Jaksa Dalami Penyelidikan Dugaan Kasus Lahan Negara Hilang di Lahat

Gedung Kejati Sumsel. (foto-ferdinand/koransn)

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Kejati Sumsel hingga kini masih melakukan penyelidikan dan pendalaman dugaan kasus lahan negara yang hilang di Kabupaten Lahat, yang sebelumnya dalam dugaan kasus tersebut mantan Bupati Lahat Aswari Rivai telah dipanggil dan diambil keterangannya oleh Jaksa Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel.

Kasi Intel Kejari Lahat, Bani Imanuel Ginting SH mengatakan, dugaan kasus lahan hilang di Lahat yang dalam perkara tersebut mantan Bupati Lahat Aswari Rivai telah diperiksa untuk diambil keterangannya, kini dugaan kasus tersebut proses penyelidikannya sedang ditangani oleh Kejati Sumsel.

“Jadi untuk dugaan kasus tersebut sedang ditangani Kejati Sumsel dengan penyelidikan,” ungkapnya, Minggu (1/12/2019).

Masih dikatakannya, dalam proses penyelidikan ini, Kejati Sumsel sedang mendalami dugaan kasus tersebut.

“Masih didalami dengan penyelidikan oleh Kejati Sumsel,” tegasnya.

Terpisah, Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman membenarkan jika sampai kini Kejati Sumsel masih melakukan penyelidikan dugaan kasus lahan negara yang hilang di Kabupaten Lahat tersebut.

“Dalam tahap penyelidikan ini, penyidik melakukan pengumpulan keterangan dari sejumlah pihak yang kita undang. Jadi di tahap penyelidikan ini belum ada saksi yang diperiksa, kita hanya meminta keterangan saja kepada pihak yang kita undang,” ungkapnya

Masih dikatakan Khaidirman, selain itu Jaksa Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel juga masih melakukan pengumpulan data-data.

“Jadi dalam penyelidikan ini Jaksa Penyidik Kejari Sumsel masih melakukan pulbaket terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan persoalan lahan yang hilang di Lahat tersebut,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejati Sumsel, Kamis (4/4/2019) telah memeriksa Aswari Rivai yang merupakan mantan Bupati Lahat terkait dugaan kasus hilangnya aset Negara berupa lahan yang berada di Kabupaten Lahat untuk diambil keterangnya.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumsel yang saat itu masih dijabat oleh Ali Mukantoro mengatakan, pemeriksaan Aswari Rivai dilakukan pihaknya untuk dimintai keterangan karena adanya lahan yang merupakan aset Negara di Lahat terjadi tumpang tindih, sehingga mengakibatkan aset Negara berupa lahan tersebut diduga hilang.

“Pemeriksaan ini terkait izin untuk lahan yang ada di Lahat hingga tumpang tindih, di situ kan ada unsur Negara yakni PT Bukit Pembangkit Innovative. Nah, itu ada aset Negara yakni lahan yang diduga hilang,” kata Ali Mukantoro saat itu.

Diungkapkannya, dikarenakan ada aset Nagara yang diduga hilang makanya Kejati Sumsel melakukan pemeriksaan terhadap Aswari Rivai.

“Ini kan ada aset Negara yang diduga hilang, makanya kita memeriksa saksi-saksi dari semua pihak dan siapapun, untuk melakukan konfirmasi. Termasuk, memeriksa beliau (Aswari Rivai),” ujarnya.

Lanjutnya, pemeriksaan Aswari Rivai dilakukan karena sebelumnya ada yang melaporkan ke Kejati Sumsel. Untuk itulah jaksa penyidik memanggil dan memeriksa Aswari Rivai.

“Dalam pemeriksaan yang dilakukan kita meminta keterangannya, sejauh mana dia tahu dan kejadiannya sebenarnya seperti apa. Sebab, kami memeriksa karena ada laporannya dari pihak yang asetnya diduga hilang, yakni Negara. Kalau untuk luas lahannya saya lupa,” tandas Ali Mukantoro kala itu.

Terpisah, Aswari Rivai saat dikoonfirmasi Suara Nusantara, Kamis malam (4/4/2019) melalui sambungan telepon saat itu mengatakan, jika dirinya sedang berada di jalan.

“Saya lagi di jalan dek,” ujar Aswari ketika itu sambil menutup teleponnya.

Sumber: koransn.com (rob/ded)

Posted: Admin