Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi Jual Beli Gas PT PDPDE Tunggu Audit Kerugian Negara

Direktur Utama PT PDPDE, Arif Kadarsyah didampingi kuasa hukumnya saat tiba di Kejati Sumsel. (foto-dedy/koransn)

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG –  Kejati Sumsel saat ini masih menunggu audit kerugian negara yang masih dihitung oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumsel, untuk menetapkan tersangka dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE).

Demikian dikatakan Kasi Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel, Hendri Yanto, Minggu (5/1/2019).

“Jadi untuk penetapan tersangkanya kami masih menunggu audit penghitungan kerugian negara yang terjadi dalam dugaan kasus ini,” katanya.

Masih dikatakannya, walaupun audit kerugian negara dalam dugaan kasus ini masih dalam penghitungan oleh BPKP, namun pihaknya tetap terus melakukan proses penyidikan.

“Dugaan kasus ini kan sudah tahap penyidikan, makanya kami terus melakukan proses penyidikannya,” tegasnya.

Lebih jauh diungkapkannya, dalam tahap penyidikan tersebut pihaknya selaku Jaksa Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel melakukan serangkaian kegiatan penyidikan, diantaranya seperti pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Kalau untuk jumlah saksi yang telah kami periksa, sejauh ini sudah cukup banyak. Sedangkan untuk pemeriksaan saksi kedepannya nanti akan dijadwalkan lebih dulu,” tutupnya.

Sementara Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman sebelumnya telah mengungkapkan, jika dalam perkara ini Kejati Sumsel masih menunggu audit kerugian negara yang kini masih dihitung oleh BPKP Perwakilan Sumsel.

“Untuk kerugian negara dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT PDPDE ini, masih dihitung oleh BPKP Sumsel. Meskipun demikian, untuk proses hukum dugaan kasus ini sudah naik ke tingkat penyidikan dari penyelidikan,” kata Khaidirman saat itu.

Diberitakan sebelumnya, dalam perjalanan dugaan kasus ini sudah banyak saksi yang telah diperiksa Jaksa Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel. Para saksi tersebut, diantaranya saksi dari sejumlah pejabat dan mantan pejabat Pemprov Sumsel, saksi dari pihak PT PDPDE serta saksi dari pihak swasta.

Kasi Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel, Hendri Yanto sebelumnya juga mengungkapkan, adapun saksi dari Pemprov Sumsel yang sudah diperiksa pihaknya, diantaranya ‘JA’ dan ‘NU’. Selain itu pihaknya pun telah memeriksa saksi dari mantan pejabat Pemrov Sumsel yakni ‘MS’.

“Untuk ‘AJ’ dan ‘NU’ pemeriksaan keduanya sebagai saksi dilakukan, Kamis (12/12/2019). Sedangkan ‘MS’ diperiksa di hari sebelumnya yakni, Senin (9/12/2019). Para saksi ini diperiksa untuk diambil keterangan sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT PDPDE. Hal ini dikarenakan, para saksi tersebut merupakan pihak pengawas di perusahaan PT PDPDE,” ungkapnya kala itu.

Untuk diketahui, dalam dugaan kasus ini pada Rabu (11/12/2019) Direktur PT PDPDE Gas yang merupakan perusahaan konsorsium dari PT PDPDE, Yasser Arafat juga telah diperiksa oleh jaksa penyidik sebagai saksi.

Selain itu dihari sebelumnya, yakni Selasa (10/12/2019) Kejati Sumsel juga telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi dari PT Talisman Energi.

“PT Talisman Energi ini merupakan perusahaan yang membeli gas dari PT PDPDE, untuk itu jaksa penyidik memeriksa keempat saksi dari perusahaan tesebut,” ujar Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman saat itu.

Bukan hanya itu, untuk mengungkap dugaan pidana dalam dugaan kasus ini, Senin (14/10/2019), Kejati Sumsel melakukan pemeriksaan terhadap Mudai Madang.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman kala itu mengatakan, pemeriksaan Mudai Madang merupakan pemeriksaan kedua kalinya, lantaran sebelumnya Muadi Madang sudah pernah diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus ini.

Dijelaskannya, jika dugaan kasus ini terjadi bermula saat PT DKLN yang merupakan perusahaan milik Mudai Madang menjalin kerja sama dengan PT PDPDE terkait jual beli gas bumi. Dalam kerjasama tersebut, PT DKLN dan PT PDPDE membentuk perusahaan konsorsium yakni bernama PT PDPDE Gas.

“Perusahaan Konsorsium PT PDPDE Gas yang dibentuk inilah dijadikan sebagai perusahaan yang melakukan aktivitas jual beli gas bumi. Dimana dalam pelaksanaan jual beli gas tersebut, ternyata dilakukan tidak sesuai ketentuan sehingga PT PDPDE yang merupakan BUMD Pemprov Sumsel mengalami kerugian negara,” terangnya.

Sekedar mengingatkan, pemeriksaan Mudai Madang yang pertama sebagai saksi dilakukan Jaksa Penyidik Pidus Kejati Sumsel pada Jumat (5/4/2019). Ketika usai menjalani pemeriksaan saat itu Mudai Madang mengatakan, jika dirinya tidak diperiksa oleh Jaksa Kejati Sumsel melainkan kedatangannya hanya untuk bersilaturahmi membahas turnamen bola voli.

“Saya tidak diperiksa, saya datang di Kejati hanya untuk ngobrol dan silaturahmi terkait rencana turnamen bola voli yang akan diadakan oleh mereka. Jadi, saya tidak diperiksa,” ungkap Mudai Madang saat itu sembari berjalan menuju mobil yang ditumpanginya.

Terpisah, Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto ketika itu menegaskan, kedatangan Mudai Madang di Kejati Sumsel guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait dugaan kasus korupsi gas PT PDPDE.

“Mudai Madang kami periksa terkait dugaan kasus gas. Dari itu kami melakukan pemeriksaan kepadanya,” ungkap Hendri Yanto kala itu.

Sumber: koransn.com (ded)

Posted by: Admin