milik ulama dan umat se-Indonesia dizalimi? Ada apa sih, kok pihak Kemenkum dan HAM ngotot memberi SK untuk pihak Romi? Padahal, kami sudah punya putusan MA No 504K/TUN/2015 dan sudah berkekuatan hukum tetap,” tandas Djan.

Sementara itu, kubu Romi berpegang pada putusan peninjauan kembali (PK) No 79 PK/Pdt.Sus-Parpol/2017 yang mengabulkan gugatan perdata sengketa partai politik yang diajukan ke MA oleh kelompok Romi pascamuktamar Pondok Gede pada 2016.

Majelis hakim MA yang diketuai Ahmad Syarifudin dengan anggota Takdir Rahmadi dan Sudrajad Dimyati dalam rapat permusyawaratan hakim pada 12 Juni 2017 mengabulkan gugatan tersebut.

Sumber: Mediaindonesia.com (Nur/Ant/P-3)

Posted by: Admin Transformasinews.com