Dudung Asmadi Lapor Polisi, Surat Tanah Miliknya Dipalsukan

Dudung Asmadi didampingi kuasa hukum Amin Tras SH MH saat membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Dudung Asmadi (53) warga Desa Tanah Abang, Kabupaten Pali melaporkan AF warga Kayuagung, Kabupaten OKI ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel Jumat (11/5) dalam perkara pemalsuan surat tanah miliknya seluas 46 hektare yang terletak di Desa Cinta Jaya, Kecamatan Pedamaran, OKI.

Berdasarkan keterangan Dudung melalui kuasa hukumnya Amin Trash SH MH menjelaskan perkara yang dialaminya itu terjadi Rabu (06/9) sekitar pukul 11.00 WIB, terjadi di Bank BRI, samping RM Pagi Sore.

Dimana tanah miliknya seluas 46 hektar, atau 4608000 m2, dengan bukti surat pengakuan atas tanah tanggal 15 mei 1982, dan surat keterangan No 049/KD-2008/CJ/IX/2014, tanggal 10/09/2014 yang berada di Desa Cinta Jaya, Kecamatan Pedamaran, OKI.

Pada tanggal 06 September 2017, sekitar pukul 11.00 WIB, mendapatkan ganti rugi atas tanah miliknya yang terkena pembangunan jalan tol Kayuagung-Pematang Panggang senilai Rp 778.050.000. Karena surat tanah miliknya sudah dipalsukan oleh AF untuk mengambil uang pencairan ganti rugi tanah miliknya.

Adapun surat yang dipalsukan oleh AF adalah surat pernyataan dari Kades Cinta Jaya K Zainuddin SH dan surat pernyataan dari Kadus setempat.

“Tanah klien kami yang seluas 10 hektar itu terkena proyek pembangunan tol, dan sisanya 36 hektare sisanya dijual lagi ke swasta dengan total 46 hektare semua nya itu sudah dijual kan oleh AF,”katanya usai membuat laporan Jumat (11/5).

Namun saat akan pencairan nama klien nya terdaftar dipenerima ganti rugi. Tapi bukan nya klien nya yang menerima uang dari pencairan ganti rugi tersebut. Akan tetapi AF lah yang menerima uang pencairan melalui surat tanah palsu yang dibuat oleh AF.

“Itu namanya surat mencari tanah, di Desa Cinta Jaya, Pedamaran”ungkapnya.

Dijelaskannya, dalam laporan perkara yang dilaporkan ke Polda Sumsel dengan surat pemalsuan tanah dan keterangan ke dalam dokumen otentik.

“Karena Kades dan kadus tidak merasa pernah membubuhkan tanda tangan, itu juga di palsukan. Ini tanahnya ada tanam tumbuh kebun karet,”pungkasnya.

Sumber: Detik Sumsel

Editor: Nurmuhammad

Posted by: Admin Transformasinews.com