JPU Memastikan Ridwan Mukti dan Lily Tidak Bisa Membantah Dugaan Pemberiaan Fee

TRANSFORMASINEWS.COM, BENGKULU. Sidang perkara dugaan suap terhadap Gubernur Bengkulu (Nonaktif), Ridwan Mukti akan digelar Kamis (12/10) mendatang di Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu. Dengan pembacaan dakwaan,

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) akan mendudukkan RM sendiri sebagai terdakwa, bersama istrinya Lily Martiani Maddari dan Rico Diansari, Direktur Utama PT Rico Putra Selatan (RPS).Dalam sidang ini, JPU memastikan Ridwan Mukti dan Lily tidak bisa membantah dugaan pemberiaan fee, seperti yang pernah terjadi ketika menjadi saksi di sidang Jhoni Wijaya Selasa (3/10).

“Jika mereka duduk sebagai saksi, bisa saja membantah apa pengakuan dari terdakwa Jhoni Wijaya. Tapi
dalam sidang pekan depan, baik RM, Lily atau Rico Diansari ketiganya duduk sebagai terdakwa. Mereka
akan mendengar keterangan dari saksi, dan keterangan mereka dikomfrontir dalam sidang. Kami yakin
tidak bisa dibantah lagi dugaan soal fee itu,” terang Ketua Tim JPU KPK, Haerudin.

Ditambahkan Haerudin, dalam dakwaan RM dan Lily, lebih dipertegas peran dari masing-masing
terdakwa. Termasuk cara-cara menetapkan ketiganya menjadi terdakwa. “Dakwaan akan dibacakan
dalam sidang Kamis. Selain pasal yang jerat ketiganya, juga diceritakan dari mana, cara-cara suap itu
terjadi hingga berakhir dengan OTT. Seperti terungkap dalam sidang Jhoni Wijaya, dia (RM) kuat menjadi pengendali suap yang dilakukan melalui istrinya,” jelas Haerudin.

Dengan alasan itu kata Haerudin, mereka meminta Pengadilan Negeri Bengkulu mengadili Ridwan Mukti, sebagai orang melakukan atau turut serta melakukan perbuatan, menerima hadiah atau janji yakni menerima uang tunai sebesar Rp. 1 miliar dari Jhoni WIjaya selaku kepala Perwakilan PT Statika
Mitrasarana-

Bengkulu. Fee yang diterima melalui Rico Diansari dari keseluruhan uang yang dijanjikan
sebesar Rp 4,7 miliar.

“Diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar
melakukan atau melakukan sesuatu dalam jabatannya, yaitu Ridwan Mukti agar tidak membatalkan
kontrak proyek yang sudah dimenangkan PT Statika Mitrasarana bertentangan dengan kewajibannya
yaitu bertentangan dengan kewajiban Ridwan Mukti sebagai Gubernur Bengkulu merupakan
penyelenggara negara untuk tidak melakukan perbuatan korupsi,” jelas tutur Haerudin.

Dalam sidang juga akan Rico menjadi saksi untuk terdakwa RM dan Lily, begitu juga sebaliknya. “Jika
sebelumnya pernah ada saling bantah di sidang Jhoni. Pada sidang RM nanti, Rico yang akan ditanya
sebagai saksi dan RM bersama Lily juga akan menjadi saksi untuk Rico. Pernyataan Rico serta
pengakuannya dalam sidang sebelum itu akan menjadi pertimbangan dan fakta baru untuk majelis,”
imbuhnya.

Agar lebih jelas kata Haerudin, sebaiknya saksikan dalam sidang. Sebanyak empat jaksa dalam tim JPU
untuk RM CS. Masing-masing JPU siap menjerat ketiganya dengan pasal sesuai dalam dakwaan.

“Kita punya dasar dan kita berani karena ada bukti. Dalam sidang akan kita buktikan keterlibatan ketiganya dalam perkara suap itu. Ya, saya akan pastikan ada fakta yang bisa membuat RM CS sulit untuk berkilah. Karena dalam rangkaian suap, dia sendiri ikut langsung,” demikian Haerudin.

Terpisah Fakar Hukum Pidana Universitas Bengkulu, Prof. Herlambang, SH, MH, mengatakan jika
bantahan RM itu lemah, karena duduk sebagai terdakwa. Dalam proses hukum, yang menetapkan
seseorang bersalah dari alat bukti diambil dari saksi-saksi, saksi ahli dan petunjuk-petunjuk.

“Silakan saja membantah, memang ada hak terdakwa menjawab atau membantah. Tetapi yang perlu diingatkan di sini, pembuktian kesalahan dari proses sidang dan fakta persidangan, melihat kronologis kejadian hingga terjadinya perbuatan pidana,” tutur Herlambang

Sementara Kuasa hukum RM dan Lily, Maqdir Ismail, tetap yakin jika kliennya sulit dijerat dengan pasal
12 a, karena uang yang diterima bukanlah suap. “Saya tidak mau bicara banyak. Kita lihat dalam sidang
nanti. ada 7 pengacara yang akan saya bawa dari Jakarta, siap membuktikan jika RM dan istrinya Lily
benar-benar tidak terlibat sama sekali,” tutup Maqdir.

Sumber:harianrakyatbengkulu.com (rif)

Posted by: Admin Transformasinews.com