Pelebaran Jalan Nasional OKU Timur Tahap Pertama Diduga Kontraktor Curang

Pekerjaan pelebaran jalan nasional ruas jalan oku timur tahap dua. ALL DOK.FOTO: TRANSFORMASINEWS.COM/MAKI SUMBAGSEL

TRANSFORMASINEWS.COM, MARTAPURA-OKU TIMUR – Pelabaran jalan nasional di Kabupaten Oku Timur tahun 2019  merupakan pekerjaan tahap kedua memakai dana APBD Perubahan dengang total anggaran Rp. 9,884 Miliar lebih dikerjakan  Kontraktor CV. Mulya Jaya.

Pekerjaan pelebaran jalan nasional tersebut baru saja dimulai beberapa hari ini yang menjadi pertannyaan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Sumatera Bagian Selatan  (MAKI Sumbagsel) saat pekerjaan tersebut mulai dikerjakan dari titik Nol oleh kontraktor CV. Mulya Jaya jelas terlihat pekerjaan pelebaran tahap pertama patut diduga tidak sesuai dengan Spek/RAB.  

Menurut narasumber yang layak dipercaya, “Pekerjaan pelebaran jalan nasional tahap pertama kalau melihat sepintas dari titik Nol pada pekerjaan tahap dua jelas diduga tidak sesuai RAB, karana sepengetahuannya semestinya pekerjaan tersebut  tahapan yang harus dilakukan kontraktor:

Tahap Pertama: Badan jalan harus digali sedalam lebih kurang sekitar 50 Cm lebih.

 Tahap Kedua:  Dilakukan penimbunan dengan Dilakukan penimbunan dengan batu pecah/batu split lalu dipadatkan  dengan stumbual sampai padat.

Tahap Ketiga: dilakukan pengecoran lantai setebal 10 Cm sebagai lantai kerja.

Tahap keempat: Pengecoran dengan kwalitas sesuai standar yang tertera dalam dokumen kontak”, itulah seharusnya tahapan sebenarnya ujar Nararumber.

Fakta pekerjaan tahap pertama dilapangan patut diduga tidak sesuai dengan apa yang dijelaskan narasumber ke media Transformasinews.com dan ke MAKI Sumbagsel, saat dikonfirmasi  menurut sumber pekerjaan tersebut patut diduga dikerjakan oleh salah satu oknum  kepala SKPD, namun setelah kami konfirmasi yang bersangkutan mengatakan pekerjaan itu bukan dirinya tapi pihak lain.

Semoga pekerjaan lanjutan tahap kedua  oleh kontraktor CV. Mulya Jaya memenuhi aturan yang berlaku sesuai dengan kontrak dan pengawasan oleh TP4D berjalan secara maksimal.

Sementara Maki Sumbagsel akan melakukan penelusuran mulai dari proses tender terhadap dokumen kontraktor pemenang, apakah sudah sesuai dengan aturan tender secara terbuka, apakah dokumen yang dimasukkan sudah sesuai dan benar.

Infonya anggaran pelebaran jalan negara tahap pertama lebih kurang sama dengan anggaran tahap kedua tahun 2019 ini, tentunanya spek/RAB akan sama dengan pekerjaan tahap kedua, pekerjaan tahap pertama apakah ada pendampingan dari TP4D seperti pada pembangunan tahap ke dua.

MAKI Sumbagsel segera melaporkan temuan tersebut, ini terkuak saat pihak kontraktor  CV. Mulya Jaya melakukan pekerjaan awal/titik Nol tampaknya tahapan yang dijelaskan narasumber tidak sepenuhnya dilakukan sesuai dengan kontrak, siapapun pemilik pekerjaan tahap pertama harus bertanggung jawab atas kwalitas pekerjaan bila nanti ditemukan hal-hal yang tidak seseuai aturan maka harus diproses sesuai aturan dan hukum. (A.Aroni) 

Posted by: Admin