Diputus MA 7 Tahun 6 Bulan Penjara, Tobing Terpidana Dugaan Korupsi Hibah Sumsel 2013 Ajukan PK

Laonma PL Tobing usai sidang di PN Tipikor Palembang beberapa waktu yang lalu. (foto-ferdinand/dok/koransn)

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Laonma PL Tobing (Mantan Kepala BPKAD Sumsel) yang merupakan terpidana dugaan korupsi dana hibah Sumsel tahun 2013 yang kini mendekam di sel tahanan Rutan Pakjo Palembang mengajukan peninjauan kembali (PK) atas Putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor: 290 K/PID.SUS/2018 tertanggal 10 April 2018, yang dinilainya telah memberatkan hukuman yang diterimanya dalam dugaan kasus ini.

Dimana dalam putusan tersebut, MA menolak permohonan kasasi yang diajukan Laonma PL Tobing hingga MA menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada Laonma PL Tobing selama 7 tahun dan 6 bulan dan denda Rp 500.000.000, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 8 bulan.

Atas dasar tersebutlah maka hari ini Senin 18 November 2019 pukul 09.00 WIB, di Pengdailan Negeri Palembang, diagendakan digelar sidang peninjauan kembali (PK) untuk Laonma PL Tobing terkait keberatannya atas putusan dari MA tersebut.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Hotnar Simarmata, Minggu (17/11/2019) saat dikoonfirmasi Suara Nusantara membenarkan adanya agenda sidang peninjauan kembali (PK) tersebut.

“Benar ada agenda sidang PK tersebut, untuk sidang PK ini terbuka untuk umum,” ungkapnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, dalam dugaan kasus ini terdapat dua terdakwa yang pada Kamis lalu (24/8/2017) telah divonis oleh Majelis Hakim di tingkat Pengadilan Negeri Tipikor Kelas I A Palembang. Adapun kedua terdakwa tersebut yakni Laonma PL Tobing (Mantan Kepala BPKAD Sumsel) dan Ikwanudin (Mantan Kepala Badan Kesbangpol Sumsel).

Dalam persidangan, keduanya divonis dengan pidana perbeda. Dimana untuk Laonma PL Tobing divonis Hakim dengan hukuman pidana 5 tahun penjara, sementara terdakwa Ikwanudin divonis dengan hukuman pidana 4 tahun 6 bulan penjara.

Ketua Majelis Hakim, Saiman SH MH didampingi hakim anggota, Arizona SH MH dan Paluko Hutagalung SH MH saat membacakan putusan atau vonis kedua terdakwa kala itu mengatakan, dalam perkara ini terdakwa Laonma PL Tobing dan Ikwanudin secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 2 UU Tipikor tentang perbuatan pidana korupsi untuk memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 21 miliar.

“Dengan ini kami Majelis Hakim mengadili terdakwa Laonma PL Tobing dengan menjatuhkan vonis 5 tahun penjara. Sementara, terdakwa Ikwanudin dijatuhkan pidana 4 tahun 6 bulan penjara. Selain itu masing-masing terdakwa didenda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurangan. Bukan hanya itu, barang bukti persidangan kedua terdakwa diserahkan kepada Jaksa Penutut Umum untuk perkara lainnya, kemudian masing-masing terdakwa dibebankan biaya perkara Rp 10 ribu,” tegas Saiman SH MH saat itu.

Dijelaskan Hakim, dalam dugaan kasus ini, berkas perkara kedua terdakwa terpisah. Hal ini dikarenakan untuk terdakwa Laonma PL Tobing, diketahui jika terdakwa merupakan Kepala BPKAD dan juga bendahara daerah serta anggota TAPD. Dalam dugaan kasus ini terdakwa memberikan persetujuan pencairan dana hibah atas proposal dari Ormas dan LSM yang diajukan Kesbangpol serta porposal dana reses DPRD Sumsel tahun 2013.

“Fakta persidangan, dari proposal yang diajukan tersebut terjadi pelanggaran diantaranya; terdapat Ormas dan LSM yang berdiri dibawah 3 tahun menerima dana hibah, pengajuan proposal ditahun berjalan, terdapat proposal yang tidak sesuai peruntukannya serta adanya proposal yang fiktif. Selain itu, terdakwa selaku Kepala BKPAD tidak melakukan sertifikasi proposal yang dicairkan,” papar Hakim.

Masih dikatakan Hakim, sementara untuk terdakwa Ikwanudin, selaku Kepala Kesbangpol, terdakwa mengajukan pencairan dana hibah untuk Ormas dan LSM ke BPKAD.

“Namun dalam pengajuan tersebut terdakwa Ikwanudin mengetahui jika dari proposal yang diajukan terdapat proposal yang tidak layak menerima dana hibah atau melanggar Permendagri,” pungkasnya saat itu.

Sumber:koransn.com (ded)

Posted by :Admin