Dua Petinggi Waskita Karya Ditetapkan Tersangka Proyek Fiktif Infrastruktur

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA – KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua petinggi PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai tersangka terkait dengan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk.

“KPK menetapkan tersangka kepada Fathor Rachman (FR) sebagai Kepala Divisi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan Yuly Ariandi Siregar (YAS) Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi,” ungkap Ketua KPK, Agus Rahardjo di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (17/12).

Agus Rahardjo menyatakan status kedua tersangka dinaikkan ke tahap penyidikan. FR dan YAS diduga menunjuk beberapa perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada sejumlah proyek konstruksi yang dikerjakan Waskita Karya.

Sebagian dari pekerjaan tersebut, kata Agus, diduga telah dikerjakan oleh perusahaan lain, namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan 4 perusahaan subkontraktor. “Diduga 4 perusahaan tersebut tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak,” jelas Agus.

Dari perhitungan sementara oleh KPK yang telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kerugian negara diperkirakan sebesar Rp186 miliar. Itu dari hasil pekerjaan fiktif 4 perusahaan subkontraktor yang meliputi proyek pembangunan jalan tol, jembatan, bandara, bendungan.

Menurut Agus, KPK belum bisa menyampaikan bagian dari proyek yang diduga fiktif tersebut karena masih dalam materi penyidikan. Misalnya, di proyek Bandara Kualanamu, Sumatra Utara, ada bagian yang masuk proyek fiktif yang diadakan tersangka. Meski begitu, bagian mana yang diduga fiktif itu masih masuk materi penyidikan.

“Jadi modus yang kami duga subkontrak pada bagian proyek seolah-olah dikerjakan oleh perusahaan yang mendapatkan subkontrak ini, padahal tidak. Jadi, pembayarannya dilakukan tapi tidak dilakukan (pekerjaannya) sehingga pembayaran itu dikembalikan kepada beberapa pihak di Waskita Karya ini, termasuk para tersangka,” tutur Agus.

Atas perbuatan mereka, Fathor dan Yuly disangkakan Oasal 12 Huruf a atau Pasal 12 Huruf b, atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Adapun 14 proyek diketahui ditangani oleh PT Waskita Karya Tbk tersebut meliputi :

1. Proyek Normalisasi Kali Bekasi Hilir, Bekasi, Jawa Barat

2. Proyek Banjir Kanal Timur (BKT) Paket 22, Jakarta

3. Proyek Bandara Udara Kuala Namun, Sumatera Utara

4. Proyek Bendungan Jati Gede, Sumedang, Jawa Barat.

5. Proyek Normalisasi Kali Pesangggrahan Paket 1, Jakarta

6. Proyek PLTA Genyem, Papua

7. Proyek Tol Cinere-Jagorawi Seksi 1, Jawa Barat.

8. Proyek Flyer Over Tubagus Angke, Jakarta

9. Proyek Fly Over Merak-Balaraja, Banten

10. Proyek Jalan Layang Non Tol Antasari-Blok M, Jakarta.

11. Proyek Jakarta Outer Ring Road Seksi 1, Jakarta

12. Proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai Paket 2, Bali

13. Proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai Paket 4, Bali

14. Proyek Jembatan Aji Tulur-Jejangkat, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Sumber: mediaindonesia.com 

Penulis: Insi Nantika Jelita

Posted by: Admin