KPK Pastikan: Gubernur Bengkulu (nonaktif) Ridwan Mukti Tak Bisa Berkelit

TRANSFORMASINEWS.COM, BENGKULU. Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melimpahkan Gubernur Bengkulu (nonaktif) Dr. H. Ridwan Mukti, MH berserta isti Lily Martiani Maddari, Senin (2/10) pekan depan. Persidangan RM dan Lily diperkirakan berlangsung pada minggu kedua Oktober.

JPU KPK untuk Ridwan Mukti dan Lily, Khairudin memastikan akan mengungkap peran Ridwan Mukti sebagai tersangka penerima suap Rp 1 miliar dari Kepala Perwakilan PT Statika Mitrasarana Jhoni Wijaya dalam sidang nantinya.

Dia yakin dapat mengungkap peran Ridwan Mukti yang terduga menerima dan mengatur suap tersebut. Dan Ridwan Mukti tidak bisa berkelit. Walaupun Ridwan Mukti selama ini mengklaim tidak tahu.

“Meskipun Ridwan Mukti selama ini menghindar dan terkesan tidak tahu menahu tentang uang fee itu, nanti akan kami ungkap semuanya di persidangan,” kata Khairudin kepada wartawan, tadi malam.

JPU sudah menyiapkan sejumlah saksi dan termasuk barang bukti yang bisa mengunci Ridwan Mukti. Tapi ia belum mau membeberkannya, sebelum disampaikan di persidangan. “Yang jelas saksi-saksi yang akan dihadirkan tidak jauh berbeda dengan sidang dengan terdakwa Jhoni Wijaya,” ungkapnya.

Sementara itu, permohonan pemindahan dari pengacara Gubernur Bengkulu (nonaktif) Ridwan Mukti (RM) dan Lily Martiani Maddari akhirnya dipenuhi Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK).

Kemarin sekitar jam 09.00 WIB dengan menggunakan mobil tahanan Polda Bengkulu dan dikawal ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap, keduanya diangkut.

RM dipindahkan ke Rutan Kelas II B Malabero Bengkulu. Sedangkan Lily dipindahkan ke Lapas Kelas II B Khusus Perempuan Bentiring. Dalam proses pemindahan, Ridwan Mukti dan Lily terlihat lebih pucat. Seperti biasanya Ridwan Mukti dan Lily tidak lagi menebar senyumnya kepada awak media.

Keluar dari gedung Rutan Polda Bengkulu, keduanya lebih banyak memalingkan muka seperti mau menghindari sorotan kamera wartawan yang sudah menunggu setia di depan Rutan Polda Bengkulu.

Ridwan Mukti sampai di Rutan Malabero langsung turun dari mobil yang membawanya ke Rutan dimana 2 tersangka lainnya, Rico Can dan Jhoni wijaya dititipkan KPK. Sejak dipindahkan ke Bengkulu sepertinya memang Ridwan Mukti sudah terlihat kesal dengan awak media yang terus menjadikannya primadona pemberitaan.

Bahkan setelah masuk di pintu pemeriksaan kedua, Ridwan Mukti sembari berusaha melepas rompi orange KPK, sempat mengatakan “Kenapa masih ada wartawan” kepada 2 personel polisi yang mengawalnya.

Di Rutan Malabero Bengkulu, Ridwan Mukti dipastikan tidak akan mendapatkan pengistimewaan dari pihak Rutan. Apalagi JPU yang menangani perkaranya sudah berpesan agar Ridwan Mukti maupun tahanan titipan mereka yang lain tidak mendapatkan pengkhususan.

Penuntut Umum KPK RI yang menangani perkara Ridwan Mukti, Lily dan Rico Dian Sari, Khairudin menyampaikan, pemindahan tersangka Ridwan Mukti dan Lily, menurutnya memang berawal dari permintaan kuasa hukum mereka untuk meminta dipindah.

‘’Tapi kita jamin, meskipun dipindah ke Rutan Malabero serta Lapas Khusus Perempuan Bentiring, keduanya (Ridwan Mukti dan Lily) tidak akan mendapatkan perlakuan khusus. Artinya sama dengan tahanan lainnya yang dititipkan, seperti halnya Jhoni Wijaya dan Rico Dian Sari, serta tahanan lainnya,’’ terang Khairudin saat mengantarkan Lily Madari ke Lapas Khusus Perempuan Bentiring.

Selain itu, sambung Khairudin, pemindahan Ridwan Mukti ke Rutan Kelas II B Malabero Bengkulu dimana 2 tersangka lainnya juga dititipkan, tidak akan mempengaruhi proses hukum.

‘’Kita sudah mempertimbangkan masalah ini. Apalagi diperkara Jhoni Wijaya, sebagian keterangannya sudah disampaikan di persidangan. Kalaupun  dia akan berubah, itu kita pertanggungjawabkan. Karena dia sudah disumpah dalam persidangan sebagai saksi, khusus Jhoni Wijaya yang juga jadi saksi di perkara Ridwan Mukti, Lily maupun Rico Dian Sari. Jadi saya rasa tidak (mempengaruhi, red) , makanya saya katakan bahwa dengan penuh keyakinan bahwa kondisi ini (sama-sama dirutan, red) tidak akan mempengaruhi proses hukum atau mereka (seluruh tersangka, red) menjadi tidak independen dalam memberikan keterangan,’’ beber Khairudin.

Ditambahkan Khairudin, untuk pelimpahan perkara ketiga tersangka, Ridwan Mukti, Lily dan Rico Can, diperkirakan baru dilaksanakan minggu depan. Dan persidangannya juga bisa segera dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Bengkulu. ‘’Mudah-mudahan minggu depan kita limpahkan dan mudah-mudahan bisa langsung dijadwalkan proses persidangannya. Jadi silahkan untuk siapa saja mengikuti proses persidangan yang terbuka untuk umum,’’ imbuh Khairudin.

Sumber:Hariangrakyatbengkulu (dtk)

Editor: Nurmuhammad

Posted by: Admin Transformasinews.com