Herman Deru: PEP Prabumulih Jadi Modal Untuk Menekan Angka Kemiskinan

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Mengawali agenda kerjanya pada Selasa (10/9) pagi, Gubernur Sumsel Herman Deru menghadiri Focus Group Discussion Pendidikan Vokasi Sektor ESDM dan Pembangunan
Focus Group Discussion Pendidikan Vokasi Sektor ESDM & Pembangunan Politeknik Energi & Pertambangan Sumsel, bertempat di hotel Wyndham.

Pada kesempatan itu Gubernur Herman Deru melaksanakan penandatanganan MOU bersama Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementrian ESDM IGN Wiratmaja untuk mempererat kerjasama di bidang kompetensi ESDM sehubungan dengan dibangunnya Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Prabumulih.

Menurut HD berdirinya PEP Prabumulih merupakan langkah nyata pemerintah sebagai upaya memberantas kemiskinan dan kebodohan sekaligus menurunkan angka kemiskinan di Sumsel

“Ini (berdiri dan dibangunnya PEP) modal memberantas kemiskinan melalui pendidikan. Selama ini Sumsel dikenal sebagai provinsi terkaya nomor 5 di Indonesia dengan kekayaan sumber daya mineral yang luar biasa, namun hal ini tidak linier dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya”, kata HD.

Dikisahkan HD selama ini sumber daya manusia (sdm) Sumsel yang bekerja di sektor migas terbatas hanya pada bidang pekerjaan seperti satpam dan sopir escavator. Ke depan dirinya menginginkan agar SDM Sumsel dapat bekerja secara kompetitif dalam bidang yang lebih spesifik.

“Kami memiliki semangat yang luar biasa karena harapan besar dari Kementrian ESDM yang telah membantu mewujudkan pembangunan PEP. Pemerintah juga telah menganggarkan 100 milyar lebih untuk pembangunan PEP dan tidak bakal urung lagi pembangunannya”, ujar HD mantap.

Selain mewujudkan pembangunan PEP di Prabumulih, orang nomor satu di Sumsel itu pun berjanji akan membantu sarana prasarana PEP,  bahkan pemprov akan membantu membangun SMK migas guna memudahkan para pelajar saat memilih melanjutkan jenjang pendidikan di PEP. Sementara kepada pihak Kementrian ESDM, HD mengusulkan agar nantinya ada mata kuliah energi terbarukan sebagai penajaman.

“Sebagai Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) yang pertama dibangun setelah Cepu, kami usulkan kepada Kementrian ESDM jika ingin lebih lengkap lagi, kami tawarkan bagi provinsi yang batal memiliki PEP dapat dijadikan satu di PEP Prabumulih”,ungkap HD.

Kepala Badan Pengembangan SDM Kementrian ESDM, IGN Wiratmaja mengatakan pengembangan sdm di sektor energi dan sumber daya mineral dilaksanakan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi mulai tahun 2019 pembangunan diprioritaskan di bidang pendidikan terutama di sekolah vokasional.

“Kenapa kami memilih membangun PEP di Sumsel? Karena Sumsel memiliki pemimpin yang luar biasa, juga karena Sumsel banyak memiliki sumber daya mineral. Selain itu pendidikan ESDM juga penting, sebab saat ini jika dilihat dari satelit pada malam hari, yang terang hanya pulau Jawa dan Palembang. Untuk itu, kita ingin agar wilayah lainnya juga terang, nah ini membutuhkan sdm di bidang ESDM untuk melaksanakannya”, papar IGB Wiratmaja.

Dilanjutkan IGN Wiratmaja, kontribusi ESDM dalam bentuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tahun 2018 cukup besar menyumbang sebesar 53,4%. Pembangunan PEP juga dimaksudkan untuk menjaga investasi sektor ESDM  di tengah tantangan global sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengecap pendidikan di sektor migas.

“Kami berharap dengan dibangunnya PEP putra-putri Sumsel dapat mengambil alih pimpinan di sektor ESDM. Tenaga kerja yang ada saat ini di sektor migas ada 356 ribu orang. Setiap tahunnya dibutuhkan 30 ribu tenaga kerja. Total tenaga kerja subsektor minerba ada 350 ribu orang” jelasnya.

Menurut IGN Wiratmaja kesempatan ini harus dimanfaatkan dan diraih generasi muda sebaik mungkin sebab PEP Prabumulih adalah salah satu yang akan dibangun di seluruh Indonesia karena pada zaman dahulu Prabumulih tempat awal ditemukannya minyak, setelah PEP Cepu yang berdiri sejak 66 tahun. (A.Aroni/ADV)

Posted by: Admin