INSPEKTORAT SUMSEL TERKESAN DIAMKAN KISRUH BADAN ARSIP

salah satu suasana ruangan kantor arsip tanpa pegawai ASN

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Surat yang di tujukan ke Inspektur Provinsi Sumatera Selatan tertanggal 28 Januari 2020 tentang usul pergantian Sekdin Kearsipan  yang di tanda tangani hampir seluruh ASN dan Tenaga Honorer pada Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan memperlihatkan adanya ketidak harmonisan hubungan pimpinan dan bawahan di Dinas kearsipan Prov Sumsel.

Surat yang isinya meminta pergantian Sekertaris Dinas Kearsipan Prov Sumsel yang di jabat oleh oknum YR SE, M.Si karena YR SE, M.Si telah membuat suasana kerja yang tidak kondusif.

Surat kepada inspektur Prov Sumsel ini merupakan Mosi tidak percaya dari ASN dan Tenaga Honorer di lungkungan Dinas Kearsipan Prov Sumsel.

Pernyataan dari Wadah Pegawai (WP) Kearsipan Prov Sumsel itu berisi pernyataan tentang oknum YR SE M.Si yang harusnya membantu Kepala Dinas Kearsipan namun nyatanya justru menjadi penghambat dalam Birokrasi.

Selanjutnya WP Kearsipan juga menyatakan yang bersangkutan oknum “YR SE M.Si” selaku Sekdin belum dapat menjalankan tugas selaku koordinator dari semua bidang dan tidak mempasilitasi kegiatan dari masing – masing bidang.

Kemudian pernyataan selanjutnya dari WP Kearsipan Prov Sumsel mengenai tindak tanduk oknum YR SE M.Si yang berpotensi tidak bisa bersosialisasi dengan seluruh ASN bawahan dan Eselon III yang menciptakan ketidak harmonisan dalam pekerjaan.

Dinyatakan juga oleh WP Kearsipan, oknum YR SE M.Si bertindak arogan, tidak bisa mendengar saran, kritik dan bahkan menjalankan tugas dengan kemauan sendiri. Selanjutnya dinyatakan juga oleh WP Kearsipan, oknum YR SE M.Si kurang atau tidak mempunyai sopan santun dan tidak ber etika.

Puncaknya adalah oknum YR SE M.Si bersikap tidak etis, tidak pantas terhadap pimpinan dalam hal ini Kepala Dinas Kearsipan Prov Sumsel dengan merobek – robek kertas di meja Kepala Dinas pada hari Senin tanggal 27 Januari 2020 sekitar pukul 16.20 Wib yang disaksikan oleh segenap ASN di ruang Kepala Dinas.

Ketika hal ini di konfirmasikan ke salah satu ASN di Dinas Kerasipan yang tidak ingin disebutkan namanya, “tindakan Sekdin Kearsipan sudah sangat keterlaluan dan seolah ada yang membackinginya sehingga bertindak semena – mena”, ucap ASN tersebut.

“Tindakan Sekdin menyebabkan suasana kerja tidak harmonis dan rekan – rekan kami banyak yang tidak masuk ke ruangan kerja sehingga kantor arsip lenggang seperti tempat  tak bertuan”, ucap ASN itu kembali.

“Surat yang kami kirim ke Inspektur di tanggapi dingin dengan alasan kurang prinsip dan tidak ada pelanggaran yang di lakukan Sekdin”, ucap ASN tersebut di akhir komentarnya.

Kantor arsip sangat vital di dalam suatu pemerintahan dan harusnya di pegang oleh seorang yang mampu memanagement staff dan bawahan karena menyangkut ribuan arsip penting administrasi pemerintahan. Bila terjadi kisruh yang saat ini sedang berlangsung maka keamanan arsip tidak terjamin dan menjadi vatal bila terjadi kerusakan arsip – arsip penting.

Tak pelak kejadian kisruh badan arsip akan menyebar bak virus corona di Dinas – dinas di lingkungan Pemrov Sumsel jangan sampai mengalami kejadian serupa yang pada akhirnya  akan melumpuhkan operasional kedinasan dilingkunan kantor dinas. Belum lagi adanya penghentian sementara para staf ahli DPRD Sumsel yang akan menciptakan hal yang sama, “kinerja lumpuh layu bak terkena virus corona dan akhirnya menyebabkan terhentinya pelayanan kepada masyarakat”.

Penulis: Tim Redaksi

Editor: A.Aroni

Posted by: Admin