MAKI Sumsel: Pernyataan Panglima TNI Terkesan Politis

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG

Pernyataan Panglima TNI bersama Pangkostrad, Letjen TNI Eko Margiyono, Komandan Kopassus, Mayjen TNI Richard TH Tampubolon, Danjen Kopassus, Mayjen TNI Mohamad Hasan, Dankormar, Mayjen TNI (Mar) Suhartono, dan Komandan Korpaskhas, Marsda TNI Eris Widodo terkesan berbau politis.

“Harusnya selaku Panglima TNI di bawah Komando Presiden selaku Pangti, Panglima TNI berkoordinasi sebelum mengemukakan pendapat,” kata MAKI Sumbagsel melalui Deputinya, Ir Feri Kurniawan.

Apa yang diucapkan oleh Panglima TNI merupakan cerminan sikap Presiden selaku Pangti TNI. Dimana kondisi negara saat ini tidak dalam kondisi chaos ataupun terjadi upaya pemberontakan oleh kelompok tertentu.

Feri menilai, pernyataan Panglima TNI seolah ditujukan kepada kelompok Habib Rizieq yang nota bene hanya berbeda pendapat dengan Pemerintah.

“Tiada ucapan Habib Rizieq yang menyatakan akan melengserkan pemerintahan yang sah, namun hanya kritik terhadap kinerja pemerintah saat ini,” nilainya.

Sejatinya, selaku Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto menentramkan masyarakat, bukannya membelenggu kebebasan berpendapat.

“Siapa saja yang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa, akan berhadapan dengan TNI,” kata Hadi dikutip dari keterangan pers, Minggu (15/11).

Ucapan tersebut, lanjut Feri, berpotensi membelenggu demokrasi.

“Kebebasan berpendapat dijamin Undang-Undang Dasar 1945 dan merupakan hak konstitusional warga negara. Kalaupun ada upaya melengserkan pemerintahan yang sah, maka Kepolisian dan Kejaksaan yang akan bertindak terlebih dahulu, kecuali bila ada upaya pemberontakan”, ucap Feri kembali.

“Tugas utama TNI adalah melindungi negara, wilayah dan rakyat dari upaya asing, pemberontakan, dan makar. Bukan untuk kepentingan politis”, ingat Feri mengakhiri.

About B. Suwarno

"Orang yang mengerti itu mudah untuk memaafkan" by B431

View all posts by B. Suwarno →