Jampidsus: Kejagung Akan Segera Menetapkan Tersangka Lain Pada Perkara Dugaan Pidana Korupsi Dana Hibah Sumsel Pada APBD Tahun 2013

DOK.NET

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Kejagung akan segera menetapkan tersangka lain pada perkara dugaan pidana korupsi dana hibah  Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada APBD tahun anggaran 2013 dinyatakan oleh Jampidsus Adi Toegarisman.

Jampidsus “Adi Toegarisman” menyatakan kepada awak media  “tim penyidik hanya tinggal menunggu hasil perhitungan (audit) kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mendapatkan nama tersangka lain dalam kasus korupsi itu”

Adi selanjutnya menyatakan juga  tim penyidik Kejagung sama sekali tidak menemukan kendala apapun dalam menangani perkara tersebut. Hanya menurutnya, penyidik butuh proses dan waktu untuk menetapkan pihak yang bertanggungjawab atas peristiwa tindak pidana itu.

“Saya hanya tinggal menunggu hasil audit BPK dan BPKP baru tersangka ditetapkan. Semuanya lagi proses,” tuturnya, Jumat (29/11).

Kendati demikian, Adi tidak mau mengungkap siapa nama tersangka lain pada perkara yang diduga merugikan keuangan negara yang diduga mencapai ratusan milyard itu. “Kita kan harus menuntaskan kasus ini secara keseluruhan ya,” ujar Adi Toegar dengan seriusnya.

Seperti diketahui, tim penyidik sudah 2 kali gelar (ekspose) kasus tersebut. Gelar perkara pertama dilakukan pada Rabu 9 September 2018. Kemudian tim penyidik menemukan bukti tindak pidana korupsi baru terkait  pemeriksaan Alex Noerdin beberapa waktu lalu.

Bukti dimaksud mulai dari pembelian sejumlah sepeda motor dengan nilai mencapai Rp. 26 miliar dan penggelontoran dana yang dilakukan Alex Noerdin setiap kali melakukan kunjungan ke daerah  pada periode tahun anggaran 2013 dengan  nilai mencapai miliaran rupiah.

Kemudian, ekspose perkara dana hibah dan bansos yang kedua dilakukan pada Rabu 10 Oktober 2018. Gelar perkara yang kedua ini dilakukan tim penyidik agar dapat menentukan sikap terhadap status hukum Alex Noerdin.

Penetapan tersangka sepertinya akan dilakukan setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi, di antaranya anggota DPRD Provinsi Sumsel.

JAMPidsus sendiri menemukan adanya penyimpangan dalam perubahan anggaran untuk dana hibah dan bansos tersebut. Pada awalnya APBD menetapkan untuk hibah dan bansos Rp.1,4 triliun, namun berubah menjadi Rp.2,1 triliun.

Lalu, pada perencanaan hingga pelaporan pertanggungjawaban yang tidak berkesesuaian dan berpotensi merugikan keuangan negara puluhan dan bahkan ratusan milyard.

Hal ini senada dengan pernyataan Loanma Pasindak Lumban Tobing dalam memory PK pada Hibah tersebut “saya di tumbalkan karena perbuatan yang tidak saya lakukan dan semua pasti akan terbukti nantinya karena kezoliman akan terungkap”, ujar Tobing.

 “Banyak sekali keterangan palsu dalam proses persidangan  tapi biarlah karena Tuhan tidak tidur”,  ucap  Tobing kembali.

“Jelas dinyatakan pada putusan sela Mahkamah Konstitusi tahun 2013  pada perkara sengketa pilgub siapa fihak yang di untungkan dalam penggelontoran dana hibah itu”, ujar Tobing di akhir pernyataanya.

Masyarakat berharap dengan pergantian Jaksa Agung dan Pasangan Presiden yg baru perkara Bansos Sumsel dapat segera menetapkan tersagka lain dan bisa di sidangkan di Peradilan Dunia.

Penulis : Tim Redaksi/dbs

Editor: A.Aroni

Posted by: Admin