Kejagung RI Kembangkan Penyelidikan Tahap II Kasus Dana Hibah 2013

Jaksa Agung RI, HM Prasetyo saat tiba di Kejati Sumsel. (foto-ferdinand/koransn.com) Palembang, KoranSN

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Jaksa Agung Republik Indonesia (RI), HM Prasetyo, Selasa (3/10/2017) menegaskan, jaksa Kejagung RI saat ini mengembangkan penyelidikan dugaan kasus dana hibah Sumsel tahun 2013. Hal tersebut dikatakan Prasetyo usai memberikan arahan secara tertutup kepada seluruh jaksa di Kejati Sumsel.

Diungkapkan Prasetyo, dalam dugaan kasus ini sudah dua orang yang diperoses bahkan keduanya sudah divonis oleh hakim. Dengan telah divonisnya kedua orang tersebut maka jaksa Kejagung saat ini masih mendalami dugaan kasusnya.

“Penanganan dugaan kasus danah hibah Sumsel terus kita kembangkan lagi, dan ini menjadi konsen kita bersama. Sebab, dana hibah itu seharusnya disalurkan kepada orang yang bener-benar membutuhkannya atau orang yang berhak. Bukan untuk diselewengkan atau disimpangkan untuk kepentingan lain. Dari itulah perkara ini kita dalami,” tegas Prasetyo.

Disinggung apakah saat ini sudah ada penetapan tersangka baru? Dikatakan Prasetyo jika Kejagung masih mengembangkan dugaan kasusnya.

“Kalau untuk tersangka baru, mungkin saja ada. Tapi kita kan harus berhati-hati, tidak boleh terburu buru menetapkan tersangka barunya meskipun kesannya perlu waktu,” ungkapnya.

Jaksa Agung RI, HM Prasetyo saat meninjau kegiatan bakti sosial deteksi dini penyakit kanker serviks dan payudara yang diselenggarakan oleh Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) wilayah Sumsel di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel Jalan Gubernur HA Bastari Jakabaring Palembang.
Dijelaskan Prasetyo, penanganan kasus korupsi yang ditangani kejaksaan berbeda dengan penanganan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT). Sebab kalau OTT, faktanya, orangnya, tersangkanya, saksi-saksinya dan barang buktinya sudah ada.

“Tapi untuk kasus yang ditangani kejaksaan harus melalui tahapan-tahapan, seperti diawali dengan penyelidikan. Apabila, dalam proses penyelidikan ini semua alat buktinya telah terpenuhi, barulah ditingkatkan ke penyidikan. Setelah itu dilakukan penyusunan berkas perkara kemudian berkasnya diteleti. Jika berkas perkara sudah dinilai lengkap, barulah dilakukan pelimpahan untuk disidangkan. Jadi butuh waktu, bukannya kita tidak bersunguh-sunguh, namun memang begitulah prosesnya,” paparnya.

Selain prosesnya terkesan memakan waktu, lanjut Prasetyo, belum lagi tantangan yang dihadapi jaksa selama proses hukum dilakukan.

“Adapun tantangan yang kita hadapi yakni, ketika seseorang ditetapkan menjadi tersangka maka mereka mengajukan praperadilan. Inilah tantangan kita tapi kita hadapi dan kita harus siap,” tandasnya.

Terpisah Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin saat dimintai komentar terkait dugaan kasus dana hibah Sumsel yang kini ditangani Kejagung RI mengatakan, biarkan prosesnya berjalan sebagai mestinya. “Biarkan prosesnya jalan,” ujar gubernur.

Sumber:KoranSN.com (ded/rgn)

Posted by: Admin Transformasinews.com