Longsor, Lalu Lintas Bengkulu-Lampung Lumpuh Total – Tiga Mobil Hanyut, RM Roboh

BENCANA ALAM: Longsor merobohkan rumah makan di Desa Ulak Pandan Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur, kemarin. Personel Polri ikut membantu proses evakuasi.

TRANSFORMASINEWS.COM, KOTA BINTUHAN–BENGKULU.  Hujan deras yang terjadi di wilayah Kaur dan sekitarnya pada Senin malam (21/8) hingga Selasa pagi (22/8) mengakibatkan longsor dan banjir. Berdasarkan pantauan di lapangan, ada 11 titik longsor di wilayah Kaur hingga perbatasan Lampung.

Sedikitnya 91 rumah terendam banjir. Bahkan satu unit rumah makan (RM) roboh tertimbun longsor. Tidak hanya itu saja, akibat banjir ada tiga unit mobil yang sempat terseret banjir.

Bahkan akibat hujan deras, jalan lintas Bengkulu-Lampung hingga malam ini belum bisa di lintasi kendaraan. Karena jalan lintas yang berada di Tebing Manula Kecamatan Lemong Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung tertimbun longsor hingga lumpuh total. Ada dua titik jalan yang tertimbun longsor di perbatasan Bengkulu-Lampung. Akibat tertutup longsor mobil antrean panjangnya berkilo-kilo dari Lampung ke Bengkulu dan sebaliknya.

Minimnya perlengkapan sehingga evakuasi material di tengah longsor menjadi terhambat. Pantauan terakhir RB, tadi malam alat berat milik Pemkab Kaur sudah berada di TKP dan melakukan evakuasi material.

“Ada 40 meter material longsor lebarnya menutupi jalan. Belum lagi ditambak kayu-kayu  besar yang ikut longsor yang menutupi jalan. Sementara alat tidak ada, kami tetap berusaha membantu kasihan warga yang hendak melintas,” kata Aslian warga Tebing Rambutan yang turun membantu memberihkan longsor kemarin.

Sementara itu sejak kemarin siang berbagai alat berat telah dikerahkan untuk membantu membuka jalan yang ada di perbatasan. Jarak antara lokasi longsor dan batas wilayah Kaur kurang lebih sekitar 100 meter namun sudah masuk wilayah Lampung. “Hingga malam ini belum ada kendaraan yang melintas karena pembersihan longsor masih terus dilakukan baik dari Lampung maupun arah Bengkulu,” kata Kapolres Kaur AKBP P Heru Kunprasetyo, S.IK.

Selain di perbatasan beberapa lokasi longsor yang cukup parah di Kaur kemarin juga terjadi di Desa Tanjung Baru Kecamatan Maje di lokasi ini jalan lintas tertutup material hingga motor dan mobil tidak bisa melintas. Baru sekitar pukul 09.00 WIB jalan di Tanjung Baru bisa dilintasi kendaraan, setelah alat berat PUPR Kaur turun ke TKP. Kemudian satu titik di Tebing Rambutan Kecamatan Nasal kemudian longsor di Desa Ulak Pandan Nasal di lokasi ini rumah yang tertimbun longsor.

Longsor menimpa rumah Suryati (36) pemilik lesehan Tikungan Manis Desa Ulak Pandan Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur. Rumah sekali gus lesehan milik ibu tiga anak ini hancur karena tertima material longsor tebing belakang dan samping rumahnya.

Beruntung korban bersama anak dan satu pembantunya bisa selamat dari longsor. Saat dijumpai Suryati mengatakan kejadian yang membuat dirinya trauma terjadi begitu cepat. Antara pukul 22.00 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB pada Senin malam (21/8) yang lalu. Saat kejan                                                                                                    korban bersama Imah (17), Lingga (18), Aldo (8), Najua (3).

“Hujan dari magrib pak, saat kejadian saya dan anak-anak sedang di lesehan. Kejadian begitu cepat ada suara geruduk rumah langsung roboh. Dan saya untuk cepat keluar dari perangkap dan membantu anak-anak. Saat itu tidak ada menolong dan baru ada mobil melintas setelah kami berada ditengah jalan,” kata Suryati kemarin.

Dikatakan korban,  tebing dibelang rumahnya longsor pasca pengambilan material pasir besi selama ini. Korban mengakui kalau material pasir besi di lahannya sengaja dijual ke perusahaan pasir besi. Namun karena bekas pengerukan yang terlalu curam sehingga saat hujan deras terjadi longsor.

“Terkait dengan kejadian ini semuanya saya serahkan dengan pihak desa dan keluarga untuk mencari solusinya dengan perusahaan. Untuk kerugian yang saya alami sekitar Rp 250 juta mas. Karena semua tertipa longsor termasuk motor,” ungkap Suryati kemarin.

Selain longsor, puluhan rumah warga di Nasal juga terendam banjir akibat hujan yang terjadi malam itu. Ada 91 rumah warga Desa Tebing Rambutan, Pasar batu dan Ulak Pandan Kecamatan Nasal yang terendam banjir. Air yang menggenangi rumah warga mulai dari batas pinggang orang dewasa hingga betis. Di Desa Pasar Baru Nasal ada enam rumah dan tiga unit mobil yang terendam banjir dua diantaranya mobil travel Bengkulu – Lampung.

Tiga unit mobil tersebut adalah Inova dengan nopol BG 1572 LJ yang dikemudikan Ari (45) warga Kota Bengkulu. Kemudian mobil Suzuki Carry dengan nopol BE 9896 CV yang dikemudikan Imam (45) warga Talo Kabupaten Seluma. Dan yang terakhir mobil Inova  nopol B 1514 CKV yang dikemudikan Ismail (37) warga Lampung.

“Saat itu hujan deras saya tidak menyangka kalau di depan ada air besar yang tingginya sudah sampai ke spion mobil. Saat itu melaju tiba-tiba mobil mati dan terseret arus deras. Tidak ada korban jiwa atau luka, namun mobil macet dan tidak bisa dijalankan,” kata sopir mobil Imam kemarin.

Terpisah Kades Tebing Rambutan Sipra Sarpidi mengakui kalau kejadian banjir yang terjadi di desanya sangat mengejutkan warga. Karena kejadian seperti ini batu pertama terjadi dan saat itu hujan begitu deras sehingga warga pun tinggal pasrah. Tidak ada rumah yang rusak, namun air yang masuk ke rumah ada sebatas mata kaki ada yang sampai pinggang orang dewasa.

“Ini kejadian pertama kali pak dan kami juga heran kenapa bisa terjadi. Sebelumnya tidak pernah banjir di sini. Bahkan di jalan juga tertutup air pada malam itu dari data saya ada 80 rumah warga Tebing Rambutan yang terendam banjir,” kata Sipra kepada RB kemarin.

Kendati demikian secara berangsur air kemarin yang membanjiri rumah warga surut. Bahkan sebagian warga nampak sibuk membersihkan rumahnya dari kotoran lumpur yang menempel di perabotan rumahnya.

Polres Kaur Bantu Evakuasi Rumah Warga yang Tertimpa Longsor

Kapolres Kaur AKBP P Heru Kunprasetyo, S.IK sekitar pukul 09.00 WIB menerjunkan semua anggota Polres Kaur, Polsek Maje dan Nasal untuk membantu korban yang rumahnya diterjang longsor di Nasal. Dengan cara membongkar rumah yang sudah ambruk dan menyelamatkan perabotan rumah milik warga yang tertimpa longsor.

Ada dua bus personil Polres Kaur dikerahkan, baik itu perwira bintara dan Polwan semua turun membantu mengevakuasi rumah milik Suryati. Selain Polisi ada juga TNI, pihak Kecamatan Nasal dan warga yang ikut membantu dan baru selesai sekitar pukul 15.00 WIB. Bahkan kegiatan ini dipimpin langsung Kapolres Kaur dan Waka Polres Kaur.

Sementara itu dari Pemkab Kaur, Asisten II Pemkab Kaur Azwar, S.Sos juga turun memantau kejadian longsor di Kaur kemarin. “Kita bantu karena kasihan dan hari ini harus udah selesai. Karena masih banyak perabotan yang ada dalam rumah. Kita minta kepada korban untuk tabah menghadapi cobaan ini,” kata Kapolres Kaur kemarin.

Kapolres Kaur juga mengingatkan warga untuk waspada, karena kalau hujan kembali deras tidak menutup kemungkinan akan kembali terjadi longsor. Terutama di wilayah yang memang rawan akan longsor di Kaur.

Sumber: Harianrakyatbengkulu (cik)

Posted by: Admin Transformasinews.com