Pejabat Pemprov Sumsel Telah Diperiksa Kejati Terkait Dugaan Kasus Korupsi Jual Beli Gas PDPDE

Sekda Sumsel Nasrun Umar menggelar rapat terbatas dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan Bulog dan Bank Sumsel Babel (BSB) di Ruang Bina Praja, Kamis (28/3/2019). Tak hanya perwakilan dari Bulog Divre Sumsel dan Babel serta perwakilan dari Bank Sumsel Babel (BSB), rapat tersebut juga dihadiri sejumlah Kepala Biro terkait di lingkungan Setda Sumsel, yakni Kepala Biro Ekonomi Aprian Jhoni, perwakilan BKD, serta Perwakikan Biro Hukum dan lainnya. (Foto: Ist: http://www.globalplanet.news/)

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Kejati Sumsel telah memeriksa pejabat Pemprov Sumsel sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE). Adapun pejabat yang diperiksa tersebut, yakni ‘NU’ dan ‘AJ’ selaku pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel.

Kasi Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel, Hendri Yanto, Rabu (18/12/2019) mengungkapkan pemeriksaan terhadap ‘NU’ dan ‘AJ’ ini telah dilakukan pihaknya belum lama ini.

“Perkara PT PDPDE ini sudah tahap penyidikan makanya kita terus melakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Masih dikatakan Hendri Yanto, pemeriksaan terhadap saksi ‘NU’ dilakukan dihari yang sama dengan pemeriksaan saksi ‘AJ’.

“Kedua saksi ini kami periksa dihari Kamis 12 Desember 2019 lalu. Hanya saja, untuk saksi ‘NU’ yang bersangkutan datang ke Kejati Sumsel dan dimulai diperiksa sebagai saksi sekitar pukul 12.00 WIB. Pemeriksaan tersebut selesai dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB, sedangkan untuk ‘AJ’ kami periksa lebih awal, yakni pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, dalam pemeriksaan saksi tersebut pihaknya juga telah memeriksa mantan Pejabat Pemrov Sumsel ‘MS’. Dimana pemeriksaan ‘MS’ dilakukan pada Senin 9 Desember 2019.

“Dan kedepan masih ada satu saksi lagi dari mantan Pejabat Pemprov yang akan kami agendakan pemeriksaanya,” tandasnya. 

Diberitakan sebelumnya, dalam dugaan kasus ini, Rabu (11/12/2019) Direktur PT PDPDE Gas yang merupakan perusahaan konsorsium dari  PDPDE, Yasser Arafat juga telah diperiksa Kejati sebagai saksi. Kemudian di hari sebelumnya yakni, Selasa (10/12/2019) empat orang saksi dari PT Talisman Energi juga diperiksa oleh jekas penyidik.

“PT Talisman Energi ini merupakan perusahaan yang membeli gas dari PT PDPDE, untuk itu Jaksa Penyidik memeriksa keempat saksi dari perusahaan tesebut,” ujar Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman saat itu.

Bukan hanya itu, pada Senin (11/11/2019) Kejati Sumsel juga telah memeriksa Direktur Utama PDPDE, Arif Kadarsyah sebagai saksi. Lalu dihari sebelumnya, Senin (4/11/2019) Direktur Operasional  PDPDE, Nono Suratno juga diperiksa oleh Kejati Sumsel.

Bahkan sepanjang perjalaan penyidikan dugaan kasus ini, Senin lalu (14/10/2019), Kejati Sumsel melakukan pemeriksaan terhadap Mudai Madang sebagai saksi.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman kala itu mengatakan, pemeriksaan Mudai Madang merupakan pemeriksaan yang kedua kalinya dilakukan oleh jaksa penyidik, lantaran sebelumnya Muadi Madang sudah pernah diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus ini. 

Dijelaskannya, dugaan kasus ini terjadi bermula saat PT DKLN yang merupakan perusahaan milik Mudai Madang menjalin kerja sama dengan PDPDE terkait jual beli gas bumi. Dalam kerjasama tersebut, PT DKLN dan PDPDE membentuk perusahaan konsorsium yakni bernama PT PDPDE Gas.

“Perusahaan Konsorsium PT PDPDE Gas yang dibentuk inilah dijadikan sebagai perusahaan yang melakukan aktivitas jual beli gas bumi. Dimana dalam pelaksanaan jual beli gas tersebut, ternyata dilakukan tidak sesuai ketentuan sehingga PDPDE yang merupakan BUMD Pemprov Sumsel mengalami kerugian negara,” terangnya.

Untuk diketahui, pemeriksaan Mudai Madang yang pertama sebagai saksi dilakukan Jaksa Pidus Kejati Sumsel pada Jumat (5/4/2019). Ketika usai menjalani pemeriksaan saat itu Mudai Madang mengatakan, jika dirinya tidak diperiksa oleh jaksa Kejati Sumsel melainkan kedatangannya hanya untuk bersilaturahmi membahas turnamen bola voli.

“Saya tidak diperiksa, saya datang di Kejati hanya untuk ngobrol dan silaturahmi terkait rencana turnamen bola voli yang akan diadakan oleh mereka. Jadi, saya tidak diperiksa,” ungkap Mudai Madang saat itu sembari berjalan menuju mobil yang ditumpanginya.

Terpisah, Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto ketika itu menegaskan, jika kedatangan Mudai Madang di Kejati Sumsel guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait dugaan kasus korupsi gas PT PDPDE.

“Mudai Madang kami periksa terkait dugaan kasus gas. Dari itu kami melakukan pemeriksaan kepadanya,” ungkap Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel kala itu. 

Sumber: koransn.com (ded)

Editor: A.Aroni

Posted by: Admin