JPU Berharap Ridwan Mukti Jujur Dalam Sidang

DOK.FOTO:REPORTASERAKYAT.COM

TRANSFORMASINEWS.COM, BENGKULU.  Kesaksian Ridwan Mukti  dan istrinya, Lily Martiani Maddari dalam sidang Jhoni Wijaya minggu lalu, diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi keduanya yang akan menjalani sidang terdakwa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jhoni Wijaya, SH, Fitroh Rohcahyanto, SH, meminta tidak ada lagi bantahan seperti dalam sidang terdakwa Jhoni Wijaya soal fee proyek. Karena dalam sidang dimana Ridwan Mukti  dan Lily serta Riko menjadi terdakwa akan dibeberkan keterlibatannya.

“Kalau dari saya, Pak Ridwan Mukti  dan Ibu Lily dalam sidang nanti sebaiknya jujur. Karena saksi yang akan bicara dan membuka fakta baru soal keterlibatan mereka. Bila ada bantahan atau apa dari Ridwan Mukti , saksi yang akan bicara jujur. Karena saksi-saksi yang kita undang dalam sidang Jhoni, mereka kita yakin sudah bicara dan memberikan keterangan yang memang faktual. Yang kita heran saat Ridwan Mukti  dan Lily bersaksi, malah banyak yang dibantah. Terus jauh sekali dengan hal yang dibuka oleh Rico Diansari. Kita inginkan ketika di sidang, Ridwan Mukti  dan Lily nanti menceritakan sesuai pengakuan mereka dalam BAP dan yang fakta,” imbuh Fitroh.

Dalam sidang Jhoni kata Rico, terkait perihal fee proyek banyak dihujani bantahan dari Lily maupun Ridwan Mukti . “Kemarin (Sidang Selasa Lalu), Ridwan Mukti dan istrinya Lily banyak bantah dan membelot. Meski ada juga yang diakui soal pertemuan baik di hotel maupun di Jakarta. Di sidang mereka, giliran mereka jawab saksi, yang mereka bantah akan dibuka oleh saksi-saksi” ujarnya.

DOK.FOTO:LIPUTAN6.COM

Menurut Ridwan Mukti , dalam sidang Jhoni Wijaya sudah tampak dalam rangkaian sebelum terjadinya suap ada beberapa hal yang dikendalikan Ridwan Mukti , melalui tindakan istrinya Lily. Misalnya di dalam proses urusan proyek,  memberi kuasa kepada istrinya serta adik iparnya, Rico Khadafi Maddari agar pihak swasta dan pejabat melakukan koordinasi.

“Dalam sidang Jhoni sebelumnya, dengan saksi beberapa pejabat dari Dinas PUPR, seperti Kuntadi,
Syaifudin membenarkan adanya arahan dari Ridwan Mukti  untuk koordinasikan soal proyek ke istri dan adik iparnya. Dalam sidang Jhoni Ridwan Mukti  juga mengakui itu pernah diarahkan kepada istri dan adik iparnya dalam sidang sidang Jhoni. Ya artinya, Ridwan Mukti  secara tidak langsung memang sudah masuk dalam rangkaian itu,” terang Fitroh.

Fitroh mengatakan, jika fakta sidang itu sudah membuktikan jika Ridwan Mukti  diduga kuat bersalah. Memang kata Fitroh, tidak ada rekaman telpon atau suara yang berkaitan langsung dengan Ridwan Mukti . Tetapi dari beberapa petunjuk alat bukti serta petunjuk pendukung, menguatkan nama-nama Ridwan Mukti .

“Misal seperti pengakuan Rico Diansari soal Om larang membuat kwistansi. Perkataan Riko itu ada dalam rekaman. Terus soal bukti serah terima dari Jhoni, yang mana Rico mendapat amanah dari Lily, dalam kwitansi diletak kalimat pembelian material, karena bagi Lily dan Ridwan Mukti  hal tersebut bahaya jika diletak uang fee proyek,” jelas Fitroh.

Terpisah Ketua Tim JPU Perkara Ridwan Mukti  dan Lily, Haerudin menegaskan sidang perdana yang akan digelar Kamis (12/10) hanya agenda pembacaan dakwaan. Untuk saksi kata Haerudin, akan mulai diperiksa dalam sidang Minggu depannya lagi.

DOK.FOTO:LIPUTAN6.COM

“Dakwaan yang akan kita bacakan. Kita akan beberkan semuanya, mulai dari rangkaian awal hingga terjadinya suap. Dakwaan itu sudah kuat dan menjamin Ridwan Mukti  tidak bisa lagi membelot. Karena yang masuk dalam dakwaan itu, tidak jauh dari keterangan beberapa saksi dan saksi kunci,” paparnya.

yang mendapat proyek bernilai Rp. 47 miliar, pasca penandatangan lelang dipanggil dan dimarahi Ridwan Mukti , bahkan disebut-sebut MoU proyek akan dibatalkan.

Ditanya media contoh yang sulit membuat Ridwan Mukti  mengelak. Haerudin menjawab, terkait fee proyek 10 persen. Sebagaimana penyuap Jhoni Wijaya,

“Kita ambil dari keterangan penyuap yang pertama ini. Jhoni Wijaya yang mengakui jika uang Rp. 1 miliar dari Rp. 4,7 miliar dalah uang fee proyek yang mau diberikan kepada Gubernur RM, melalui ibu Lily. Bagi Jhoni uang itu untuk fee proyek dan tidak ada pernah dibahas soal THR lebaran,” tutur Haerudin.

DOK.FOTO:BENGKULUNEWS.CO.ID

Kemudian yang mengantar uang Rp. 1 miliar dari Jhoni melalui Rico Wijaya, juga buka-bukaan dalam
sidang ketika Rico menjadi saksi. Segala sesuatu fakta yang disebut Rico, menurut Haerudin sudah
dimasukkan dalam dakwaan.

“Pengakuan Jhoni menyebutkan itu suap Rp 1 miliar dari fee proyek. Terus Rico dalam keterangannya juga mengakui soal fee 10 persen sudah pernah terucap dalam pertemuan di Jakarta. Rico pun buka-bukaan lagi, soal penegasan dari Lily yang mengatakan tidak boleh memakai kuitansi, karena akan bahaya baginya dan suaminya Ridwan Mukti ,” demikian Haerudin.

Kuasa hukum Ridwan Mukti  dan Lily, Maqdir Ismail ditelpon tadi malam tidak mau menjawab soal dakwaan Ridwan Mukti yang akan dibacakan kuat suap. Dia menegaskan, yang lebih sah ketika dakwaan dibacakan JPU.

“Darimana informasi itu. Dakwaan belum dibacakan sudah ada pada kalian. Tunggu sidang, baru jelas
nanti. Saya belum bisa menjawab soal dakwaan. Kita tunggu sidangnya,” kata Maqdir.

Sumber: Harianrakyatbengkulu (rif)

Posted by: Admin Transformasinews.com