Diduga Jalan Koko Fachry Kel. Sindur Dikerjakan Tidak Sesuai Teknis

  
TRANSFORMASINEWS.COM, KOTA PRABUMULIH
.
Setiap Warga Kota Prabumulih menginginkan jalan lingkungan maupun jalan disekitar tempat tinggal mereka baik jalan setapak dilakukan perbaikan dengan secara Pembangunan jalan Cor salah satunya berlokasi di jalan Koko Fachry Rt.02.Rw.03 Kelurahan Sindur, Kategori Pekerjaan Konstruksi dengan posisi sudah lelang  nilai Rp.362,93 Juta.

Berdasarkan Pantauan media Online Transformasinews.com dilapangan Pekerjaan pengecoran jalan tidak ada Papan Proyek yang terpasang dilokasi pengecoran sesuai dengan pengumuman di LPSE Kota Prabumulih yang berlokasi di jalan Koko Fachry Rt.02.Rw.03 Kelurahan Sindur, realisasi pekerjaan pengecoran juga berada di Jalan Transformasi tidak jauh dari jalan Koko Fachry.

Tidak terpasang papan nama Proyek hal tersebut melanggar Undang-Undang No:14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi publik (KIP) adalah salah satu hal penting bagi siapa pun yang memakai dana APBN atau APBD wajib memasang papan Plang informasi, agar masyarakat mengetahui dana tersebut dari mana dan dapat ikut serta melakukan pengawasan.

Pembangunan jalan kedua lokasi tersebut patut diguga tidak sesuai RAB dan mutu pekerjaan diragukan, hal ini dilihat secara kasat mata bahwa jalan dibersihkan dengan alat Greder,  kemudian dihampar batu bagian depan pakai batu bulat yang dipecah campur pasir/debu batu pecah Hamparan lebih kurang 30 Meter maju dan bagian belakang sampai ujung pengecoran dihampar pakai material batu bulat campur pasir.

Dalam pelaksanaan pengecoran posisi jalan yang akan dicor ditengahnya cembung oleh material batu bercampur pasir sedangkan sisi kiri dan kanan jalan digali agar tampak tebal sesuai ukuran spek pekerjaan tersebut tanpa pengerasan/pemadatan terlebih dahulu.

Setelah dilakukan pengecoran beberapa hari kemudian sudah mulai tanpak retak-retak dibeberapa tempat, dan tempat yang retak ditutup pakai Aspal kemudian disiram pakai pasir, terahir jalan tersebut disiram pasir kembali sore menjelang malam (23/10/17 ) entah apa tujuannya.

Diharapkan Pengawas melakukan pengecekan ketebalan Cor tersebut sesuai atau tidak, sebelum PHO wajib dilakukan dengan cara di Kor/dibor sebelum pembayaran seratus persen, bila tiditak akan berimplikasi terhadap hukum. Berita bersambung menunggu konfirmasi pihak terkait.

Laporan: Amrizal Aroni

Posted by: Admin Transformasinews.com