Pembangunan Gedung Lantai 2 RSUD Palembang BARI Berindikasi Bocor?

TRANSFORMASINEWS,COM, PALEMBANG. Pembangunan gedung kantor lantai 2 RSUD Palembang BARI sebesar Rp.1.987.527.658,02 disinyalir mengalami kebocoran anggaran. Tidak hanya sebatas itu, pada pengerjaannya diketahui diduga menabrak sejumlah peraturan yang ada kemungkinan terdapat perubahan tanpa melalui negosiasi teknis dan harga.

Pekerjaan pembangunan gedung kantor lantai 2 RSUD Palembang BARI ini dilaksanakan oleh PT TTM berdasarkan surat perjanjian kerja konstruksi (kontrak unit price) Nomor 002/FISIK-GK/PPK/RSUD/VII/2016 tanggal 13 Juli 2016 sebesar Rp.10.838.259.000,00.

Pekerjaan mengalami perubahan dengan addendum kontrak Nomor 002/FISIK-GK/PPK/RSUD/XI/2016 tanggal 11 November 2016. Masa kontrak 150 hari kalender dan berakhir pada tanggal 9 Desember 2016.

Pekerjaan tersebut telah selesai dilaksanakan dan diserahterimakan kepada RSUD BARI berdasarkan berita acara serah terima pekerjaan pertama Nomor 014/FISIK-GK/PPK/RSUD/XII/2016 tanggal 29 Desember 2016 dan telah dibayar lunas terakhir melalui SP2D Nomor 7200/2016 tanggal 22 Desember 2016.

Sumber media menyebutkan, terdapat perubahan pekerjaan berupa pekerjaan elektrikal, ornamen gate office, pekerjaan kusen, pintu, dan ventilasi dengan harga satuan baru dengan total pekerjaan sebesar Rp.1.987.527.658,02. Perubahan tersebut diduga tidak berdasarkan negosiasi teknis dan harga. Hal tersebut terjadi karena PPK tidak membuat harga perkiraan sendiri dan pembanding dalam menentukan harga satuan baru.

Selain itu, dari nilai perubahan pekerjaan diduga terdapat pekerjaan yang tidak melalui proses justifikasi teknis sebesar Rp.1.440.628.000,02 di mana pekerjaan tersebut bukan merupakan usulan tim peneliti pelaksanaan kontrak.

Hasil pengujian atas pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang sama dibandingkan dengan kontrak yang lokasinya sama pada tahun 2016, yaitu pekerjaan pembangunan pengembangan RSUD Palembang BARI tahap III, yang seharusnya dapat dijadikan acuan harga pembanding harga satuan dalam melakukan negosiasi harga.

Diketahui, terdapat pekerjaan smoke detector, saklar, dan instalasi titik lampu lebih mahal sebesar Rp.70.765.289,51.

Sumber:   Klikanggaran.com 

Posted by: Admin Transformasinews.com