PENGADAAN OBAT – OBATAN DINKES OKUT BERPOTENSI MENYIMPANG

(ALL Dok.Foto: Dadang Dinata)

TRANSFORMASINEWS.COM, MARTAPURA-OKU TIMUR – Gerakan Persatuan Pemuda Mahasiswa Peduli Sumatera Selatan (GPPMS) melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Pemda OKU Timur, pada Kamis (12/02/2020). Aksi damai diikuti oleh puluhan masa yang tergabung dalam GPPMS.

Aksi damai yang dilakukan GPPMS ini mendesak Kepada Bupati OKU Timur H Kholid Mawardi untuk mengevaluasi Kinerja Kepala Dinas Kesehatan OKU Timur pada pengadan obat PKD Puskesmas dengan nilai Rp. 1,459.981.000.000.

Pengadaan obat – obatan untuk rumah sakit ataupun Puskesmas terkadang berpotensi menjadi sumber bancakan oknum Dinas kesehatan. Siapa yang dapat mengetahui apakah pengadaan obat – obatan sudah sesuai volumenya atau beberapa bagian menjadi fiktif.

Dokter dan perawat kesehatan di Puskesmas memberikan obat – obatan kepada masyarakat yang membutuhkan, namun apakah jumlah obat – obatan yang di berikan kepada Puskesmas oleh Dinkes sudah sesuai dengan kalkulasi atau perhitungan kebutuhan.

Dinas Kesehatan menghitung kebutuhan obat berdasarkan data yang diberikan oleh Puskesmas – Puskesmas di setiap Kecamatan. Namun apakah perencanaan pembelian obat – obatan memang berdasarkan data dari Puskesmas, tentunya hanya bagian perencanaan Dinkes yang mengetahui.

Patut diduga entri data dari setiap Puskesmas berpotensi di mark up jumlahnya sehingga perencanaan pembelian diduga menggelembung. Namun disinyalir jumlah pembelian obat – obatan tetap berdasarkan entri data dari Puskesmas.

Hal ini dapat di telusuri dari jumlah stok file obat – obatan di Dinas Kesehatan ditambah jumlah obat – obatan  yang di berikan kepada Puskesmas apakah jumlahnya sama dengan volume pengadaan.

GPPMS menyikapi hal ini dengan aksi damai, “Kami peduli dengan kesehatan waraga OKU Timur karena itu kami turun kejalan agar pemerintah tentang memantau pengadaan obat yang dana cukup besar jangan sampai ada hal yang tak diinginkan karena itu jumlah yang besar,” ungkap Kordinator Aksi Sobirin ketika aksi damai di halaman Pemda OKU Timur.

Ketika ditanya apakah ada temuan dilapangan tentang penyimpangan dana pengadan obat ,Sobirin belum bisa menyampaikan hal tersebut karena masih mengumpulkan data-data. Namun pihaknya akan melakukan aksi lebih besar lagi jika tuntutan mereka tidak direalisasikan.

“Sebelum kami ke Pemda kami sudah melakukan aksi di kejaksaan Negeri OKU Timur meminta Kejaksaan mentelaah dan melakukan investigasi terhadap pengadan obat PKD Puskesmas tersebut,” tambahnya.

Sementara Staf Ahli Bupati H.Faruhdin ketika menui massa dan akan mempesalitasi rombongan pemuda yang demo untuk duduk bersama bermusyawarah terkait tuntuntan tersebut.

“Kami siap untuk duduk bersama bermusyawarah kepada adik-adik yang demo mudah mudah tuntutan mereka bisa di laksanakan,” terangnya.

“Berpotensi adanya modus penggelembungan pembelian obat – obatan sudah sangat umum dan mudah dilacak penyimpanganya dengan mengaudit  stok file  barang dan volume pembelian obat – obatan seperti berapa jumlah stok obat – obatan di Puskesmas dan stok obat – obatan di Dinkes dan berapa yang di salurkan ke pasien masyarakat”, ucap koordinator MAKI Sumbagsel “Amrizal Aroni.

“Kami sangat meng apresiasi kepedulian GPPMS dengan aksi damai di depan Kantor Dinkes OKU Timur dalam upaya mencegah potensi kerugian Negara dan mungkin saja penggelembungan pengadaan barang dan jasa tidak menutup kemungkinan juga terjadi di SKPD lainnya”, ucap Koordinator MAKI Sumbagsel mengakhiri comentnya. (Jeck B/Feri K)

Editor: A.Aroni

Posted by: Admin