Dugaan Kasus Lahan Negara Hilang di Lahat Masih Diselidiki

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG –  Dugaan kasus lahan negara yang hilang di Kabupaten Lahat hingga kini masih diselidiki oleh Jaksa Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel.

Demikian dikatakan Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman, Senin (4/11/2019).

Menurutnya, dalam proses penyelidikan tersebut Jaksa Pidsus Kejati Sumsel melakukan pengumpulan data dengan Puldata dan Pulbaket.

“Untuk dugaan kasus lahan negara yang hilang di Kabupaten Lahat, sampai saat ini masih diselidiki Kejati Sumsel, dan Jaksa penyidik masih terus melakukan Puldata dan Pulbaket,” ungkapnya.

Diungkapkannya, rangkaian penyelidikan ini dilakukan untuk mengungkap dugaan pidana dalam dugaan kasus tersebut.

“Karena masih tahap penyelidikan makanya Jaksa penyidik melakukan sejumlah kegiatan proses penyelidikan,” terangnya.

Masih dikatakannya, sejauh ini belum ada saksi lagi yang dilakukan pemeriksaan oleh Kejati Sumsel.

“Nanti jika ada perkembangan pastinya akan kami informasikan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejati Sumsel, Kamis (4/4/2019) telah memeriksa Aswari Rivai yang merupakan mantan Bupati Lahat terkait dugaan kasus hilangnya aset Negara berupa lahan yang berada di Kabupaten Lahat.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumsel yang saat itu masih dijabat oleh Ali Mukantoro mengatakan, pemeriksaan Aswari Rivai dilakukan pihaknya untuk dimintai keterangan karena adanya lahan yang merupakan aset Negara di Lahat terjadi tumpang tindih, sehingga mengakibatkan aset Negara berupa lahan tersebut diduga hilang.

“Pemeriksaan ini terkait izin untuk lahan yang ada di Lahat hingga tumpang tindih, di situ kan ada unsur Negara yakni PT Bukit Pembangkit Innovative. Nah, itu ada aset Negara yakni lahan yang diduga hilang,” kata Ali Mukantoro saat itu.

Diungkapkannya, dikarenakan ada aset Nagara yang diduga hilang makanya Kejati Sumsel melakukan pemeriksaan terhadap Aswari Rivai.

“Ini kan ada aset Negara yang diduga hilang, makanya kita memeriksa saksi-saksi dari semua pihak dan siapapun, untuk melakukan konfirmasi. Termasuk, memeriksa beliau (Aswari Rivai),” ujarnya.

Lanjutnya, pemeriksaan Aswari Rivai dilakukan karena sebelumnya ada yang melaporkan ke Kejati Sumsel. Untuk itulah jaksa penyidik memanggil dan memeriksa Aswari Rivai.

“Dalam pemeriksaan yang dilakukan kita meminta keterangannya, sejauh mana dia tahu dan kejadiannya sebenarnya seperti apa. Sebab, kami memeriksa karena ada laporannya dari pihak yang asetnya diduga hilang, yakni Negara. Kalau untuk luas lahannya saya lupa,” tandas Ali Mukantoro kala itu.

Terpisah, Aswari Rivai saat dikoonfirmasi Suara Nusantara, Kamis malam (4/4/2019) melalui sambungan telepon saat itu mengatakan, jika dirinya sedang berada di jalan.

“Saya lagi di jalan dek,” ujar Aswari ketika itu sambil menutup teleponnya.

Sumber: koransn.com

Posted by: Admin