Pejabat Hingga Mantan Pejabat Pemprov Diperiksa Kejati Terkait Dugaan Kasus Korupsi Jual Beli Gas PT PDPDE

Gedung Kejati Sumsel. (foto-ferdinand/koransn)

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Jaksa Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel telah memeriksa pejabat hingga mantan pejabat Pemprov Sumsel sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE).

Demikian dikatakan Kasi Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel, Hendri Yanto, Minggu (15/12/2019).

Menurutnya, pemeriksaan tersebut terdiri dari pemeriksaan terhadap pejabat Pemprov berinisial ‘AJ’ dan mantan pejabat Pemprov ‘MS’.

“Jadi kami sudah memeriksa sejumlah saksi dari Pemprov, dimana pemeriksaan dilakukan di hari yang berbeda,” katanya.

Diungkapkannya, untuk ‘AJ’ diperiksa pihaknya sebagai saksi dalam dugaan kasus ini pada, Kamis (12/12/2019). Sedangkan ‘MS’ diperiksa di hari sebelumnya yakni, Senin (9/12/2019).

“Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk diambil keterangan sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT PDPDE,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, jika kedepan masih ada satu saksi lagi dari pihak Pemprov yang akan dijadwalkan pemeriksaannya.

“Masih ada satu saksi yang nanti akan kami periksa dalam dugaan kasus ini,” tegasnya.

Sementara Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman membenarkan, jika selain ‘AJ’ Kejati Sumsel juga telah memeriksa ‘MS’ sebagai saksi.

“Kamis kemarin ‘AJ’ selaku pejabat di Pemprov telah diperiksa sebagai saksi, kalau ‘MS’ diperiksa di hari Senin nya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam dugaan kasus ini, Rabu (11/12/2019) Direktur PT PDPDE Gas yang merupakan perusahaan konsorsium dari PT PDPDE, Yasser Arafat juga telah diperiksa sebagai saksi. Kemudian dihari sebelumnya yakni, Selasa (10/12/2019) Kejati melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi dari PT Talisman Energi.

“PT Talisman Energi ini merupakan perusahaan yang membeli gas dari PT PDPDE, untuk itu Jaksa Penyidik memeriksa keempat saksi dari perusahaan tesebut,” ujar Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman saat itu.

Sekedar mengingatkan, dalam dugaan kasus ini, Senin (14/10/2019), Kejati Sumsel melakukan pemeriksaan terhadap Mudai Madang sebagai saksi.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman kala itu mengatakan, pemeriksaan Mudai Madang merupakan pemeriksaan yang kedua kalinya dilakukan oleh jaksa penyidik, lantaran sebelumnya Muadi Madang sudah pernah diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus ini.

Dijelaskannya, dugaan kasus ini terjadi bermula saat PT DKLN yang merupakan perusahaan milik Mudai Madang menjalin kerja sama dengan PT PDPDE terkait jual beli gas bumi. Dalam kerjasama tersebut, PT DKLN dan PT PDPDE membentuk perusahaan konsorsium yakni bernama PT PDPDE Gas.

“Perusahaan Konsorsium PT PDPDE Gas yang dibentuk inilah dijadikan sebagai perusahaan yang melakukan aktivitas jual beli gas bumi. Dimana dalam pelaksanaan jual beli gas tersebut, ternyata dilakukan tidak sesuai ketentuan sehingga PT PDPDE yang merupakan BUMD Pemprov Sumsel mengalami kerugian negara,” terangnya.

Untuk diketahui, pemeriksaan Mudai Madang yang pertama sebagai saksi dilakukan Jaksa Pidus Kejati Sumsel pada Jumat (5/4/2019). Ketika usai menjalani pemeriksaan saat itu Mudai Madang mengatakan, jika dirinya tidak diperiksa oleh jaksa Kejati Sumsel melainkan kedatangannya hanya untuk bersilaturahmi membahas turnamen bola voli.

“Saya tidak diperiksa, saya datang di Kejati hanya untuk ngobrol dan silaturahmi terkait rencana turnamen bola voli yang akan diadakan oleh mereka. Jadi, saya tidak diperiksa,” ungkap Mudai Madang saat itu sembari berjalan menuju mobil yang ditumpanginya.

Terpisah, Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto ketika itu menegaskan, jika kedatangan Mudai Madang di Kejati Sumsel guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait dugaan kasus korupsi gas PT PDPDE.

“Mudai Madang kami periksa terkait dugaan kasus gas. Dari itu kami melakukan pemeriksaan kepadanya,” ungkap Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel kala itu. 

Sumber: koransn.com (ded)

Posted by: Admin