PERMOHONAN PENINJAUAN KEMBALI LAONMA TOBING MENGUNGKAP FAKTA TAK TERUNGKAP

  • Perkara korupsi dana hibah Sumsel 2013 untuk kepentingan politis
  • Ada bukti pernyataan dugaan rekayasa dalam proses hukum
  • Putusan pengadilan yang belum memenuhi rasa keadilan
Laonma Pasindak Lumban Tobing , Bersama PHnya mantan Hakim Agung, Maruarar Siahaan

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Laonma Pasindak Lumban Tobing tersangka, terdakwa dan terpidana pada perkara korupsi dana hibah Sumsel pada APBD 2013 mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) untuk putusan Kasasi yang menghukum “Laonma” 7 tahun 6 bulan Penjara dan Denda Rp. 500 juta atau Subsider 8 bulan penjara.

“Laonma” merasa di tumbalkan pada perkara ini,  dinyatakan Laonma “selaku Pengelola Keuangan Daerah dan selaku Bendahara Umum Daerah hanya menjalan perintah tugas dan perintah atasan”. “Tugas mengelola keuangan daerah dan Bendahara Umum daerah bukan merupakan suatu tindak Pidana Kejahatan atau Pelanggaran karena dilakukan atas Perintah Jabatan”, ujar Laonma kembali.

“Saya melaksanakan perintah jabatan dengan Itikad baik dalam rangka melaksanakan tugas sebagai Kepala BPKAD Sumsel sesuai tugas dan fungsi saya”, ujar laonma selanjutnya. “Anehnya karena jabatan inilah saya di jadikan tersangka dan seolah saya yang mengambil kebijakan keuangan Daerah”, ujar Laonma kembali.

“Awalnya  perkara ini di tangani KPK dan saya di periksa oleh penyidik KPK dimana mereka mempertanyakan peran Gubernur pada penyaluran dana hibah secara khusus dan saya sempat marah karena mereka sangat mendesak saya”, dinyatakan Laonma.

“Setelah pemeriksaan KPK,  PH Gubernur menghubungi saya dan menjelaskan duduk persolan perkara dana hibah 2013 sama persis dengan pertanyaan penyidik KPK, seolah penyidikan bocor”, ujar Laonma. “Kemudian PH itu meminta saya untuk mengatur saksi yang nantinya akan di panggil penyidik Kejagung dan keteranganya nanti tidak memberatkan Gubernur”, ujar Laonma kembali.

“Saya yakin karena keterangan itulah, keluarlah sprindik dari Kejagung dan akibatnya KPK harus menyerahkan penyidikan perkara kepada Kejaksaan Agung karena terlebih dahulu keluarkan sprindik”, ujar Laonma selanjutnya.

“Namun saya tidak menyangka malah saya yang di jadikan tersangka dan saya baru sadar bahwa inilah skenario yang di buat untuk menyelamatkan Gubernur pada perkara ini”, ujar Laonma. “Saya betul – betul di tumbalkan dan dengan janji – janji manis yang membuat saya berharap namun sebenarnya adalah upaya mengorbankan saya”, ujar Laonma selanjutnya.

“Saya ikhlas dan bersabar karena semua ini jalan Tuhan kepada saya dan keluarga dan saya yakin kebenaran itu pasti ada walaupun waktunya agak lambat”, ujar Laonma Pasindak Lumban Tobing di akhir pernyataannya.

Pada permohonan Peninjauan kembali ini, Maruarar Siahaan mantan Hakim Agung dan Hakim MK periode pertama yang bertindak selaku Penasehat Hukum Laonma mengajukan 3 (tiga) novum untuk alat bukti PK ini. Pertama Yaitu Putusan Mahkamah Konstitusi PHPU No. 79 tahun 2013 tentang Gugatan Pilgub oleh Herman Deru dan Maphilinda.

Isi putusan MK ini secara jelas dan rinci menyatakan, “Gubernur Sumatera Selatan terbukti secara Terencana, Masiv dan Terstruktur menggunakan dana hibah pada APBD 2013 untuk memenangkan Pilgub atau di gunakan untuk dana kampanye”.

Kemudian alat bukti atau novum yang kedua adalah pernyataan seseorang yang melihat dan mendengar adanya upaya di luar hukum untuk menyelamatkan Gubernur dan mengkambing hitamkan Laonma selaku Kepala BPKAD.

Dan yang terakhir, novum putusan Kasasi tersangka lain yaitu Putusan Kasasi Kaban Kesbangpol sebagai pembanding kasasi yang memberatkan Laonma. Namun hampir saja 3 (tiga) novum ini tidak masuk dalam alat bukti yang akan di kirim ke Mahkamah agung karena tidak tercatat dalam Berita Acara Serah Terima alat bukti.

Apakah di sengaja ataukah tidak, kelalain tidak mencatatkan novum yang di ajukan PH Loanma, mantan Hakim Agung, Maruarar Siahaan maka merupakan hal yang sangat patal bila sampai terjadi dan tidak di ketahui Kuasa Hukum Laonma “Maruarar”.

Penulis: Tim Redaksi

Editor: A.Aroni

Posted by: Admin