Kapolri Menghadap Presiden

ANTARA/Puspa Perwitasari

TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA. KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian menghadap Presiden Joko Widodo, Senin (31/7) siang. Pertemuan berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan.

Rombongan Kapolri terlihat tiba di Kompleks Istana sekitar pukul 14.16 WIB dan masuk melalui Wisma Negara. Namun kedatangan Tito dijaga ketat. Pewarta yang sudah menunggu tak diperbolehkan mendekat untuk mengabadikan momen itu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memang berencana meminta keterangan Kapolri terkait perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Kasus itu belum terungkap meski sudah lebih dari tiga bulan terjadi.

“Kemarin saya sudah menyampaikan ke Kapolri, besok mau menghadap,” kata Jokowi di Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (30/7).

Jokowi mengaku belum bisa mengambil sikap terkait kasus Novel yang seolah masih jalan di tempat. Ia perlu membicarakan itu kepada Kapolri.

Sebelumnya Kepala Negara didesak untuk membentuk tim pencari fakta (TPF). Permintaan ini muncul dari mulut Novel. Dia pesimistis polisi berani mengungkap kasusnya. Terlebih, ia mengklaim adanya keterlibatan jenderal polisi dalam kasus itu.

“Ini ada keterlibatan oknum Polri. Mestinya dilakukan dengan serius. Walaupun setelah tiga bulan lebih saya melihat rasanya Polri tidak berani mengungkap perkara ini,” kata Novel dalam wawancara khusus dengan Najwa Shihab di program Mata Najwa, Metro TV, yang ditayangkan Rabu (26/7).

Novel mengaku tidak mengetahui alasan kepolisian tidak berani mengungkap kasus hingga tuntas. Selama ini, ia hanya bisa menerka dan menduga-duga alasannya.

Novel disiram cairan air keras di dekat Masjid Jami Al Ihsan, dekat rumahnya. Saat itu, Novel baru saja selesai salat subuh berjemaah sekitar pukul 05.10 WIB, 11 April 2017. Akibat penyerangan itu, penglihatan Novel terganggu dan harus menjalani perawatan di Singapura.

Sumber: Mediaindonesia.com (MTVN/X-12)

Posted by: Admin Transformasinews.com